Dinsos Medan Akan Tutup Panti Asuhan Tunas Kasih Olayama Raya, 26 Penghuni Dikembalikan ke Keluarga

Kapolrestabes Medan, Kombes Valentino Alfa Tatareda mengungkapkan, Panti Asuhan Yayasan Tunas Kasih Olayama Raya tidak terdaftar di Dinas Sosial Kota Medan. (Foto: PARBOABOA/Ilham Pradilla)

PARBOABOA, Medan -  Dinas Sosial Kota Medan, Sumatra Utara akan menutup Panti Asuhan Yayasan Tunas Kasih Olayama Raya setelah pengelolanya diduga melakukan eksploitasi ekonomi lewat siaran langsung di platform digital, TikTok.

"Saat ini masih proses," ungkap Kepala Dinas Sosial Kota Medan, Khoirudin Rangkuti, Kamis (21/9/2023).

Untuk anak-anak panti asuhan, kata Khoirudin, telah diserahkan kepada keluarga.

"Yang bayi kita kembalikan kepada keluarganya. Yang lain  sementara diserahkan di sentra bahagia milik Kementerian Sosial," katanya.

Adapun penghuni Panti asuhan Tunas Kasih Olayama Raya sebanyak 26 orang, terdiri dari bayi, balita dan anak-anak.

Pemulangan penghuni Panti Asuhan Yayasan Tunas Kasih Olayama Raya Medan ini juga dibenarkan Kapolrestabes Medan, Kombes Valentino Alfa Tatareda.

Ia mengatakan, Polrestabes Medan telah bekerja sama dengan Pemerintah Kota Medan terkait nasib anak panti asuhan yang diduga dieksploitasi secara ekonomi.

"Untuk anak kita koordinasikan dengan Pak Kadis. Dua orang dikembalikan ke orang tua, 4 orang kita serahkan pada Dinas Sosial Deli Serdang dan 20 lainnya kita (taruh) di (yayasan) Sentra Bahagia dari Kemensos," kata Valentino.

Valentino mengungkapkan, Panti Asuhan Yayasan Tunas Kasih Olayama Raya ini ternyata tidak terdaftar di Dinas Sosial Kota Medan.

"Sementara kita duga tidak ada izin. Sudah kita kordinasilan juga dengan Pemko Medan," katanya.

Tidak hanya itu, Polrestabes Medan juga tengah menelusuri motif lain di balik penitipan bayi berusia 2 bulan di panti asuhan tersebut.

"Modusnya masih kita dalami juga, apakah semacam titipan, atau ada kesepakatan kesepakatan lainnya," pungkas Valentino.

Sebelumnya, Polrestabes Medan menangkap ZZ, pengelola  Panti Asuhan Yayasan Tunas Kasih Olayama Raya Medan yang diduga melakukan eksploitasi ekonomi kepada anak panti.

ZZ melakukan siaran langsung secara digital (live streaming) di akun TikTok.

Dalam live streaming itu, ia memberi makan bubur kepada bayi berusia 2 tahun, sekitar jam 01.00 dini hari.

ZZ diperkirakan memperoleh keuntungan dari live streaming dengan mempertontonkan kegiatan anak-anak di Panti Asuhan Tunas Kasih Olayama Raya Medan sebesar Rp20 juta hingga Rp50 juta per bulan.

TAG :
Baca Juga
LIPUTAN KHUSUS