Reka adegan kecelakaan yang menewaskan Handi dan Salsa (dok Tribunnews)

Rekontruksi Kecelakaan Handi dan Salsa Digelar, Ketiga Tersangka Dihadirkan di Lokasi

Rini | Hukum | 03-01-2022

PARBOABOA, Nagreg - Polisi Militer Angkatan Darat (Puspomad) yang menangani kasus kecelakaan yang menyebabkan tewasnya Handi (18) dan Salsa (14) menggelar rekontruksi kejadian di Tempat Kejadian Perkara (TKP) di Nagreg, Kabupaten Bandung pada Senin (3/1/2022). Rekontruksi di gelar dengan menghadirkan ketiga tersangka yang merupakan anggota TNI AD yakni Kolonel Infanteri Priyanto (tersangka 1), Kopda Ahmad Sholeh (tersangka 2), dan Kopda Dwi Atmoko (tersangka 3).

Untuk reka adegan ini, petugas membawa sejumlah barang replika seperti mobil hitam yang digunakan tersangka, dengan nomor polisi B 300-Q. Kemudian sebuah kendaraan roda dua dengan nomor polisi 2000-RS dan manekin sebagai pengganti korban.

Rekontruksi adegan dimulai pada pukul 09.11 WIB dan berlangsung dalam 10 menit. Seluruh rekontruksi digelar dengan pengawasan ketat oleh Personel TNI karena masyarakat sekitar mengerumuni lokasi.

Dikutip dari Detik.com, dalam rekontruksi ini ada 5 adegan yang diperagakan yakni:

1. Adegan pertama memperlihatkan korban Salsa berada di kolong sebelah kanan mobil setelah tertabrak, sedangkan Handi berada di kolong sebelah kiri mobil. Setelah tabrakan, dua orang penumpang mobil yakni Kolonel Priyanto dan Kopda Ahmad Sholeh turun dari mobil, sedangkan Kopda Dwi Atmoko tetap duduk di kursi kemudi.

2. Kedua tersangka kemudian sempat menggotong tubuh Handi ke pinggir jalan dibantu oleh seorang saksi.

3. Pada adegan ketiga, kedua tersangka kemudian menarik tubuh korban Salsa dari kolong mobil, lalu mengangkatnya ke pinggir jalan dekat dengan lokasi korban Handi diletakkan sebelumnya.

4. Tak berselang lama, kedua korban kemudian diangkut ke dalam mobil. Korban Salsa diletakkan dibagian kursi tengah mobil, sedangkan Korban Handi diletakkan di bagian belakang mobil.

5. Pada adegan kelima, para pelaku kemudian membawa mobil dan meninggalkan lokasi kejadian.

Rekontruksi kejadian perkara ini akan dilanjutkan di Jembatan Sungai Serayu, Jawa Tengah, tempat kedua tubuh korban dibuang oleh ketiga tersangka. Untuk menuju lokasi dibutuhkan waktu 6 jam perjalanan darat dari Nagreg.

Terungkap, Kolonel P adalah otak pembunuhan korban

Sebelumnya, Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa telah mengungkapkan fakta yang menyebutkan Kolonel P adalah otak dalam pembunuhan Handi dan Salsa. Fakta ini terungkap setelah Polisi Militer melakukan konfrontasi kepada ketiga tersangka.

Mobil yang menabrak korban diketahui adalah milik Kolonel P, sedangkan dua tersangka lainnya menumpang pada kendaraan tersebut. Namun saat kecelakaan Koptu DA-lah yang mengendarai kendaraan tersebut.

Kronologi Kejadian

Seperti diberitakan Parboaboa sebelumnya, Handi dan Salsa adalah korban kecelakaan saat keduanya melintas dari arah Bandung menuju Limbangan pada Rabu (8/12) sekitar pukul 15.20 WIB. Kemudian pasangan tersebut dibawa oleh 3 orang penumpang mobil tersebut, dengan alasan akan dibawa menuju ke rumah sakit.

Pihak keluarga yang melakukan pencarian ke seluruh rumah sakit di daerah tersebut, tak kunjung menemukan keberadaan keduanya. Berselang beberapa hari setelah kejadian tersebut, tepatnya pada Sabtu (11/12) jasad keduanya ditemukan terpisah di Sungai Serayu. Salsa ditemukan di Cilacap, sedangkan Handi ditemukan di Banyumas, Jawa Tengah.

Dari hasil autopsi ditemukan bahwa Handi di buang ke dalam sungai dalam keadaan hidup, karena di dalam paru-parunya ditemukan pasir dan air. Sedangkan Salsa diduga meninggal karena luka di kepala saat tabrakan.

Video saat Handi dan Salsa dibawa mobil yang menabrak tersebut sempat viral di media sosial dan menjadi barang bukti yang digunakan untuk menyelidiki kasus ini.

Tag : #handi    #sungai serayu    #tabrakan di nagreg    #kecelakaan    #oknum tni    #hukum   

Baca Juga