Katerina menceritakan awal dari penyekapan dan penyiksaan yang dialaminya (Tribun Medan)

Wanita Asal NTT Yang Disekap dan Disiksa di Medan, Ternyata Hendak di Jual ke Singapura

Sarah | Daerah | 15-04-2022

PARBOABOA, Medan - Seorang wanita bernama Katarina Kewa Tupen (21), pekerja asal Nusa Tenggara Timur (NTT) yang sempat diduga disekap dan disiksa ternyata hendak dijual ke Singapura.

Ia disekap dan disiksa di tempat penampungan yang berada di Perumahan Griya Albania, Kecamatan Medan Tembung, Sumatera Utara (Sumut).

Katarina menjelaskan, penyekapan dan penyiksaan yang dialaminya berawal saat dirinya mencari pekerjaan di grup media sosial (Medsos) Facebook.

Saat itu, dia mendapati informasi adanya lowongan pekerjaan yang dibagikan oleh pemilik akun Facebook bernama Evlyn pada Senin (21/3/2022) lalu.

"Awal kenalnya seorang perempuan berasal dari Kupang, nama Facebook nya Evlyn. Dia waktu itu menawarkan kerja untuk menjaga lansia ditempatkan di Kota Medan dengan gaji Rp 2 juta," kata Katarina, Jumat (15/4/2022).

Merasa tertarik, wanita ini pun kemudian mengomentari tawaran pekerjaan itu dan bertanya pada orang yang mengeposkan informasi tersebut.

"Nah, disitu saya langsung dikirim (pesan) inbox sama dia, dan dia bertanya apakah saya mau kerja. Saya bilang mau, terus di situ kami mulai berkenalan," sebutnya.

Wanita 21 tahun ini mengatakan, pemilik facebook itu sempat mengaku bahwa ia berasal dari kampung yang sama.

"Dia bilang kakeknya juga berasal dari Adonara (sebuah kampung di NTT). di situ saya yakin dan percaya, dia minta nomor telpon saya," tuturnya.

Usai memberikan nomor handphone, tidak lama kemudian ada seorang pria yang menghubunginya. Ternyata pria tersebut merupakan pemilik tempat penampungan PT Mitra Asia Sehati bernama Ahmad Yani Siregar.

"Saya langsung dihubungi oleh Ahmad Yani, dia menanyakan apakah saya betul-betul ingin bekerja, iya saya bilang mau bekerja," ucapnya.

Lalu,  pria itu meminta Katarina untuk langsung datang ke Kota Medan menggunakan pesawat terbang.

"Disitu dia (Ahmad) bilang datang langsung kerja, pas tanggal 21 Maret saya di pesan tiket pesawat dari Larantuka sampai Jakarta," katanya.

Selanjutnya ia pun langsung berangkat menuju Jakarta. Namun, sebelum meninggalkan bandara dirinya sempat bertemu dengan Evlyn.

"Pas saya sampai Kupang saya sempat bertemu dengan Evlyn, dia cuma tanya kabar saya, setelah itu saya berangkat," ceritanya.

Sesampainya di Jakarta, ternyata Ahmad telah menunggunya di Bandara Soekarno-Hatta. Kemudian, pada Selasa (22/3/2022) mereka pun berangkat ke Kota Medan.

Setiba di Medan,pria itu langsung membawa korban ke tempat penampungan.

"Waktu sampai di rumah itu, saya dibawa diperiksa kesehatan. Lalu diminta untuk ikut pelatihan tapi saya tidak mau," ucapnya.

Ia mengatakan, pihak penampungan langsung menyodorkan kontrak kepadanya dan menyuruhnya menandatangi kontrak tersebut.

Dalam isi kontrak tersebut, wanita asal NTT ini hanya membaca soal gajinya saja dengan nilai Rp1,3 juta dan surat perizinan dari orangtua.

Namun, alangkah terkejutnya ia setelah menandatangani itu semua, Ahmad menyampaikan bahwa dirinya akan dikirim ke negara Singapura. Karena itu, ia pun langsung memberotak.

"Saya langsung berontak, setelah itu handphone saya diambil. Saya dimasukkan ke gudang dan dikunci dari luar," ujarnya.

Sebelumnya, polisi telah mendapatkan laporan aduan, tentang adanya dugaan penyekapan, terhadap Katarina Kewa Tupen (21), seorang wanita asal NTT.

Kanit Reskrim Polsek Percut Seituan, Iptu Bambang Nurmiono mengatakan pihaknya telah mendapatkan kabar permasalahan tersebut.

Namun, ia mengungkapkan bahwa tidak ada penyekapan yang terjadi di PT Mitra Asia Sehati di Perumahan Griya Albania, Kecamatan Medan Tembung.

Tag : #penganiayaan    #ntt    #daerah    #medan tembung    #polrestabes medan    #berita sumut   

Baca Juga