Seorang Vaksinator Di Karawang Diduga Suntikkan Vaksin Kosong

Maola Nurulshinta (53), Vaksinator Puskesmas Wadas, Kecamatan Telukjambe Timur, Kabupaten Karawang.

Beredar sebuah video yang meperlihatakan kesalahan dalam proses vaksinansi. Disebut-sebut video itu terjadi di Kabupaten Karawang Jawa Barat. Disebutkan video itu diunggah seorang warga bernama Rima yang kemudian diunggah ulang oleh akun @halokrw pada Selasa (13/7).

Dalam video 14 detik itu, seorang petugas vaksinator tidak menginjeksikan cairan vaksin COVID-19 ke tubuh pasien. Penyuntikan vaksin yang dilakukan tak seperti vaksinasi pada umumnya. Jarum suntik hanya ditusukkan ke lengan penerima tetapi pendorong cairan vaksin tidak ditekan.

Menurut penggunggah video tersebut, Rima Melati (23), video diambil pada Senin (12/7) saat vaksinasi di Puskesmas Wadas, Kecamatan Telukjambe Timur, Kabupaten Karawang sekitar pukul 10.00 WIB.

Sementara petugas vaksinator yang ada di video bernama Maola Nurul Shinta sekaligus pegawai Puskesmas menyangkal dugaan tersebut.

"Saya sudah melakukan penyuntikan vaksin sesuai SOP. Setiap kali kami menyuntik, botol vaksin itu langsung kami ambil pakai spuit (pompa piston dalam alat suntik) untuk disuntikkan kepada penerima vaksin," kata Maola di Puskesmas Wadas.

Maola mengatakan, ada dua teknik dalam menyuntik. Pertama, menekan ujung alat suntik menggunakan jempol. Kedua, menekan menggunakan telapak tangan. Maola menggunakan teknik kedua sehingga terlihat seakan-akan cairan vaksin tidak terdorong masuk ke tubuh penerima vaksin.

Selain itu, Maola mengatakan jempol tangannya kapalan. Sebab perharinya sekitar 300 yang dia suntik.

"Saya menyuntik tidak satu dua orang. Saya sudah menyuntik ribuan orang. Kalau saya ingin berbuat tidak benar, buat apa saya di sini sebagai petugas vaksinator?" kata Maola sambil berkaca-kaca.

Menaggapi kejadian tersebut Bupati Karawang Cellica Nurrachadiana bersama Wakil Bupati Karawang Aep Syaepuloh beserta Kasat Reskrim Polres Karawang AKP Oliesta Ageng Wicaksana langsung mendatangi Puskesmas Wadas, Selasa (13/7).

Cellia menyampaikan bahwa Pemkab bersama Kepolisian akan menyelidiki hal tersebut.

Cellica yakin kalau Maola sudah melakukan prosedur yang benar dalam penyuntikan vaksin. Hal ini juga karena diketahui bahwa Maola adalah perawat senior yang jam kerjanya sudah tinggi.

Meskipun begitu Cellia berkata jika ternyata ada kesalahan prosedural dalam pelaksanaan vaksinasi yang dilakukan oknum manapun dibawah wewenangnya, dirinya akan tidak segan-segan mengambil tindakan tegas.

Termasuk pihak pengunggah video dirinya mengatakan akan da juga sanksi jika ternyata unggahan-unggahan di media sosisal tidak benar yang berujung penyampaian informasi yang salah.

Diketahui kemudian ungggahan video yang sempat viral tersebut tidak dapat lagi dilihat, kemunginan besar si pengunggah telah menghapusnya.

Sedangkan Kasat Reskrim Polres Karawang AKP Oliesta Ageng Wicaksana ketika dikonfirmasi mengatakan, pihaknya masih membutuhkan waktu untuk mengambil kesimpulan.

Editor: -
TAG :
Baca Juga
LIPUTAN KHUSUS