5 Poin Penting dari FIFA untuk Kemajuan Sepak Bola Indonesia

FIFA tekankan 5 poin penting untuk memajukan sepak bola Indonesia (Foto: AFP/Ozan Kose)

PARBOABOA – FIFA akhirnya secara resmi mengirim surat kepada Indonesia, terakit upaya pembenahan sepak bola buntut dari tragedi Kanjuruhan. Ada lima poin yang diprioritaskan oleh FIFA.

Tragedi Kanjuruhan yang menewaskan 131 orang menjadi catatan kelam bagi sepak bola Indonesia. FIFA sebagai Induk Sepak Bola Internasional sampai membuat pernyataan menyoroti kejadian tersebut.

Pemerintah kemudian bergegas cepat mengusut kejadian tersebut. Tak lupa, komunikasi juga dilakukan ke FIFA, bahkan melalui Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) langsung.

Sampai akhirnya, Jokowi menyampaikan surat balasan FIFA. Dalam balasannya, FIFA siap membantu membenahi sepak bola Indonesia, mereka menyatakan siap bekerja sama dengan Pemerintah Indonesia, PSSI, dan AFC, untuk membenahi lima poin penting yang harus dilakukan Indonesia.

Kelima poin itu adalah standard keamanan stadion, prosedur pengamanan pertandingan dari steward dan kepolisian, hubungan sosial, jadwal pertandingan, dan pendampingan.

Tragedi Kanjuruhan setelah laga Arema FC vs Persebaya Surabaya, Sabtu, (1/10) , terjadi karena masalah-masalah di atas. Standar keamanan stadion yang diabaikan, hingga penerapan prosedur yang salah dalam pengamanan pertandingan.

Berikut 5 poin yang diperintahkan FIFA agar sepak bola Indonesia menjadi lebih baik.

1. Standar Keselamatan Stadion

Terkait standar keamanan stadion, FIFA meminta peningkatan kualitas stadion yang ada di seluruh Indonesia. Ada tiga hal yang ditekankan FIFA terkait poin ini, yakni peninjauan secara komprehensif pada stadion di indonesia, baik level nasional dan internasional, agar memenuhi standar keamanannya. Kemudian, perihal penempatan personel keamanan, steward, suporter, dan pemain secara terpisah sepanjang laga. Dan poin ketiga adalah meninjau sistem keamanan di stadion.

2. Prosedur dan Protokol Petugas Keamanan dan Kepolisian

FIFA menekankan standarisasi kebijakan polisi, steward, dan petugas keamanan dalam mengamankan kerumunan sebelum, selama, dan setelah pertandingan untuk disesuaikan dengan standar keselamatan internasional.

3. Menjalin Hubungan

Menggelar dialog dengan klub untuk mendapatkan informasi yang relevan, yang masuk dalam proses pembenahan yang diminta. FIFA juga meminta suporter dilibatkan dalam upaya reformasi tersebut, dalam bentuk pandangannya, juga lewat kesepakatan dan rangka kerja yang bertujuan menghindari situasi berisiko, bereskalasi, dan kekerasan.

4. Jadwal Pertandingan

FIFA meminta jadwal pertandingan ditinjau untuk menghindari situasi berisiko dalam beberapa pertandingan. FIFA menyarankan agar pertandingan digelar tak lebih dari pukul 5 sore, dan hanya untuk akhir pekan (Sabtu dan Minggu)

5. Pendampingan

FIFA meminta Indonesia bekerja sama dengan institusi lain dan ahli secara global dalam urusan keamanan dan keselamatan di stadion untuk bisa membangun sistem yang lebih baik.

TAG :
Baca Juga
LIPUTAN KHUSUS