ilustrasi

Pernah Tidur dengan Mata Terbuka? Yuk Kenali Penyebab dan Dampaknya

Sondang | Kesehatan | 15-09-2021

PARBOABOA, Siantar - Pernah lihat orang tidur dengan mata terbuka atau mata setengah terbuka? Atau kamu mengalaminya? Mungkin Anda pikir hal itu cukup seram, tapi dalam bidang kesehatan, kondisi ini disebut dengan nocturnal lagophthalmos. Lagopthalmos biasanya disebabkan oleh masalah pada saraf atau otot di wajah yang membuat Anda sulit untuk menutup mata sepenuhnya.

Kamu mungkin tidak akan tahu apakah kamu tidur dengan mata terbuka kecuali seseorang memberi tahu bahwa kamu melakukannya. Tetapi, jika kamu bangun dengan gejala mata kering dan gatal, mungkin ada baiknya untuk memeriksakan diri ke dokter.

Selain mata kering dan gatal, ada gejala lain yang bisa terjadi bila Anda mengalami kelainan nokturnal, seperti:

- Mata merah

- Penglihatan kabur

-Mata terasa perih atau panas

- Gampang silau

- Mata terasa seperti kemasukan benda asing

Kelainan nokturnal terjadi akibat kelumpuhan wajah, yaitu pada bagian otot orbicularis pada kelopak mata yang bisa bersifat sementara atau permanen. Penyebabnya adalah adanya infeksi, stroke, bekas operasi, trauma, ataupun bell’s palsy (kelemahan pada otot wajah).

Selain itu, lagophthalmos nokturnal juga bisa terjadi setelah menjalani blepharoplasty, yaitu prosedur untuk menghilangkan kulit berlebih pada kelopak mata bagian atas ketika penuaan terjadi. Pembedahan ini memang bisa membuat wajah lebih muda, tapi risiko untuk mengembangkan lagophthalmos lebih besar.

Fungsi kelopak mata adalah memberi penghalang dan memberikan akses air mata untuk membasahi permukaan mata. Pada air mata, terdapat antibiotik alami yang membantu membunuh virus dan bakteri. Selain itu, air mata juga membantu menjaga lingkungan di sekitar mata tetap lembap agar sel-sel mata berfungsi dengan baik.

Bila kelopak mata tidak tertutup saat tidur, maka akan menyebabkan mata kering dan merah pada pagi harinya. Jika terus terjadi, kemungkinan besar mata akan mengalami iritasi dan dapat membahayakan penglihatan Anda, seperti kerusakan pada kornea atau kebutaan.

Eits, mata perih dan merah saat bangun belum tentu gejala lagophthalmos nokturnal loh. Ditambah, Anda sendiri tidak bisa mengetahui apakah Anda tertidur dengan mata terbuka atau tidak. Untuk itu, Anda harus memeriksakan diri ke dokter dan mengikuti beberapa pemeriksaan untuk mendapatkan diagnosis dan pengobatan yang tepat.

Sebenarnya tidur dengan mata terbuka tidak selalu berakibat serius, bila Anda bisa mengatasinya dengan obat tetes mata dan penggunaan pelembap mata sesuai saran dan pengawasan dokter atau juga membiasakan tidur dengan penutup mata. Bila kondisi parah, kemungkinan akan direkomendasikan menjalani pembedahan.

Jaga kesehatan ya!

Tag : #kesehatan    #nocturnal lagophthalmos   

Baca Juga