4 Penambang Emas Liar di Madina Tewas Tertimbun Longsor

Evakuasi pekerja tambang emas liar di Madina, yang tewas tertimpa longsor

PARBOABOA, Madina - Area penambangan emas tanpa izin di Kecamatan Lingga Bayu, Kabupaten Mandailing Natal, Sumatera Utara longsor hingga menyebabkan korban jiwa.

Longsor pertama kali terjadi pada Kamis (25/11), di areal penambangan emas liar di Kelurahan Tapus. Korban berinisial A (50) dan RR (17) yang tengah bekerja tiba-tiba ditimpa longsor dan tertimbun.

"Tiba-tiba tanpa disadari, tanah yang berada di depan korban mengalami longsor dan menimbun keduanya," kata Kepala Polisi Sektor Lingga Bayu Polres Mandailing Natal AKP Jamal, Senin (29/11).

Beberapa pekerja lainnya yang berada di lokasi mencoba menyelamatkan keduanya. Setengah jam dilakukan penggalian keduanya berhasil ditemukan, namun sudah meninggal dunia.

Tak berselang lama pada Sabtu (27/11) longsor kembali terjadi di Desa Parbatasan. Dua penambang emas berinisial H (35) dan K (41) tertimbun longsor saat istirahat. Warga kembali melakukan penggalian, sayangnya korban ditemukan sudah dalam keadaan meninggal.

"Keduanya tertimbun longsor saat sedang beristirahat, dan berhasil dievakuasi warga lainnya dalam keadaan meninggal dunia," ujar Jamal.

Jamal menjelaskan, peristiwa beruntun yang merenggut empat nyawa tersebut, masih dalam proses penyidikan. Dan diduga sebagai kecelakaan kerja.

Aktivitas tambang liar di Madina pernah mendapat sorotan dari Gubernur Sumut Edy Rahmayadi. Pada bulan Juli 2021 lalu, saat pelantikan M Jakfar Sukhairi Nasution dan Atika Azmi Utammi Nasution sebagai bupati dan wakil bupati Mandailing Natal, Edy meminta pasangan pemimpin baru itu untuk segera menutup tambang liar di daerah tersebut. Karena tambang liar yang semakin merajalela menyebabakan kerusakan lingkungan yang cukup parah.

Editor: -
TAG :
Baca Juga
LIPUTAN KHUSUS