Apa Itu Trust Issue? (Dok: Parboaboa.com)

Trust Issue Adalah: Pengertian, Penyebab, Dampak Hingga Cara mengatasinya

Sondang | Kesehatan | 15-07-2022

PARBOABOA – Saat kamu mengalami kesulitan untuk percaya terhadap orang lain, itu berarti kamu sedang mengalami krisis kepercayaan atau biasa disebut dengan trust issue. Bagi sebagian orang, hal ini mungkin menjadi hal yang biasa. Padahal jika dibiarkan, krisis kepercayaan ini bisa mengganggu kesehatan mentalmu, lho.

Nah, untuk menghindari hal tersebut, Parboaboa telah merangkum pengertian, penyebab, dampak hingga cara mengatasi trust issue. Simak penjelasan berikut hingga tuntas ya!

Apa Itu Trust Issue?

Sebelum membahas tentang krisis kepercayaan alias trust issue, mari kita bahas terlebih dahulu mengenai kepercayaan. Mengutip dari penelitian psikologi yang dilakukan oleh Erikson (1950), Rotter (1967) dan Wrightsman (1974), trust atau rasa percaya merupakan dasar yang esensial dalam perkembangan terhadap hubungan personal dalam bentuk apapun.

Selain itu, perkembangan rasa percaya juga merupakan komponen yang penting dalam penyesuaian diri dan kepribadian yang sehat atau biasa disebut dengan healthy personality.

Maka dari itu, trust issue adalah kondisi dimana seseorang mengalami kesulitan untuk mempercayai orang lain. Seseorang yang mengalami trust issues akan terus mencurigai pihak lain yang terlibat di suatu hubungan dengannya.

Masalah ini tidak muncul begitu saja. Semua hal yang kita alami sejak kecil hingga saat ini tentu sangat berpengaruh terhadap rasa percaya kita terhadap orang lain.

Erikson (1963) dalam penelitiannya menyebutkan, rasa percaya yang tertanam pada diri kita terbentuk secara optimal di usia 0-18 bulan. Di usia tersebut, rasa percaya yang kita miliki akan terbentuk berdasarkan pola asuh yang kita terima.

Penyebab Trust Issue

Berikut beberapa hal yang dapat menghancurkan rasa percaya hingga menimbulkan krisis kepercayaan.

1. Didikan Orangtua

Seperti penjelasan diatas, trust issue dapat muncul atau disebabkan dari hasil pengalaman seseorang, baik itu di masa lampau maupun masa sekarang ini.

Jika merujuk ke masa lampau, kemungkinan hal ini berkaitan dengan orangtua. Sebab, orang tualah yang memainkan peran cukup besar dalam ranah keluarga.

Bisa dikatakan keluarga merupakan lingkungan pertama kita tumbuh dan dibesarkan. Apabila seseorang telah mengalami sebuah kekecewaan, pengkhianatan, rasa sakit, ataupun pengabaian semasa kecilnya, hal itu tentu akan menyebabkan trust issue saat beranjak dewasa.

2. Masa Lalu

Kejadian menyedihkan atau menyakitkan seseorang di masa lalu tentu akan menghadirkan traumatis yang cukup mendalam, bahkan bisa sampai beranjak dewasa. Misalnya pernah mengalami kecelakaan, suatu penyakit, ataupun kehilangan seseorang yang berharga di dalam hidupnya.

Tidak hanya itu, pelecehan atau penyerangan, baik secara verbal maupun nonverbal juga dapat memengaruhi rasa percaya seseorang terhadap orang lain. Hal ini tentu banyak terjadi pada kasus penyerangan, seperti percobaan pembunuhan, ataupun kasus pemerkosaan.

Pada dasarnya, semua orang tentu memiliki masa lalu, baik buruk maupun menyenangkan. Hanya saja, sikap kita dalam menghadapi dan menerima masa lalu tentunya berbeda. Bagi sebagian orang, masa lalu dapat melekat pada dirinya, namun sebagian orang lagi, tidak.

3. Hubungan Asmara

Terakhir, trust issue bisa terjadi dalam ranah hubungan asmara. Sebagai contoh, orang yang mengalami krisis kepercayaan pernah dikecewakan oleh orang yang di sayangi, seperti sering dibohongi, diselingkuhi, atau diperlakukan tidak baik. Hal ini tentu akan berdampak buruk bagi kelangsungan hidup orang yang mengalami masalah rasa percaya atau trust issue.

Dampak Trust Issue

Jika menelisik ke masa kini, trust issue merupakan masalah yang memang cukup banyak dialami oleh oleh masyarakat Indonesia. Taraf krisis kepercayaan juga akan berbeda pada setiap orang, sehingga dampak yang dihasilkan pun akan berbeda pula.

Kira-kira, apa saja dampak yang didapat bagi seseorang yang mengalami trust issue? Berikut penjelasannya!

1. Sering Overthinking

Bagi kamu yang mengalami krisis kepercayaan, kamu akan cenderung mudah overthinking atau berfikir berlebihan. Hal ini diperkuat oleh ketidakpercayaan kalian pada orang lain sehingga kamu akan memikirkan tentang orang tersebut secara terus-menerus.

Di kepala kalian tentunya banyak pertanyaan terkait orang itu. Misalnya, Apakah seseorang tersebut bisa dipercaya atau malah sebaliknya? Atau Bagaimana jika orang tersebut hanya memanfaatkan keadaan dan berniat jahat atau menyakiti?

Pertanyaan-pertanyaan itulah yang menghadirkan dan menumbuhkan rasa takut pada diri kamu sehingga kamu sulit untuk berinteraksi dengan orang baru.

2. Hidup Terasa Sepi

Orang yang mengalami trust issue akan merasakan kesepian yang berarti. Meskipun dikelilingi oleh banyak orang, kamu tetap akan merasa sendiri dan sepi.

Hal itu bisa terjadi karena kamu enggan untuk lebih terbuka pada orang sekitar. Kamu takut untuk bercerita mengenai masalah yang tengah dihadapi hingga akhirnya memendamnya sendiri.

Padahal, pada hakikatnya, manusia merupakan makhluk sosial yang mana dalam menjalani hidup perlu melakukan sosialisasi dan berinteraksi terhadap sesama, saling membantu, dan sebagainya.

3. Merenggangnya Hubungan Antarsesama

Apabila kamu tak mudah percaya pada orang lain atau orang yang berada di sekitarmu, orang-orang tersebut akan berpikir bahwa kehadiran mereka tidaklah dihargai hingga akhirnya menimbulkan kerenggangan hubungan di antara kalian.

Oleh sebab itu, perlu diingat bahwa dalam menjalin suatu hubungan diperlukan rasa percaya dan tentunya komunikasi yang kuat. Jika tak adanya rasa percaya antara satu sama lain, suatu hubungan tentu akan mengalami kerenggangan.

Cara Mengatasi Trust Issue

Mengalami krisis kepercayaan tentu sangat tidak nyaman. Kita akan selalu dibayang-bayangi rasa cemas yang sebenarnya tidak diperlukan. Nah, untuk itu, berikut empat cara mengatasi trust issue.

1. Jujur

Cara yang pertama untuk mengatasi trust issue adalah jujur dalam hal apapun. Sampaikan apa yang kamu rasakan dan mengapa kamu merasa demikian. Dengan demikian, orang lain tentu akan melakukan hal yang sama, sehingga rasa percaya itu dapat terbangun secara perlahan.

2. Memiliki pendirian yang kuat

Memiliki pendirian yang kuat atau berintegritas menjadi salah satu cara lainnya untuk mengatasi trust issue. Dengan memegang teguh apa yang kita percaya dan selalu konsisten, maka rasa percaya perlahan akan terbangun dan menghilangkan krisis kepercayaan tersebut.

3. Memahami diri sendiri dan orang lain

Pahami diri sendiri, menjadi cara selanjutnya untuk menangani masalah krisis kepercayaan. Dengan memahami diri sendiri, kita akan mengetahui apa yang kita rasakan dan interaksi komunikasi yang kita butuhkan. Bukan hanya diri sendiri, pahami juga orang-orang di sekitar kita. Dengan saling memahami, rasa percaya perlahan akan tumbuh dengan sendirinya.

4. Komunikasi yang Baik

Seperti yang kita ketahui, komunikasi merupakan kunci dalam suatu hubungan yang baik. Maka dari itu, agar kepercayaan tetap terjaga, kamu harus membangun komunikasi yang baik dan intens dengan orang-orang di sekitar. Jangan cepat berasumsi, tapi komunikasikan jika dirasa ada masalah yang mengganjal di hati.

Nah, segitu dulu ya seputar informasi terkait pengertian, penyebab, dampak hingga cara mengatasinya trust issue. Semoga bermanfaat!

Tag : #trust issue    #mental    #kesehatan    #overthingking    #krisis kepercayaan   

Baca Juga