parboaboa

Petani Karawang Ditafsir Rugi Rp2,6 M akibat Bajir Genangi Persawahan

Rini | Ekonomi | 14-03-2023

Petani di Karawang, Jawa Barat, dilaporkan menderita kerugian sekitar Rp2,6 miliar akibat banjir yang menggenangi area persawahan dan menyebabkan gagal panen. (Foto: Parboaboa/Rini)

PARBOABOA, Jakarta - Petani di Karawang, Jawa Barat, dilaporkan menderita kerugian sekitar Rp2,6 miliar akibat banjir yang menggenangi area persawahan dan menyebabkan gagal panen di daerah tersebut sejak tanggal 25 Februari hingga 3 Maret yang lalu.

Kepala Bidang Perkebunan dan Perlindungan Tanaman Hias Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Karawang, Dadan Danny, mengatakan bahwa kerugian mencapai miliaran rupiah tersebut didapat dari perhitungan rata-rata benih dan jumlah kebutuhan benih per hektare sawah.

“Kalau dihitung-hitung, dari benih saja, kerugian akibat banjir di Karawang sekitar Rp2,6 miliar,” ucapnya, seperti yang dikutip dari Antara pada Selasa (14/3/2023).

Dadan merinci, banjir Karawang menggenangi sekitar 12.600 hektar sawah. Dari jumlah tersebut, sebanyak 8.865,20 hektar diketahui mengalami puso (tidak mengeluarkan hasil), sementara sekitar 3.000 hektar sawah lainnya dinyatakan aman.

“Lahan sekitar 3.000 hektar itu dinyatakan aman, karena masih bisa dipanen dan ada juga yang belum disemai,” ujarnya pada Selasa (14/3/2023).

Masih menurut Dadan, banjir yang terjadi di 30 kecamatan di sekitar Karawang merendam persawahan mulai dari usia tanaman semai 1-20 hari hingga tanaman yang usianya satu hari menjelang panen.

Untuk membantu para petani yang terdampak bencana ini, Dadan Danny menyatakan bahwa pihaknya akan meminta bantuan benih padi sebanyak 221.630 kilogram dari Kementerian Pertanian.

Editor: Rini

Tag: #karawang    #banjir    #ekonomi    #gagal panen    #sawah terendam banjir   

BACA JUGA

BERITA TERBARU