Thawee Nanra (kedua kiri) saat dibawa oleh polisi dari kediamannya di kawasan hutan Provinsi Chaiyaphum, Thailand, Minggu. Sydney Morning Herald

Polisi Tangkap Pemimpin Sekte Pemuja Mayat, Jenazah Berserakan di Rumahnya

Dion | Internasional | 10-05-2022

PARBOABOA, Pematangsiantar - Seorang dukun yang menjadi pemimpin sekte pemuja mayat ditangkap oleh kepolisian Thailand. Saat digerebek, terlihat banyak mayat berserakan di rumahnya. 

Dilansir ABC News, Selasa (10/5/2022), para anggota sekte pemuja mayat ini juga percaya jika cairan dan kotoran tubuh pemimpin mereka dapat menyembuhkan penyakit. 

Thawee Nanra ditangkap polisi pada Minggu di rumahnya yang berlokasi di kawasan hutan Provinsi Chaiyaphum. 

Sempat terjadi kekacauan saat pria berusia 75 tahun itu hendak dibawa polisi. Para anggota sekte berteriak dan mencoba menahan polisi yang berusaha membawa pemimpin mereka ke dalam mobil tahanan.

Polisi menemukan 11 mayat di rumah tersebut dan media setempat melaporkan bahwa mayat-mayat itu diperkirakan adalah jenazah para anggota sekte.

Pengikut sekte mengatakan kepada pihak berwenang bahwa urin dan ludah pemimpin mereka bisa menyembuhkan penyakit.

Gubernur Chaiyaphum, Kraisorn Kongchalad, mengatakan Thawee sedikitnya memiliki belasan pengikut yang tinggal bersamanya. 

Dia mengatakan sangat terkejut saat mengetahui bahwa praktik seperti ini masih terjadi di zaman modern.

"Sangat menyedihkan melihat bahwa masih ada warga yang percaya dengan takhayul seperti ini. Tetapi ini bukan sekadar kepercayaan orang per orang saja," kata Kongchalad.

"Kami menemukan mayat dan kami akan bekerja sama dengan semua pihak untuk mengumpulkan semua informasi terkait penemuan mayat-mayat tersebut."

Sebagian besar penduduk Thailand beragama Buddha, namun masih banyak juga warga yang percaya dengan hal-hal di luar agama seperti pemujaan terhadap roh atau takut pada setan.

Pihak berwenang memperkirakan bahwa kelompok sekte ini sudah ada selama empat tahun terakhir tanpa diketahui, karena lokasi rumah pemimpin sekte berada di kawasan hutan yang terpencil, jauh dari komunitas lain.

Namun, keberadaan mereka diketahui setelah salah seorang anak perempuan dari pengikut sekte menulis di akun media sosial seorang selebriti yang mengkhususkan diri untuk mengungkap praktik pemimpin keagamaan yang 'aneh.'

Thawee pada awalnya dikenai tuduhan tinggal di kawasan hutan yang dilindungi, karena rumahnya berada di tanah milik negara, dan juga melakukan pertemuan ilegal yang dilarang karena adanya pandemi Covid-19 selama dua tahun terakhir.

Media lokal melaporkan bahwa dia tetap ditahan karena permintaannya untuk dibebaskan dengan jaminan ditolak pada Senin kemarin. Polisi mengatakan, saat ini mereka sedang mempertimbangkan tuduhan lain, termasuk melanggar aturan pemulasaran mayat.

Tag : #sekte pemuja mayat    #thailand    #internasional    #thawee nanra    #chaiyaphum   

Baca Juga