Tipe-tipe Orang Manipulatif Adalah Pengertian, Ciri, Faktor Penyebab, dan Cara Mengatasinya

Ilustrasi Sikap Manipulatif (Foto: Pinterest/Yourtango.com)

PARBOABOA - Manipulatif adalah sebuah frasa yang berkonotasi negatif.

Hal tersebut karena diartikan sebagai sebuah perilaku menyimpang seseorang yang akan melakukan segala cara untuk dapat memanfaatkan orang lain demi maksud dan tujuan tertentu.

Sikap manipulatif adalah berusaha menciptakan ketidakseimbangan kekuasaan dan memanfaatkan korban untuk memperoleh kekuasaan, kendali, manfaat, serta hak istimewa dengan mengorbankan mereka

Namun, apakah kalian sudah tahu bagaimana cara mengenali orang-orang yang memiliki perilaku manipulatif, faktor penyebab, dan cara menghadapi perilaku menyimpang tersebut?

Untuk itu, pada pembahasan kali ini Parboaboa akan berbagi informasi terkait yang dapat kamu simak di bawah ini!

Pengertian Manipulatif

Pengertian Manipulatif (Foto: Pinterest/Freepik) 

Arti manipulatif adalah suatu tindakan yang secara sengaja mendapatkan keuntungan dari orang dengan cara memanfaatkannya.

Dikutip dari buku Bahagia itu (Tidak) Sederhana oleh Saviola Abimanyu (2017), manipulatif adalah sifat atau tindakan yang selalu mengambinghitamkan orang lain atau mencari-cari alibi untuk melarikan diri dari masalah.

Pelaku manipulatif tidak akan segan melakukan berbagai cara apapun mulai dari cara yang bersih sampai cara yang kotor, demi memuaskan hasratnya untuk memanfaatkan orang lain dengan maksud dan tujuan tertentu.

Caranya memanipulasi orang lain bisa membuat kamu tidak menyadari bahwa teman dekat atau pasanganmu mungkin adalah pelaku manipulatif.

Trik halus yang digunakan oleh manipulator tersebut bertujuan agar kamu merasa iba dan tidak menyadari bahwa kamu telah dimanipulasi.

Kamu mungkin tidak akan menyangka bahwa seorang manipulator akan menunjukkan sifat buruknya, ketika keinginannya tidak terpenuhi.

Bahkan mereka akan mulai menggunakan cara-cara yang kotor dengan segala cara agar keinginannya tercapai.

Memiliki teman atau pasangan dengan sikap manipulatif dapat sangat menguras energi baik secara fisik maupun mental, karena setiap harinya kamu akan kehilangan pemahaman tentang dirimu sendiri akibat terlalu sering dimanipulasi.

Oleh karena itu, setelah menyadari bahwa sifat manipulatif adalah sesuatu yang menyimpang, sangat penting untuk memilih teman dekat atau bahkan pasangan dengan bijak agar kamu juga dapat merasakan energi positif dari orang-orang terdekatmu.

Ciri-ciri Orang Manipulatif

Ciri-ciri Orang Manipulatif (Foto: Pinterest/Yourtango.com) 

Kepribadian seseorang dapat terganggu akibat dari perkembangan yang tidak matang dan menyimpang dari keadaan yang ada.

Dari keadaan tersebut, seseorang akan mengalami kegagalan dalam menyesuaikan diri.

Mengutip dari buku Memahami Perilaku dan Kejiwaan Manusia oleh Alvin Koswanto (2020), terdapat beberapa ciri-ciri orang yang memiliki sifat manipulatif adalah sebagai berikut:

  1. Sikap dan perilakunya cenderung merugikan orang lain.
  2. Mementingkan diri sendiri dan tidak pernah menyesal telah mencelakakan orang lain.
  3. Selalu menghindari tanggung jawab dari masalah-masalah yang ditimbulkan.
  4. Memiliki keterampilan berbicara yang sangat baik dan persuasif.
  5. Cenderung berbohong dan mengubah fakta untuk mendukung kepentingan pribadi.
  6. Memiliki kemampuan untuk menipu orang lain dan membuat mereka merasa bersalah atau meragukan diri mereka sendiri.
  7. Sering mengambil alih situasi dan memaksakan keinginannya pada orang lain.
  8. Memanipulasi emosi orang lain dengan memanfaatkan perasaan seperti takut, cemas, atau bersalah.
  9. Suka memanipulasi orang lain dengan menciptakan konflik, membangkitkan persaingan, atau memicu pertengkaran.
  10. Seringkali menunjukkan kepedulian palsu dan kemudian memanfaatkan situasi tersebut untuk memperoleh keuntungan.
  11. Cenderung menunjukkan perilaku yang merendahkan orang lain atau mengkritik orang lain dengan keras.
  12. Memiliki kecenderungan untuk memanipulasi situasi dan mengalihkan tanggung jawab pada orang lain.

Faktor Penyebab Sikap Manipulatif

Seseorang yang memiliki sikap manipulatif seringkali dipicu oleh trauma masa lalu yang menghantui dirinya. Artinya, ada alasan tertentu yang memicu seseorang pada akhirnya memiliki sikap manipulatif.

Seseorang yang berasal dari keluarga yang kurang harmonis, berasal dari lingkungan yang toxic, atau mungkin korban bullying yang menimbulkan rasa trauma dan skeptis pada orang lain akan menjadikan dendam pribadi mereka sebagai alasan untuk memanipulasi orang lain.

Selain beberapa faktor. tersebut, seseorang memiliki sifat manipulatif di atas ternyata ada faktor lain seperti, gangguan mental atau masalah kepribadian yang menjadi faktor penyebab yang kuat seseorang memiliki sifat manipulatif.

Mengapa ada orang manipulatif? Ada 4 alasan mengapa ada orang manipulatif, yaitu pola asuh, mekanisme pertahanan, gangguan kepribadian, dan lingkungan yang toxic.

1. Pola Asuh

Pola asuh yang buruk dari orang tua menjadi salah satu faktor penyebab mengapa seseorang menjadi manipulatif.

Masa kecil yang tidak bahagia seperti selalu dihukum ketika melakukan kesalahan sekecil apapun, tidak pernah mendapatkan apresiasi dari orang tua sama sekali, dan selalu terabaikan dalam keluarga akan menjadi sebuah trauma masa kecil yang akan terbawa sampai dewasa dan akan menyebabkan seseorang memiliki sifat manipulatif.

Misalnya, dalam suatu hubungan kamu memiliki pasangan yang dirasa mempunyai sifat manipulatif hal ini bisa saja terjadi, karena pasangan kamu tidak mendapatkan cukup kasih sayang dari orang tuanya sejak kecil.

Inilah alasan mengapa ada cowok manipulatif yang memanipulasi pasangannya setiap ada masalah dalam hubungan mereka, karena merasa perempuan itu lemah dan tidak akan melawan padanya.

Cowok manipulatif memiliki trik umum yang akan mereka gunakan untuk membuat kamu merasa bersalah dan akhirnya menyerah pada tuntutan mereka. 

2. Mekanisme Pertahanan

Seseorang yang lemah biasanya juga menjadikan cara manipulatif sebagai mekanisme bertahan hidup untuk menghadapi lingkungan yang sulit atau kompetitif, terutama ketika seseorang tidak memiliki kuasa dan kendali atas orang banyak.

Tindakan ini berupa beberapa cara yang terkadang tidak kita sadari.

Bahkan, kebaikan bisa saja menjadi sebuah cara memanipulasi orang lain agar tujuannya tercapai dengan mulus.

3. Gangguan Kepribadian

Seseorang yang memiliki sifat manipulatif terkadang tidak menyadari bahwa mereka memiliki sifat yang menyimpang.

Hal ini didasari karena mereka memiliki masalah terhadap eksistensi diri mereka sendiri.

Sifat dan sikap manipulatif seringkali terkait dengan gangguan kepribadian seseorang yang ingin mendapat perhatian dari orang lain dan ingin diakui tentang keberadaan mereka di kehidupan sosial.

4. Lingkungan yang Toxic

Lingkungan yang buruk seringkali menciptakan kepribadian yang buruk juga.

Seseorang yang berasal dari lingkungan yang toxic sudah terbiasa melihat berbagai perkataan atau perbuatan menyimpang yang dibiarkan begitu saja dan dianggap lumrah.

Apa yang mereka saksikan tentunya akan menjadi contoh buruk mengapa seseorang nantinya memiliki kepribadian yang buruk pula, karena hal itu dinormalisasikan dan dianggap biasa oleh lingkungan darimana ia tumbuh dan berkembang.

Tak heran jika kamu melihat seseorang yang memiliki sifat manipulatif tidak akan merasa bersalah terhadap kesalahan yang ia lakukan dan justru malah menyalahkan balik orang lain atas perbuatan yang ia lakukan.

Bagaimana Cara Menghadapi Perilaku Manipulatif?

Cara Menghadapi Perilaku Manipulatif (Foto: Pinterest/Ravishly.com) 

Kamu tidak boleh menormalisasikan perilaku manipulatif bahkan jika pelakunya adalah orang-orang terdekatmu, karena jika dibiarkan maka perilaku tersebut akan menjadi sebuah bom waktu bagi dirimu dan orang lain yang akan menjadi korban manipulasi selanjutnya.

Untuk itu, sangat perlu mengetahui apa saja cara yang tepat untuk menghadapi perilaku manipulatif adalah sebagai berikut:

1. Bersikap Tegas

Kamu harus bersikap tegas, jelas, dan spesifik dalam melakukan hal apapun ketika menghadapi seorang yang memiliki perilaku manipulatif termasuk ketika kamu hendak menyampaikan pendapat agar seorang manipulator itu sendiri tidak dapat mengendalikanmu dengan seenaknya.

2. Minta Maaf Secukupnya

Jika kamu memang memiliki kesalahan, maka minta maaf secukupnya dan jangan berlebihan terlebih dalam menghadapi seorang manipulator yang sangat lihai bersilat lidah dan memutar balikan fakta.

Minta maaf jika memang kamu salah, namun jangan sampai membuat harga dirimu dijatuhkan dengan cara harus memohon-mohon hanya untuk diberikan maaf oleh seseorang yang manipulatif.

3. Meminimalisir Interaksi

Cara selanjutnya yang dapat kamu terapkan untuk menghadapi perilaku manipulatif adalah dengan cara meminimalisir interaksi dengan orang yang memiliki perilaku tersebut.

Hal ini akan menjadi salah satu cara yang efektif agar kamu tidak semakin jauh untuk dimanfaatkan dan dikendalikan oleh seorang manipulator yang memiliki niat buruk terhadap dirimu.

Tipe-tipe Orang Manipulatif

Berikut ini adalah beberapa tipe orang yang memiliki sikap manipulatif adalah sebagai berikut:

Gaslighting

Gaslighting adalah tindakan manipulatif yang bertujuan membuat seseorang meragukan ingatan, persepsi, atau kewarasan mereka sendiri.

Contohnya adalah ketika seseorang mendistorsi fakta dengan mengklaim bahwa apa yang dikatakan atau dilakukan tidak pernah terjadi, atau bahkan memutar kejadian agar terlihat sebagai kebenaran.

Playing Victim

Playing Victim adalah jenis tindakan manipulatif di mana pelaku menempatkan diri dalam posisi korban, meskipun sebenarnya mereka tidak berada dalam posisi tersebut.

Contohnya, seseorang dapat mengklaim bahwa mereka selalu dirugikan atau tidak dihargai, meskipun hal itu tidak sepenuhnya benar.

Guilt-tripping

Guilt-tripping adalah bentuk manipulasi yang bertujuan membuat seseorang merasa bersalah dan bertanggung jawab atas sesuatu yang sebenarnya bukan sepenuhnya kesalahan mereka.

Contohnya adalah ketika seseorang meminta bantuan atau dukungan, tetapi kemudian menyalahkan orang tersebut jika hasilnya tidak sesuai harapan.

Triangulasi

Triangulasi adalah tindakan manipulatif yang melibatkan orang ketiga dalam suatu situasi atau hubungan, dengan tujuan menciptakan ketegangan atau konflik.

Sebagai contoh, seseorang dapat melaporkan kejadian atau pernyataan kepada orang ketiga yang tidak terkait, memicu perasaan cemburu atau persaingan.

Love-Bombing

Love-bombing adalah tindakan manipulatif yang dilakukan dengan memberikan pujian, perhatian, atau hadiah secara berlebihan dalam waktu singkat, dengan tujuan membuat seseorang merasa senang atau bergantung pada pelaku.

Sebagai contoh, seseorang dapat memberikan hadiah atau perhatian berlebihan pada awal hubungan, tetapi kemudian berubah menjadi kurang peduli atau bahkan tidak berperilaku sama sekali.

Silent Treatment

Silent Treatment adalah tindakan manipulatif yang dilakukan dengan tidak memberikan respons atau mengabaikan orang lain, dengan tujuan membuat orang tersebut merasa bersalah atau tidak dihargai.

Contohnya adalah ketika seseorang memutuskan komunikasi secara tiba-tiba atau menghindari pertemuan, tanpa memberikan alasan yang jelas.

Sekian pembahasan yang dapat Parboaboa sampaikan tentang memahami perilaku manipulatif pada seseorang yang sangat penting untuk kamu ketahui agar kamu tidak menjadi korban perilaku manipulatif tersebut ya. Semoga bermanfaat!

Editor: Ratni Dewi Sawitri
TAG :
Baca Juga
LIPUTAN KHUSUS