Kemenkeu Tawarkan Obligasi Ritel Indonesia Pertama Tahun Ini, Begini Cara Belinya

Logo Obligasi Negara Ritel Indonesia (ORI). (doc Kemenkeu)

PARBOABOA, Jakarta – Bagi masyarakat yang sedang bingung untuk menentukan pilihan investasi yang aman, pilihan yang satu ini sepertinya akan cocok. Masyarakat dapat mencoba membeli surat berharga negara (SBN) berupa Obligasi Ritel Indonesia (ORI) seri ORI021 yang akan ditawarkan mulai hari ini Senin (24/1).

Direktur Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko (DJPPR) Kementerian Keuangan Luky Alfirman mengatakan ORI021 ini memang memiliki tenor hingga 3 tahun dengan kupon atau imbal hasil yang cukup besar mencapai 4.9 persen per tahun.

"ORI021 ini merupakan SBN ritel pertama yang ditawarkan pada 2022 ini, SBN ritel perdana kita. Insyallah ini akan membuka jalan yang lebih baik di 2022," kata Luky, Senin (24/1).

Masyarakat yang berminat untuk membeli ORI ini, dapat melakukan pemesanan sejak hari ini hingga 15 Februari mendatang, dengan nilai pemesanan minimal Rp 1 juta dan maksimal Rp 2 miliar.

Luky mengungkapkan ada beberapa keuntungan yang akan didapat masyarakat yang memilih investasi dengan memberi ORI ini yaitu:

1. Keuntungan yang pertama yang akan didapat masyarakat dari investasi ORI ini adalah dari segi keamanan. Seperti diketahui ORI diterbitkan oleh pemerintah, sehingga jauh dari kebangkrutan dan dijamin oleh Undang Undang.

2. ORI dapat dibeli dengan mudah secara online, bahkan bagi kaum milenial yang baru belajar berinvestasi. Bahkan saat jumlah ini kaum milenial menjadi pembeli ORI terus bertambah.

3. Kupon yang ditawarkan cukup kompetitif di level 4,9 persen dengan tenor relatif pendek selama 3 tahun.

 4. Dengan membeli ORI, masyarakat tak hanya sekedar berinvestasi, namun sekalian berkontribusi dalam pembangunan negara.

Untuk membeli ORI Ini masyarakat dapat menghubungi 28 Mitra Distribusi yang telah ditetapkan DJPRR Kementerian Keuangan secara online. Kemudian menyelesaikan proses pendaftaran dengan mengisi data pribadi, dilanjutkan dengan pemesanan, pembayaran, dan kemudian diakhiri dengan penyelesaian atau konfirmasi.

Adapun 28 mitra distribusi ini berupa 18 bank yaitu

1. PT Bank Central Asia Tbk

2. PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk

3. PT Bank CIMB Niaga Tbk

4. PT Bank OCBC NISP Tbk

5. PT Bank Commonwealth

6. PT Bank Panin Tbk

7. PT Bank Danamon Indonesia Tbk

8. PT Bank Permata Tbk

9. PT Bank DBS Indonesia

10. PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk

11. PT Bank HSBC Indonesia

12. PT Bank UOB Indonesia

13. PT Bank Mandiri (Persero) Tbk

14. PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk

15. PT Bank Maybank Indonesia Tbk

16. PT Bank Victoria International Tbk

17. PT Bank Mega Tbk

18. Standard Chartered Bank Indonesia.

Selain dari 18 Bank diatas, pembelian ORI ini juga dapat dilakukan melalui perusahaan efek seperti: PT BRI Danareksa Sekuritas, PT Trimegah Sekuritas Indonesia Tbk, PT Mandiri Sekuritas, Perusahaan Financial Technology.

Selanjutnya, pembelian bisa melalui Agen Penjual Efek Reksa Dana (APERD) yakni PT Bareksa Portal Investasi, PT Investree Radhika Jaya, PT Bibit Tumbuh Bersama, PT Lunaria Annua Teknologi (koinworks), PT Nusantara Sejahtera Investama (FUNDtastic+), PT Mitrausaha Indonesia Grup (modalku), dan PT Star Mercato Capitale (Tanamduit).

Editor: -
TAG :
Baca Juga
LIPUTAN KHUSUS