Tawadhu Adalah: Pengertian, Dalil, Ciri-ciri, Manfaat, Contoh dan Keutamaan

Tawadhu adalah sikap rendah hati (Foto: Parboaboa/Ratni)

PARBOABOA – Nabi Muhammad SAW sebagai utusan Allah SWT yang membawa ajaran islam sebagai jalan menuju kebahagiaan di dunia dan akhirat. Dalam ajaran Islam, terdapat banyak konsep penting yang harus dipahami dan diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari, seperti istiqomah dan tawadhu.

Tawadhu adalah sikap rendah hati, merendahkan diri, dan menghormati orang lain. Konsep tawadhu memiliki peran yang sangat penting dalam agama Islam, dan merupakan salah satu sifat yang harus dimiliki oleh setiap Muslim.

Sikap rendah hati dapat menjadikan manusia sebagai muslim yang taat mengikuti jalan Allah SWT dan menjadi manusia sosial yang menghargai individu lain. Namun, sayangnya masih banyak orang yang belum memahami cara membentuk sikap ini agar dapat tertanam sebagai akhlak dan sifat dari diri seorang muslim.

Dalam pembahasan ini, Parboaboa akan membahas secara lebih mendalam tentang konsep tawadhu adalah dalam Islam, lengkap dengan pembahasan tentang dalil, ciri-ciri, adab, tujuan, jenis, keutamaan dan contohnya dalam kehidupan sehari-hari.

Pengertian Tawadhu Adalah

Tawadhu (Foto: Parboaboa/Ratni)

Tawadhu' secara bahasa adalah berasal dari bahasa Arab تَوَاضُعٌ (tawaadhu'), yang berarti merendahkan diri, rendah hati, atau sikap rendah diri. Kata ini berasal dari kata dasar وَاضَعَ (waaḍa'a) yang berarti meletakkan atau menempatkan, sehingga tawadhu' memiliki makna meletakkan diri atau menempatkan diri pada posisi yang rendah.

Arti tawadhu adalah sikap rendah hati, kesederhanaan, atau pengakuan atas kekurangan diri. Dalam konteks keagamaan Islam, tawadhu dianggap sebagai salah satu akhlak terpuji yang harus dimiliki oleh umat Muslim.

Pengertian tawadhu adalah mengajarkan umat muslim untuk menghindari sifat sombong dan angkuh, serta menghargai keberadaan orang lain. Dengan tawadhu, seseorang diharapkan mampu mengendalikan keinginan untuk selalu menonjolkan keunggulan diri dan berlomba-lomba untuk mendapatkan pujian dan pengakuan dari orang lain.

Sebaliknya, tawadhu memungkinkan seseorang untuk menerima kekurangan diri dengan lapang dada dan bersikap rendah hati, serta berusaha untuk meningkatkan kualitas diri melalui proses pembelajaran dan pengalaman.

Lawan tawadhu adalah sifat sombong atau angkuh. Sifat sombong dan angkuh merupakan sikap yang cenderung meremehkan atau merendahkan orang lain, serta selalu ingin menonjolkan keunggulan diri sendiri. Sifat ini dapat membuat seseorang menjadi tidak rendah hati dan tidak menghargai keberadaan orang lain.

Dalil Tawadhu

Tawadhu (Foto: Parboaboa/Ratni)

Berikut dalil tentang sikap tawadhu adalah surah Al-Hujurat ayat 13 dan QS. Al-Isra’ ayat 37, yang berbunyi :

1. Surah Al-Hujurat ayat 13

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لَا تَرْفَعُوا أَصْوَاتَكُمْ فَوْقَ صَوْتِ النَّبِيِّ وَلَا تَجْهَرُوا لَهُ بِالْقَوْلِ كَجَهْرِ بَعْضِكُمْ لِبَعْضٍ أَن تَحْبَطَ أَعْمَالُكُمْ وَأَنتُمْ لَا تَشْعُرُونَ

Bacaan latin: Ya ayyuha alladzina amanu la tarkabu bayna yadayi Allahi warasulih, wattaqu Allaha innallaha sami'un 'alimun.

Artinya: "Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu menganggap rendah satu sama lain. Janganlah kamu memandang sebelah mata satu sama lain dan janganlah pula saling menggunjing. Apakah ada di antara kamu yang suka memakan daging saudaranya yang sudah mati? Tentu kamu merasa jijik. Dan bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Penerima taubat lagi Maha Penyayang."

2. QS. Al-Isra’ ayat 37

وَلَا تَمْشِ فِى ٱلْأَرْضِ مَرَحًا ۖ إِنَّكَ لَن تَخْرِقَ ٱلْأَرْضَ وَلَن تَبْلُغَ ٱلْجِبَالَ طُولًا

Bacaan latin: Wa lā tamsyi fil-arḍi maraḥā, innaka lan takhriqal-arḍa wa lan tablugal-jibāla ṭụlā

Artinya: "Dan janganlah kalian berjalan di bumi ini dengan sombong, karena sesungguhnya kalian tidak akan dap

Ayat tersebuti menegaskan pentingnya memiliki sikap tawadhu dalam Islam pergaulan dengan sesama manusia, di mana setiap orang harus saling menghormati dan menghargai satu sama lain, serta tidak merendahkan atau memandang sebelah mata orang lain. Dalam ayat tersebut, Allah SWT juga mengingatkan agar umat manusia tidak terlibat dalam praktek menggunjing dan fitnah yang dapat merusak hubungan sosial antar sesama manusia.

Selain itu, dalam hadis riwayat Bukhari dan Muslim, Nabi Muhammad SAW juga mengatakan: "Tidaklah seorang hamba yang merendahkan dirinya karena Allah melainkan Allah akan meninggikan derajatnya." Hadis ini menegaskan pentingnya sikap tawadhu dalam kehidupan seorang muslim dan menjanjikan pahala yang besar bagi orang yang memiliki sikap tawadhu.

Adab Tawadhu Adalah

Tawadhu (Foto: Parboaboa/Ratni)

Bersikap tawadhu adalah termasuk adab ketika menjalani kehidupan sehari-hari maupun dalam kehidupan beragama. Dalam Islam, bersikap tawadhu dianggap sebagai salah satu akhlak terpuji yang harus dimiliki oleh setiap muslim. Berikut adalah beberapa situasi di mana bersikap tawadhu dianggap sebagai adab yang baik:

  • Berbicara dengan orang lain: Bersikap tawadhu adalah termasuk adab ketika berbicara dengan orang lain, sebaiknya bersikap tawadhu dan tidak merendahkan atau mengkritik orang lain. Hindari juga merasa lebih pintar atau lebih baik dari orang lain dalam percakapan.
  • Berpakaian: Saat berpakaian, sebaiknya bersikap tawadhu dengan memilih pakaian yang sederhana dan sopan. Hindari menggunakan pakaian yang mencolok atau berlebihan yang dapat menunjukkan kesombongan.
  • Menerima hadiah atau pujian: Saat menerima hadiah atau pujian dari orang lain, sebaiknya bersikap tawadhu dengan tidak menunjukkan kesombongan atau merasa lebih baik dari orang lain. Sebaliknya, ucapkan terima kasih dengan rendah hati dan menghargai kebaikan orang lain.
  • Beribadah: Saat beribadah, sebaiknya bersikap tawadhu dengan tidak menunjukkan kesombongan atau merasa lebih baik dari orang lain dalam beribadah. Sebaliknya, beribadah dengan khusyuk dan rendah hati, serta menghargai keberadaan orang lain yang juga sedang beribadah.

Oleh karena itu, bersikap tawadhu adalah adab ketika menjalani kehidupan sehari-hari dan dalam beragama, karena dapat membantu seseorang untuk menghargai keberadaan orang lain, menjalin hubungan yang baik dengan orang lain, serta meningkatkan kualitas diri melalui proses pembelajaran dan pengalaman.

Ciri-ciri Tawadhu Adalah

Tawadhu (Foto: Parboaboa/Ratni)

Salah satu ciri-ciriorang yang bersikap tawadhu adalah memiliki sikap rendah hati dan tidak sombong. Orang yang memiliki sifat tawadhu cenderung menghindari perilaku yang menunjukkan keunggulan atau superioritas diri.

Mereka tidak mudah merasa bangga atas pencapaian atau keberhasilan yang mereka miliki, dan selalu menghargai keberadaan orang lain. Selain itu, orang yang memiliki sifat tawadhu juga cenderung mudah memaafkan kesalahan orang lain dan tidak mudah marah atau tersinggung.

Orang yang memiliki sifat tawadhu juga cenderung memiliki sikap rendah diri dan tidak suka menonjolkan diri. Mereka tidak memperlihatkan kekayaan, kekuasaan, atau keunggulan yang dimiliki, dan cenderung menghindari pujian atau penghargaan yang berlebihan. Orang yang memiliki sifat tawadhu juga cenderung memiliki sikap sabar, rendah hati, dan menghargai pendapat orang lain.

Dalam agama Islam, sifat tawadhu juga dihubungkan dengan sikap mengakui kesalahan dan kekurangan diri sendiri. Orang yang memiliki sifat tawadhu dianggap sebagai orang yang rendah hati dan selalu berusaha memperbaiki diri agar menjadi lebih baik di hadapan Allah SWT. Oleh karena itu, sifat tawadhu sangat penting bagi setiap umat muslim yang ingin meraih keberkahan dan kebahagiaan di dunia maupun di akhirat.

Tujuan Tawadhu Adalah

Tawadhu (Foto: Parboaboa/Ratni)

Tujuan dari tawadhu adalah untuk mengembangkan sikap rendah hati dan menghindari sifat sombong atau ujub yang dapat merusak akhlak seseorang. Tawadhu merupakan salah satu akhlak terpuji dalam Islam yang sangat ditekankan oleh Nabi Muhammad SAW, karena sikap rendah hati ini dapat membantu seseorang memperoleh keridhaan Allah SWT dan juga memperoleh keberkahan dalam hidupnya.

Selain itu, dengan memiliki sikap tawadhu, seseorang juga dapat membangun hubungan sosial yang baik dengan orang lain, karena ia tidak sombong dan tidak meremehkan orang lain. Tujuan lain dari tawadhu adalah untuk membentuk pribadi yang kuat dan sabar dalam menghadapi berbagai cobaan dan tantangan dalam hidup, karena seseorang yang memiliki sikap tawadhu cenderung lebih sabar dan tidak mudah putus asa ketika menghadapi masalah.

Manfaat Memiliki Sifat Tawadhu Adalah

Tawadhu (Foto: Parboaboa/Ratni)

Salah satu hikmah atau manfaat dari memiliki sifat tawadhu adalah

  • Meningkatkan hubungan sosial: Orang yang memiliki sifat tawadhu cenderung mudah bergaul dengan orang lain dan tidak mudah membuat permusuhan. Sikap rendah hati dan menghargai orang lain akan membuat orang lain merasa nyaman dan senang berada di dekatnya.
  • Memperkuat hubungan dengan Allah SWT: Orang yang memiliki sifat tawadhu cenderung selalu berusaha untuk merendahkan diri di hadapan Allah SWT. Hal ini akan membuat hubungan dengan Allah SWT semakin erat dan kuat, karena orang yang tawadhu selalu sadar akan kekurangan dan kesalahan dirinya dan selalu berusaha untuk memperbaikinya.
  • Meningkatkan kesehatan mental: Orang yang memiliki sifat tawadhu cenderung lebih mudah menerima keadaan dan tidak mudah merasa stres atau tertekan. Mereka juga cenderung lebih mudah mengatasi masalah dan tidak mudah merasa putus asa atau depresi.
  • Meningkatkan kesuksesan: Orang yang memiliki sifat tawadhu cenderung lebih mudah meraih kesuksesan, karena mereka selalu menghargai pendapat dan saran orang lain. Mereka juga cenderung tidak mudah merasa puas dengan pencapaian yang telah diraih dan selalu berusaha untuk lebih baik lagi.
  • Meningkatkan keberkahan hidup: Orang yang memiliki sifat tawadhu cenderung lebih mudah meraih keberkahan hidup, karena mereka selalu berusaha untuk merendahkan diri di hadapan Allah SWT. Hal ini akan membuat Allah SWT merestui usaha dan perjuangan mereka dan memberikan keberkahan pada hidupnya.

Dengan demikian, sifat tawadhu merupakan sifat yang sangat penting dan bermanfaat bagi kehidupan seseorang, baik di dunia maupun di akhirat.

Jenis-jenis Tawadhu Adalah

Tawadhu (Foto: Parboaboa/Ratni)

Dalam Islam, terdapat beberapa jenis tawadhu yang dianjurkan untuk dipraktikkan, antara lain:

  1. Tawadhu yang dilakukan dalam ibadah: Ini termasuk dalam ibadah puasa, shalat, haji, dan lain-lain. Dalam ibadah, tawadhu diartikan sebagai mengikuti aturan-aturan yang telah ditetapkan oleh Allah SWT tanpa mengharapkan pujian atau penghargaan dari orang lain.
  2. Tawadhu dalam pergaulan: Tawadhu dalam pergaulan adalah sikap rendah hati dan merendahkan diri di hadapan orang lain, baik yang lebih tua maupun yang lebih muda, yang lebih kaya maupun yang lebih miskin, serta yang lebih tinggi maupun yang lebih rendah statusnya.
  3. Tawadhu dalam berpakaian: Tawadhu dalam berpakaian berarti mengenakan pakaian yang sederhana dan tidak berlebihan, serta tidak mengumbar kemewahan dalam berpakaian.
  4. Tawadhu dalam berbicara: Tawadhu dalam berbicara adalah sikap merendahkan diri dalam berbicara, tidak sombong dan tidak merendahkan orang lain.
  5. Tawadhu dalam bertindak: Tawadhu dalam bertindak berarti selalu berusaha memahami dan menghargai orang lain, tidak merasa lebih dari orang lain, serta tidak memaksakan kehendaknya pada orang lain.

Dalam keseluruhan jenis tawadhu tersebut, tujuannya adalah untuk menumbuhkan sikap rendah hati dan menghargai orang lain, serta meningkatkan kualitas iman dan mendekatkan diri kepada Allah SWT.

Dampak Tawadhu dalam Kehidupan Sehari-hari

Tawadhu (Foto: Parboaboa/Ratni)

Salah satu dampak tawadhu adalah dalam kehidupan sehari-hari adalah dapat mempererat hubungan sosial antarindividu. Ketika seseorang memiliki sikap tawadhu, ia cenderung lebih mudah bergaul dengan orang lain dan menjalin hubungan yang harmonis. Orang yang memiliki sikap tawadhu biasanya dapat lebih memahami dan menghargai perbedaan orang lain, sehingga dapat menjaga hubungan sosial yang baik dengan siapa pun.

Selain itu, sikap tawadhu juga dapat membantu seseorang menghindari konflik atau perselisihan dengan orang lain, karena ia tidak suka menyombongkan diri atau merasa lebih dari orang lain. Oleh karena itu, sikap tawadhu sangat penting untuk dipraktikkan dalam kehidupan sehari-hari, terutama dalam menjalin hubungan sosial yang baik dengan orang lain.

Contoh Tawadhu dalam kehidupan sehari-hari

Tawadhu (Foto: Parboaboa/Ratni)

Berikut adalah beberapa contoh tawadhu dalam Islam untuk diaplikasikan pada kehidupan sehari-hari:

  • Mengucapkan salam kepada siapa saja yang ditemui, tanpa memandang siapa mereka dan apa statusnya.
  • Tidak sombong dan merendahkan orang lain, baik dalam cara berbicara maupun bertindak.
  • Tidak memaksakan pendapat atau kehendaknya pada orang lain, serta selalu berusaha memahami dan menghargai pendapat orang lain.
  • Tidak mencari popularitas atau pujian dari orang lain atas perbuatannya.
  • Menghargai orang yang lebih tua, dan menghormati orang yang lebih muda.
  • Membantu orang lain tanpa mengharapkan imbalan atau pujian.
  • Tidak memamerkan kemewahan atau kekayaan yang dimilikinya.
  • Tidak berlomba-lomba dalam urusan dunia, melainkan berlomba-lomba dalam kebaikan dan amal shalih.
  • Selalu bersyukur atas segala nikmat yang diberikan Allah SWT, dan tidak merasa lebih dari orang lain.
  • Menggunakan uang atau harta yang dimilikinya untuk kebaikan dan kemaslahatan orang banyak, bukan untuk kepentingan pribadi semata.

Keutamaan Sifat Tawadhu Adalah

Tawadhu (Foto: Parboaboa/Ratni)

Berikut beberapa keutamaan tawadhu antara lain:

  • Mendapat kedudukan di sisi Allah: Orang yang memiliki sifat tawadhu dianggap lebih dekat dengan Allah SWT, karena sifat tawadhu merupakan sifat yang dicintai oleh Allah.
  • Meningkatkan kualitas iman: Sifat tawadhu juga dapat meningkatkan kualitas iman seseorang karena orang yang tawadhu cenderung lebih mampu mengendalikan nafsu dan emosinya, serta lebih mengutamakan kepentingan orang lain daripada dirinya sendiri.
  • Mendapat penghargaan dari orang lain: Orang yang tawadhu cenderung lebih dihormati oleh orang lain karena sikapnya yang rendah hati dan tidak sombong.
  • Mempermudah jalan menuju kesuksesan: Orang yang memiliki sifat tawadhu cenderung lebih mudah bekerja sama dengan orang lain, sehingga mempermudah jalan menuju kesuksesan.
  • Menjaga keharmonisan hubungan sosial: Sifat tawadhu juga dapat menjaga keharmonisan hubungan sosial, karena orang yang tawadhu cenderung lebih menghargai dan menghormati orang lain, serta lebih mudah memaafkan kesalahan orang lain.
  • Mendapatkan pahala dari Allah: Allah SWT berjanji akan memberikan pahala yang besar kepada orang yang memiliki sifat tawadhu dan rendah hati.
  • Dapat menjadi contoh teladan: Orang yang memiliki sifat tawadhu dapat menjadi contoh teladan bagi orang lain, terutama dalam hal merendahkan diri dan menghargai orang lain.

Demikianlah penjelasan tentang tawadhu adalah sikap rendah hati. Sebagai seorang muslim, sangat penting bagi kita memahami dan mengaplikasikan sifat ini dalam kehidupan sehari-hari. Semoga setelah membaca ulasan ini, kita menjadi salah satu orang yang tawadhu.

Editor: Lamsari Gulo
TAG :
Baca Juga
LIPUTAN KHUSUS