Husnul Khotimah Artinya: Tanda, Penulisan, dan Perbedaannya dengan Khusnul Khotimah

Husnul Khotimah (Foto: Parboaboa/Lamsari)

PARBOABOA – Husnul Khotimah adalah istilah yang memiliki makna mendalam dalam konteks kehidupan spiritual dalam agama Islam.

Arti Husnul Khotimah secara harfiah berasal dari bahasa Arab yang dapat diterjemahkan sebagai "penutup yang baik" atau "kesudahan yang baik."

Melansir buku Panduan Fardu Kifayah Beserta Doa oleh H. Sopian Riduan (2023), arti Husnul Khotimah adalah sebuah akhir yang baik, dan kalimat ini sering diucapkan ketika terdapat seseorang yang meninggal.

Telah dijelaskan tentang hal tersebut dalam Surat Ali-Imran Ayat 102:

يَّأَيُّهَا الَّذِينَ ءَامَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ، وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنتُم مُّسْلِمُونَ

Artinya: "Wahai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dengan sebenar-benar takwa, dan janganlah kalian mati melainkan dalam keadaan muslim (berserah diri) ". (QS. Ali-Imran: 102).

Istilah ini merujuk pada kondisi atau keadaan seseorang pada saat akhir hayatnya yang diharapkan berada dalam kebaikan dan kesucian.

Artikel ini akan membahas lebih lanjut mengenai tanda-tanda Husnul Khotimah, penulisan yang benar dalam bahasa Arab, dan perbedaan arti Khusnul Khotimah dan Husnul Khotimah

Simak penjelasannya berikut ini!

Arti Husnul Khotimah

Arti husnul khotimah (Foto: Parboaboa/Nada)

Melansir buku Tiket ke Surga (Doa2 Mustajab) oleh Abdul Majid dan Isfa'udin (2004), Husnul Khotimah adalah mendapatkan kebaikan pada saat akhir hayat atau pada saat usia menginjak kematian, juga keselamatan pada saat sakaratul maut.

Mendapatkan keselamatan pada saat sakaratul maut adalah impian semua orang. Pada saat itulah semua urusan dengan dunia dilupakan.

Sakaratul maut merupakan tanda di mana Allah akan mengambil nyawa kita dari badan.

Ada doa yang dipanjatkan jika seorang hamba ingin akhir hidupnya husnul khotimah. Doa husnul khotimah ini dibaca oleh orang-orang yang berhati suci dan senantiasa menjaga ketakwaan dengan memperbanyak amalan-amalan, serta orang yang selalu menyeimbangkan antara dzikir dan fikir.

Banyak hadits yang menerangkan bahwa Nabi Muhammad SAW sering membaca doa ini. Seperti keterangan dari Ibnu Abbas yang mengatakan bahwa Nabi membaca ayat-ayat terakhir dari surat Ali-Imran pada sepertiga malam atau saat menjelang tidur atau menjelang subuh.

Tanda Husnul Khotimah

Tanda husnul khotimah (Foto: Parboaboa/Nada)

Melansir buku Panduan Fardu Kifayah Beserta Doa oleh H. Sopian Riduan (2023), seseorang yang meninggal dalam keadaan baik memiliki tanda-tanda tersendiri. Berikut adalah tanda-tanda husnul khotimah perempuan dan laki-laki:

a. Mengucap Kalimat Syahadat saat akan Meninggal

Dari Mu'adz bin Jabal radhiyallahu anhu, Nabi SAW bersabda, "Barang siapa yang akhir perkataannya adalah kalimat 'laa ilaha illallah' (tidak ada sesembahan yang berhak disembah selain Allah), maka dia akan masuk surga." (HR. Abu Daud)

b. Meninggal Dunia dengan Kening Berkeringat

Dari Buraidah bin Al-Hashib radhiyallahu anhu, Rasulullah SAW bersabda, "Kematian seorang mukmin dengan keringat di kening." (HR. Tirmidzi, Ibnu Majah, An-Nasa'i, dan Ahmad)

c. Disebut Syahid Selain Syahid di Medan Perang

Dari Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu, Rasulullah SAW bersabda, "Orang yang mati syahid ada lima, yakni orang yang mati karena tho'un (wabah), orang yang mati karena menderita sakit perut, orang yang mati tenggelam, orang yang mati karena tertimpa reruntuhan dan orang yang mati syahid di jalan Allah." (HR. Bukhari dan Muslim)

d. Meninggal Saat Nifas, ataupun saat Sedang Hamil bagi Wanita

Dari 'Ubadah bin Ash-Shamit radhiyallahu'anhu, bahwa Nabi Muhammad SAW menyebutkan beberapa syuhada', di antaranya:

"Dan wanita yang dibunuh anaknya (karena melahirkan) masuk golongan syahid, dan anak itu akan menariknya dengan tali pusarnya ke surga." (Disebutkan oleh Syaikh Al-Albani dalam Ahkam Al-Janaiz, hlm. 53. Beliau menyatakan bahwa sanad hadits ini shahih)

e. Karena Begal, Hartanya Ingin Dirampas Orang Lain

Dari Abu Hurairah radhiyallahu'anhu, ia berkata bahwa ada seseorang yang menghadap Rasulullah SAW, ia berkata, "Wahai Rasulullah, bagaimana pendapatmu jika ada seseorang yang mendatangiku dan ingin merampas hartaku?"

Beliau bersabda: "Jangan kau beri kepadanya." Ia bertanya lagi, "Bagaimana pendapatmu jika ia ingin membunuhku?" Beliau bersabda: "Bunuhlah dia." "Bagaimana jika ia malah membunuhku?", ia balik bertanya. "Engkau dicatat syahid", jawab Nabi shallallahu'alaihi wa sallam. "Bagaimana jika aku yang membunuhnya?", ia bertanya kembali. "Ia yang di neraka", jawab Nabi SAW. (HR. Muslim).

f. Meninggal Ketika Ribath (Menjaga Wilayah Perbatasan) di Jalan Allah

Dari Salman Al-Farisi radhiyallahu anhu, Rasulullah SAW bersabda:

"Berjaga-jaga sehari-semalam (di daerah perbatasan) lebih baik daripada puasa beserta shalat malamnya selama satu bulan. Seandainya ia meninggal, maka pahala amalnya yang telah ia perbuat akan terus mengalir, dan akan diberikan rezeki baginya, dan ia terjaga dari fitnah." (HR. Muslim)

g. Meninggal Dalam Keadaan Melakukan Amal Shalih

Dari Hudzaifah Ibnul Yaman radhiyallahu'anhu, Nabi shallallahu'alaihi wa sallam bersabda, "Barangsiapa mengucapkan laa ilaha illallah karena mencari wajah Allah kemudian amalnya ditutup dengannya, maka ia masuk surga. Barang siapa berpuasa karena mencari wajah Allah kemudian amalnya diakhiri dengannya, maka ia masuk surga. Barang Siapa bersedekah kemudian itu menjadi amalan terakhirnya, maka ia masuk surga."

(Disebutkan oleh Syaikh Al-Albani dalam Ahkam Al-Janaiz, halaman. 58. Beliau mengatakan bahwa sanad hadits ini shahih).

Penulisan Husnul Khotimah yang Benar

Penulisan husnul khotimah (Foto: Parboaboa/Nada)

Banyak masyarakat mungkin sudah tahu tentang arti husnul khotimah untuk laki-laki dan perempuan. Sayangnya, yang banyak terjadi di tengah masyarakat adalah penulisan husnul yang keliru seperti khusnul.

Perubahan kalimat ini tentu juga akan memengaruhi arti husnul khotimah itu sendiri. Pada konteks kematian yang baik, tulisan yg benar Husnul Khotimah.

Perbedaan Husnul Khotimah dan Khusnul Khotimah

Perbedaan husnul khotimah dan khusnul khotimah (Foto: Parboaboa/Nada)

Pada dasarnya istilah husnul khotimah berarti akhir yang baik dan khusnul khotimah berarti akhir yang rendah. Perbedaan husnul khatimah dan khusnul khatimah juga terletak pada persoalan transliterasi dari bahasa Arab ke bahasa Latin.

Istilah husnul khatimah dalam bahasa Arab ditulis dengan حسن الخاتمة sehingga huruf ح dibaca dengan alfabet 'h'.

Maka tulisan حسن الخاتمة menjadi dibaca husnul khatimah yang artinya akhir yang baik. Sementara itu, kalimat خسن الخاتمة yang dalam tulisan latin disebut khusnul khatimah memiliki arti akhir yang hina.

Pencapaian akhir yang baik dan penuh berkah merupakan tujuan utama setiap individu dalam menjalani kehidupan beragama.

Melalui pemahaman akan tanda-tanda Husnul Khotimah Arab, diharapkan Anda dapat memperkuat pondasi keimanan dan ketakwaan.

Di luar hal-hal tersebut, banyak umat Muslim yang juga melafalkan doa “allahumma inni as aluka husnul khotimah” untuk memohon doa dirinya meninggal dalam keadaan baik.

Kesadaran akan pentingnya mempersiapkan diri untuk akhirat menjadikan setiap langkah dan amal perbuatan sebagai investasi menuju husnul khotimah.

Semoga pembahasan ini memberikan inspirasi dan motivasi untuk terus meningkatkan kualitas beragama Anda, sehingga Anda dapat mencapai akhir yang baik, disertai dengan ridha Allah SWT.

Selamat berusaha menuju Husnul Khotimah, yang merupakan impian setiap jiwa yang beriman.

Editor: Lamsari Gulo
TAG :
Baca Juga
LIPUTAN KHUSUS