Husnul Khotimah: Arti, Tanda, dan Doanya

Penulis : Sari | Islam | 16-01-2023

Doa Husnul Khotimah (Foto: Parboaboa/Lamsari)

PARBOABOA, Pematang Siantar – Husnul khotimah merupakan istilah atau sebutan yang biasanya digunakan untuk menggambarkan kondisi umat Muslim yang meninggal dunia atau berakhir dengan baik.

Semua umat Muslim tentu mendambakan dapat meninggalkan dunia dalam kondisi husnul khotimah. Mengapa demikian? Karena jika meninggal dalam keadaan baik maka ganjaran yang didapatkan adalah surga.

Lantas apa itu husnul khotimah? Bagaimana tanda dan apa doanya? Untuk menjawab itu semua, berikut Parboaboa sudah merangkum dari berbagai sumber. Langsung simak ulasan di bawah ini ya.

Pengertian Husnul Khotimah

Husnul khotimah artinya akhir hidup seseorang dalam keadaan baik. Hal tersebut menjadi impian para umat Muslim. Sebab, akhir hidup yang baik memiliki keutamaannya sendiri.

Dalam bahasa Arab, husnul khotimah berasal dari kata hasna yakni baik, dan khotimah berarti sebuah akhir. Kebalikan dari husnul khotimah adalah su’ul khotimah yang diterjemahkan menjadi situasi di mana seseorang meninggal dalam keadaan buruk, yakni berpaling dari Allah SWT.

Mati syahid adalah salah satu contoh mati dalam keadaan husnul khotimah, artinya orang tersebut mati ketika berjuang di jalan Allah. Hal itu menjadi tanda-tanda bahwa amal saleh seseorang diterima oleh Allah.

Tanda atau Ciri-Ciri Orang yang Mati dalam Keadaan Husnul Khotimah

Secara umum, mereka yang mati dalam keadaan husnul khotimah adalah orang yang menghembuskan nafas terakhirnya dalam keadaan beriman dan melakukan amal saleh. Adapun secara khusus, husnul khotimah dapat dikenali dengan berbagai macam kondisi, yaitu:

1. Mengucapkan Kalimat Syahadat

Jika seseorang yang sedang menghadapi sakaratul maut dan dapat mengucapkan kalimat syahadat, maka itu merupakan salah satu ciri orang yang meninggal dalam keadaan husnul khotimah. Penting diketahui bahwa tidak semua orang bisa mengucapkan itu ketika momen terakhir mengembuskan nafas. Hal tersebut sesuai dengan sabda Rasulullah SAW:

“Barang siapa mengucapkan: “Saya bersaksi bahwa tidak ada sesembah yang berhak disembah dengan benar kecuali Allah SWT semata, tidak ada sekutu bagi-Nya, Muhammad adalah hamba-Nya dan utusan-Nya, dan bersaksi bahwa Isa adalah hamba Allah dan anak dari hamba-Nya dan kalimat-Nya yang disampaikan kepada Maryam serta Ruh dari-Nya dan bersaksi pula bahwa surga adalah benar adanya dan neraka pun benar adanya”, maka Allah akan memasukkannya ke dalam surga dari delapan pintu surga yang mana saja yang dia kehendaki.” (HR. Muslim)

2. Mati Syahid

Seperti yang disinggung di atas, mati syahid atau berjuang di jalan Allah SWT dan mati dalam peperangan membela Islam merupakan salah satu ciri atau kondisi di mana seseorang mati dalam keadaan husnul khatimah.

وَلَا تَحْسَبَنَّ ٱلَّذِينَ قُتِلُوا۟ فِى سَبِيلِ ٱللَّهِ أَمْوَٰتًۢا ۚ بَلْ أَحْيَآءٌ عِندَ رَبِّهِمْ يُرْزَقُونَ 

Artinya: Janganlah kamu mengira bahwa orang-orang yang gugur di jalan Allah itu mati. Bahkan mereka itu hidup di sisi Tuhannya dengan mendapat rezeki. (QS Ali Imran: 169)

Penting untuk diketahui bahwa orang yang tidak terlibat peperangan bukan berarti mereka tidak bisa mati dalam keadaan syahid. Orang yang mati jika terkena wabah juga dapat dikatakan mati syahid.

الطَّاعُونُ شَهَادَةٌ لِكُلِّ مُسْلِمٍ

Artinya: “Orang yang mati karena penyakit sampar adalah syahid bagi setiap Muslim". (HR Bukhari).

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah SAW bersabda:

"Orang yang mati syahid ada lima, yakni orang yang mati karena tho’un (wabah), orang yang mati karena menderita sakit perut, orang yang mati tenggelam, orang yang mati karena tertimpa reruntuhan dan orang yang mati syahid di jalan Allah." (HR. Bukhari dan Muslim)

3. Dahi atau Keningnya Berkeringat

Tanda orang mati dalam keadaan husnul khatimah berikutnya adalah bahwa dahi atau keningnya berkeringat. Hal tersebut sebagaimana diriwayatkan oleh para imam pengarang Sunan, sebagai berikut:

 عن بُرَيْدَةَ بن الحصيب رضي الله عنه ، أَنَّهُ كَانَ بِخُرَاسَانَ ، فَعَادَ أَخاً لَهُ وَهُوَ مَرِيضٌ ، فَوَجَدَهُ بِالْمَوْتِ ، وَإِذَا هُوَ يَعْرَقُ جَبِينُهُ فَقَالَ : اللَّهُ أَكْبَرُ ، سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم يَقُولُ : " مَوْتُ الْمُؤْمِنِ بِعَرَقِ الْجَبِينِ  

Artinya: Dari Buraidah bin Hashib RA, dia berada di Khurasan. Lalu, saudaranya kembali kepadanya dalam keadaan sakit sehingga ia sempat menyaksikan kematiannya. Saat saudaranya meninggal dunia, ia melihat keringat keluar dari dahinya, dan berkata, "Allahu Akbar". Aku mendengar Rasulullah SAW bersabda, "Meninggalnya seorang mukmin ditandai dengan keringat di dahinya." (HR Tirmizi, Nasa'i, dan Ibnu Majah).

4. Meninggal Dunia pada Malam Jumat atau Hari Jumat

Jika seseorang meninggal pada malam Jumat atau siang harinya, menurut hadist Abdullah bin Umar hal itu merupakan salah satu tanda meninggal dalam keadaan baik.

َنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عَمْرٍو رضي الله عنهما ، عَنِ النَّبِيِّ صلى الله عليه وسلم قَالَ : " مَا مِنْ مُسْلِمٍ يَمُوتُ يَوْمَ الْجُمُعَةِ أَوْ لَيْلَةَ الْجُمُعَةِ إِلاَّ وَقَاهُ اللَّهُ فِتْنَةَ الْقَبْرِ 

Artinya: Dia mendengar bahwa Nabi SAW bersabda, "Tidaklah seorang Muslim meninggal dunia pada Jumat atau malamnya, melainkan Allah akan melindunginya dari fitnah siksa kubur." (HR Tirmidzi)

5. Ketika Ribath di Jalan Allah

Seseorang yang mati dalam keadaan husnul khotimah adalah mereka yang sedang melakukan ribath di jalan Allah. Ribath adalah upaya menjaga wilayah perbatasan.

Dari Salman Al-Farisi radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

"Berjaga-jaga sehari-semalam (di daerah perbatasan) lebih baik daripada puasa beserta shalat malamnya selama satu bulan. Seandainya ia meninggal, maka pahala amalnya yang telah ia perbuat akan terus mengalir, dan akan diberikan rezeki baginya, dan ia terjaga dari fitnah." (HR. Muslim)

Doa Husnul Khotimah

Melansir dari NU Online, berikut ini beberapa doa yang bisa dipanjatkan agar dapat meraih Husnul Khotimah adalah:

1. Surat Ali Imran

رَّبَّنَآ إِنَّنَا سَمِعۡنَا مُنَادِيٗا يُنَادِي لِلۡإِيمَٰنِ أَنۡ ءَامِنُواْ بِرَبِّكُمۡ فَ‍َٔامَنَّاۚ رَبَّنَا فَٱغۡفِرۡ لَنَا ذُنُوبَنَا وَكَفِّرۡ عَنَّا سَيِّ‍َٔاتِنَا وَتَوَفَّنَا مَعَ ٱلۡأَبۡرَارِ

Artinya: “Ya Tuhan kami, sesungguhnya kami mendengar (seruan) yang menyeru kepada iman, (yaitu): ‘Berimanlah kamu kepada Tuhanmu,’ maka kamipun beriman.

2. Surat Al-Baqarah

وَمِنۡهُم مَّن يَقُولُ رَبَّنَآ ءَاتِنَا فِي ٱلدُّنۡيَا حَسَنَةٗ وَفِي ٱلۡأٓخِرَةِ حَسَنَةٗ وَقِنَا عَذَابَ ٱلنَّارِ

Artinya: “Dan di antara mereka ada orang yang berdoa: "Ya Tuhan kami, berilah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat dan peliharalah kami dari siksa neraka." (QS Al-Baqarah: 201)

3. Surat Yusuf

فَاطِرَ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ أَنْتَ وَلِيِّي فِي الدُّنْيَا وَالْآخِرَةِ تَوَفَّنِي مُسْلِمًا وَأَلْحِقْنِي بِالصَّالِحِينَ

Artinya: “Ya Allah Tuhan Pencipta langit dan bumi. Engkaulah Pelindungku di dunia dan di akhirat. Wafatkanlah aku dalam keadaan Islam dan gabungkanlah aku dengan golongan orang-orang yang saleh.” (QS Yusuf: 101)

Demikianlah penjelasan lengkap tentang husnul khotimah. Semoga kita bisa mengamalkannya dengan baik.

Editor : -

Tag : #pendidikan islam    #husnul khotimah    #islam    #doa    #mati syahid   

Baca Juga