Prabowo Targetkan Ekonomi Indonesia Tembus 8 Persen, Pengamat: Terlampau Ambisius

Presiden Terpilih Prabowo Subianto (Foto: Instagram @prabowo)

PARBOABOA, Jakarta - Dinamika perekonomian global termasuk Indonesia saat ini masih harus melewati berbagai risiko.

Hal ini sangat dipengaruhi oleh ketidakpastian situasi geopolitik, perubahan iklim yang berdampak pada ketahanan pangan dan energi, hingga perlambatan kondisi perekonomian.

Walau demikian, Presiden terpilih Prabowo Subianto tetap optimis bisa membawa ekonomi Indonesia menembus angka 8 persen dalam waktu tiga tahun sejak ia menjabat 20 Oktober nanti.

Keyakinan tersebut ia sampaikan saat berbicara dalam Qatar Economic Forum yang dikutip dari tayangan YouTube Bloomberg Live, Jumat (18/5/2024).

Prabowo, percaya diri bisa mewujudkan mimpi tersebut. Ia mengakui bahwa dirinya sudah berbicara dengan ahli dan mempelajari angka-angka terkait pertumbuhan ekonomi saat ini.

Bahkan ia menganggap bahwa untuk mencapai angka 8 persen sangat mudah. "Saya bertekad untuk melampauinya," tegasnya.

Keyakinan Prabowo tersebut karena ia berkomitmen berbagai program yang telah dijalankan Presiden Jokowi akan dilanjutkan oleh pemerintahannya nanti sehingga mimpi itu bisa terwujud.

Prabowo merujuk pada program di antaranya hilirisasi dan swasembada pangan hingga energi.

Baginya, semua bidang yang telah ia rincikan tersebut menjadi kunci utama untuk mencapai pertumbuhan ekonomi hingga 8 persen.

Lebih lanjut, ia menguraikan bahwa pada tahun-tahun pertama pemerintahannya akan berkonsentrasi pada pertanian, pangan, produksi pangan, distribusi pangan, dan energi.

Karena itu, ia akan membangun budaya ramah lingkungan dengan cara yang tepat dan cepat. Selain itu, ia juga berencana memproduksi solar dari minyak sawit sebagai pendorong pertumbuhan ekonomi yang sangat kuat.

Menurutnya, ketika pemerintah berhasil menciptakan bahan bakar sendiri, utamanya dari sumber daya alam (SDA) yang dimiliki, maka penghematan besar akan terjadi pada anggaran impor BBM.

Target yang sulit tercapai

Menanggapi keinginan Prabowo tersebut, lembaga keuangan internasional Asian Development Bank (ADB) menilai target pertumbuhan ekonomi sebesar 8% yang ditargetkan Prabowo tersebut sulit terwujud, apalagi kondisi perekonomian global saat ini cukup memprihatinkan.

Menurut Ekonom Utama ADB Indonesia, Arief Ramayandi, untuk sampai pada cita-cita Presiden terpilih tersebut, ada beberapa hal yang perlu dilakukan pemerintah, mulai dari menggenjot sektor industri hingga mendorong iklim kompetisi di Indonesia.

"Kalau lihat kondisi ekonomi global saat ini, tentu sangat berat untuk sampai pada target pertumbuhan ekonomi 8%,” terang Arief dalam acara ADB Economic Outlook 2024 di Jakarta, Kamis (16/05/2024).

Menurut Arief, permintaan dalam negeri menjadi faktor utama yang mendorong pertumbuhan ekonomi.

Pada kesempatan itu juga, ia memperkirakan ekonomi Indonesia akan tumbuh pada level 5% pada tahun 2024 dan 2025.

Baginya, pada periode tersebut, pertumbuhan ekonomi Indonesia di Asia Tenggara masih lebih tinggi dibandingkan Malaysia, Singapura, dan Thailand.

Sementara Analis Ekonomi dari Strategic and Economic Action Institution (ISEAI), Ronny P. Sasmita, menilai wajar cita-cita Prabowo tersebut.

Ia menjelaskan setiap calon pemimpin pasti mengutarakan hal yang sama, seperti Jokowi juga dulu. Menurutnya, berangan-angan itu bagus apalagi terkait bidang ekonomi.

Prabowo, sambungnya, pasti menyadari pentingnya pertumbuhan ekonomi yang tinggi sebagai landasan untuk membawa Indonesia keluar dari jebakan 5 persen, "termasuk dari middle income trap," ujarnya kepada media, Jumat (17/05/2024).

Namun, ia meminta supaya mimpi itu tidak terlampau ambisius. Apalagi keinginan itu hanya berdiri di atas program yang telah dikerjakan Jokowi.

Sementara, yang dicanangkan oleh Prabowo-Gibran sendiri belum ada program yang sudah clear untuk membumikan harapan tersebut.

Bagi Ronny, untuk sampai pada cita-cita tersebut, pemerintahan Prabowo-Gibran harus melakukan perubahan secara radikal pada strategi pembangunan ekonomi nasional.

Sebab kalau hanya mengandalkan jargon 'keberlanjutan' dari pemerintahan Jokowi, maka semuanya akan berujung nihil.

Walau demikian, ia tetap memuji kepercayaan diri Prabowo untuk memimpin dan membawa Indonesia keluar dari keterpurukan di bidang ekonomi.

Lantas, ia berharap mimpi itu bisa menjadi titik start yang tepat untuk mewujudkan Indonesia yang lebih baik.

Editor: Norben Syukur
TAG :
Baca Juga
LIPUTAN KHUSUS