Deputi Bappilu DPP Demokrat, Kamhar Lakumani.

Sekjen PDIP Serang Demokrat dan SBY, Demokrat: Sok Intelek-Banyak Ngeles!

Maraden | Politik | 25-10-2021

PARBOABOA, Jakarta – Perseteruan PDIP dan Partai Demokrat terkait Pemilu 2009 berlanjut lagi. Deputi Bappilu DPP Demokrat Kamhar Lakumani mengatakan politikus PDIP Hasto Kristiyanto sok intelektual atau ngeles dan kebanyakan menghindar.

Kamhar mengutarakan hal itu menjawab wartawan terkait serangan Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto terhadap Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dan partainya.

"Lagi-lagi Hasto ngeles dan semakin melebar dari pokok persoalan awal tentang tuduhannya bahwa presiden sebelum Jokowi lamban dalam mengambil keputusan. Namun setelah disajikan fakta yang terbukti sebaliknya, Hasto ngeles dan kembali memproduksi kebohongan baru," kata Deputi Bappilu DPP Demokrat Kamhar Lakumani, Senin (25/10/2021).

Kamhar menanggapi pernyataan Hasto yang menyatakan banyaknya kecurangan pada pemulu di era SBY. Menurut Kamhar, hal ini membuktikan Hasto gagal move on karena pada saat itu pasangan yang diusung partainya kalah.

"Tanggapan Hasto menunjukkan dia insecure dan sedang terpapar virus kengawuran. Hasto terlalu arogan dengan membuat pernyataan sok intelek yang justru melecehkan kewarasan publik. Ini mempertontonkan kedunguan yang nyata," tuturnya.

Sebelumnya Sekjen PDIP, Hasto Kristiyanto menyerang partai Demokrat dan ketua Majelis Tingginya, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Hasto mengatakan pihaknya tetap harus mengungkap kecurangan yang dilakukan Partai Demokrat pada Pemilu 2009 lalu. Hal itu dikatakannya agar kecurangan serupa tidak terjadi lagi pada Pemilu yang akan datang.

Hasto lantas memberi salah satu contoh kecurangan manipulasi data yang terjadi saat Pemilu 2009. Dia menyebut ada kecurangan manipulasi DPT dengan bekurangnya jumlah kursi yang diperebutkan di Pacitan antara tahun 2009 dan 2014-2019

"Bukti kecurangan manipulasi DPT misalnya dengan berkurangnya jumlah kursi yang diperebutkan di Pacitan antara tahun 2009 dan 2014-2019 berkurang sebanyak 5 kursi. Itu salah satu bukti penggelembungan DPT," tuturnya.

Deputi Bappilu Partai Demokrat, Kamhar Lakumani lantas menyatakan PDIP belum bisa move on atas kekalahan di 2009. 

Hasto kemudian mengungkapkan jika partainya Perjuangan selalu move on melalui langkah-langkah organisasi yang sistemik seperti pendidikan pol, kaderisasi kepemimpinan, dan bahkan bergerak cepat masuk ke kebudayaan, gerakan penghijauan dll.

Tag : politik, partai demokrat, pdip, pemilu 2009, pdip derang demokrat, sby

Berita Terkait