Bencana Alam Sepanjang 2022, Mulai dari Banjir hingga Gempa Bertubi-Tubi di Akhir Tahun

Kondisi rumah warga Cianjur Jawa Barat usai terjadinya gempa (Foto: Parboaboa/Rendi Ilhami)

PARBOABOA, Pematang Siantar – Indonesia merupakan salah satu negara yang dikelilingi gunung berapi teraktif di dunia atau ring of fire. Maka dari itu, sejumlah bencama alam rentan terjadi di negeri ini.

Apa yang terjadi Sepanjang 2022 menjadi buktinya. Di mana Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat telah terjadi 3.522 peristiwa bencana alam di Indonesia sejak awal tahun hingga 31 Desember 2022.

Bencana alam yang paling sering menghampiri tanah air adalah banjir, yakni ada 1.520 kejadian. Jumlah tersebut setara dengan 43,1% dari total kejadian bencana alam secara nasional. Disusul 1.057 kejadian cuaca ekstream, 634 kejadian tanah longsor, 252 kebakaran hutan dan lahan (karhutla), 28 kejadian gempa bumi, 26 kejadian gelombang pasang/abrasi, 1 erupsi gunung berapi, serta 4 kejadian kekeringan.

Provinsi Jawa Barat menjadi wilayah paling sering mengalami bencana alam, yakni 871 kejadian. Kemudian diikuti oleh Jawa Tengah dan Jawa Timur, masing-masing 477 dan 396 kejadian. Sedangkan Provinsi Papua menjadi wilayah dengan jumlah paling sedikit mengalami bencana alam, yakni hanya delapan kejadian.

Seluruh kejadian yang terjadi di negeri ini pada 2022 telah membuat lebih dari 5,38 juta orang menderita dan mengungsi, sedangkan sebanyak 851 jiwa meninggal dunia, jumlah korban yang mengalami luka-luka sebanyak 8.726 dan 46 orang dilaporkan hilang.

Lalu, bencana alam terbesar apa saja yang terjadi di Indonesia sepanjang tahun 2022? Simak informasinya di bawah ini.

1. Angin Puting Beliung di Selawesi Selatan

Di awal tahun 2022, Indonesia harus menorehkan duka dengan terjadinya angin puting beliung yang melanda wilayah Kecamatan Bua, Kabupaten Luwu, Provinsi Sulawesi Selatan pada Sabtu (08/01/2022).

Dilaporkan, sedikitnya 45 rumah warga mengalami porak poranda. Rumah rusak terjadi di beberapa desa, yaitu 21 di Desa Lengkong, 20 di Desa Raja, serta 4 di Desa Karang-karangan, Kecamatan Bua, Kabupaten Luwu, Provinsi Sulawesi Selatan.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Luwu menyebutkan tidak ada korban jiwa atau luka-luka akibat peristiwa tersebut.

2. Gempa Pasaman Sumatra Barat (Sumbar)

Bencana alam berikutnya terjadi pada akhir Februari 2022 atau tepatnya pada Jumat (25/02/2022) pukul 08.39 WIB. Gempa bumi dengan kekuatan magnutudo 6,1 mengguncang wilayah Talamau, Pasaman Barat, Sumatra Barat (Sumbar).

Musibah tersebut menyebabkan 25 warga di Pasaman dan Pasaman Barat meninggal dunia, sementara 465 orang mengalami luka-luka. Lebih dari 16 ribu orang harus mengungsi di tenda darurat.

Badan Meteorologi klimatologi dan Geofisika (BMKG) menerangkan bahwa aktivitas Sesar Semangko penyebab gempa yang terjadi di daerah tersebut. Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan gempa bumi ini memiliki pergerakan mendatar.

Dilaporkan, hingga 4 Maret 2022 pukul 06.00 WIB, terjadi 204 kali gempa susulan dengan magnitudo bervariasi. Gempa susulan terbesar berkekuatan 5,1 Mw.

3. Puting Beliung di Sulawesi Selatan

Sebanyak 82 rumah di beberapa desa dan kelurahan di Kecamatan Maros Baru Kabupaten Maros diterjang angin puting beliung pada Kamis, (16/06/2022) sekitar pukul 16.30 WITA. Satu orang warga dilaporkan meninggal dunia akibat bencana alam tersebut.

BPBD Kabupaten Maros, Muhammad Fadly mengatakan, berdasarkan data dari Kecamatan Maros Baru, ada 82 rumah dan satu rumah ibadah rusak parah yang tersebar dari tiga desa dan kelurahan, yakni Kelurahan Baju Bodoa 43 rumah, Bori Kamase 11 rumah, dan Baji Pamai 28 rumah.

4. Banjir dan Longsor di Ambon

Hujan deras yang mengguyur wilayah Kota Ambon pada 19 Juni hingga 11 Juli 2022 lalu, menyebabkan banjir dan tanah longsor di wilayah Kecamatan Nusaniwe, Sirimau, Teluk Ambon, Teluk Ambon Baguala, dan Leitimur Selatan pada Jumat (08/07/2022).

BPBD Kota Ambon melaporkan bencara alam itu telah merenggut dua orang dan lima mengalami luka-luka. Sebanyak 1.153 kepala keluarga (KK) terdampak, yang terdiri atas 4.706 jiwa mengungsi ke lokasi yang aman.

Banjir tersebut turut mengakibatkan 831 rumah warga terendam banjir dan satu rumah sakit tergenang. Musibah longsor tersebut tersebar di 157 titik di Kota Ambon.

5. Gempa Bumi Mentawai Sumatra Barat

Bencana alam berikutnya terjadi di Mentawai Sumatra Barat (Sumbar) pada Senin (29/08/2022). Menurut BMKG, hingga pukul 20.30 WIB ada empat kali lindu yang dirasakan dalam waktu berbeda-beda di satu wilayah.

Lindu pertama terjadi diri hari pukul 00.04 WIB berkekuatan 5,2 dengan kedalaman 14 kilometer, kemudian terjadi lindu pada pukul 05.34 WIB, kali ini gemba bermagnitudo 5,9 dengan kedalaman 11 kilometer.

Masih di wilayah Kepulauan Mentawai, lindu kembali menggetarkan pada pukul 10.29 WIB dengan kekuatan magnitude 6,4 dan kedalaman 10 kilometer. Selanjutnya pada sore hari pukul 17.58 WIB, lindu menggetarkan Kecamatan Siberut Utara, Kabupaten Mentawai yang memiliki kekuatan magnitude 4 dengan kedalaman 10 kilometer.

Kepala BPBD Mentawai, Novriadi mengatakan setidaknya terdapat 3.277 warga terdampak gempa. Di antaranya 2.326 jiwa di Desa Simalegi dan 951 di Desa Simatula Siberut. Gempa tersebut mengakibatkan banyak bangunan rusak ringan, mulai dari rumah, sekolah, sampai puskesmas.

6. Banjir Aceh Utara

Memasuki Oktober 2022, banjir melanda Kabupaten Aceh Utara hingga memaksa 35.628 orang mengungsi ke tempat yang lebih aman. Wilayah terparah yang terendam banjir ada di Ibu Kota Aceh Utara, yaitu Kecamatan Lhoksukon. Di daerah tersebut, warga yang mengungsi mencapai 8.826 KK atau 30.635 jiwa.

Banjir terjadi dipicu karena curah hujan tinggi yang mengakibatkan meluapnya sungai Krueng Keureuto, Krueng Peutoe, Pirak, Nisam, Sawang dan sungai Krueng Pase sehingga meredam pemukiman penduduk.

7. Banjir dan Longsor di Bali

Pada pertengahan Oktober (17/10/2022), bencana banjir dan longsor melanda wilayah Kabupaten Karangasem dan Kabupaten Jembrana, Bali.

Kepala Pelaksana BPBD Bali Made Rentin mengatakan bencana banjir dan longsor yang terjadi di enam kabupaten di Bali mengakibatkan sembilan orang meninggal dunia. Secara rinci, korban jiwa akibat bencana tersebut datang dari kabupaten Jembrana satu orang, Kabupaten Karangasem tiga orang, Kabupaten Bangli satu orang, Kabupaten Tabanan tiga orang, dan Kota Denpasar satu orang.

Selain itu, Rentin menjelaskan bencana banjir bandang dan tanah longsor di Bali juga mengakibatkan beberapa jembatan penghubung di kabupaten putus, rumah warga rusak, serta ratusan keluarga mengungsi.

8. Gempa Cianjur

Penghujung di 2022, Indonesia masih diwarnai bencana alam yang bertubi-tubi. Peristiwa terparah adalah gempa Cianjur yang merenggut ratusan korban jiwa pada 21 Novemver 2022. Gempa tersebut memiliki kekuatan Magnitudo 5,6.

BNPB mencatat gempa tersebut mengakibatkan setidaknya 334 orang meninggal. Meski demikian. Bupati Cianjur Herman Suherman mengklaim bahwa korban jiwa lebih dari 600 orang.

"Laporan resmi Badan Nasional Penanggulangan Bencana yang meninggal dunia 334 orang, ternyata ada sekitar 600-an korban jiwa berdasarkan hasil pendataan kami di lapangan," ujar Herman Suherman di Pendopo Kabupaten Cianjur, dikutip dari tempo, Sabtu, (10/12/2022).

Menurut Suherman, jumlah korban nyaris dua kali lipat dari update resmi BNPB saat melakukan pendataan untuk memberikan dana kerohiman kepada keluarga yang meninggal dunia. Dia juga menambahkan, korban jiwa yang bertambah kemungkinan dari warga yang meninggal saat kejadian dan langsung dimakamkan tanpa laporan.

Gempa Cianjur berdampak pada 16 kecamatan dari total 32 kecamatan yang ada di kabupaten tersebut. Adapun desa yang terdampak mencapai 169 dari total 360 desa/kelurahan yang ada. Kemudian, 41.166 KK yang terdampak dan 114.683 penduduk tinggal di tempat pengungsian, baik pengungsian terpusat ataupun mandiri.

9. Banjir Kalimantan

Banjir melanda beberapa wilayah di Kalimantan Tengah dan Kalimantan Selatan selama hampir satu pekan hingga penghujung November 2022. BPBD Palangkaraya mengatakan di Kota Palangkaraya merendam 6.911 rumah hingga membuat 8.033 KK, yang terdiri dari 29.695 warga terdampak, serta sebanyak 17 dari total 30 kelurahan terendam banjir.

Banjir berkepanjangan di wilayah Kalimantan dari pertengahan September (12/9) tersebut imbas dari luapan Sungai Kahayan dan Rungan. Untuk itu, warga diwanti-wanti waspada banjir kiriman yang berpotensi kembali datang.

10. Erupsi Gunung Semeru

Gunung Semeru di Lumajang, Jawa Timur memuntahkan awan panasnya pada Minggu, 4 Desember 2022. Ribuan warga Lumajang mengungsi pasca peristiwa tersebut. Setelah itu, BNPB menaikkan status Gunung Semeru menjadi level IV atau awas.

Sebanyak 1.979 jiwa mengungsi di 11 titik setelah erupsi tersebut. Pusat Pengendali dan Operasi (Pusdalops) BNPB merinci 11 titik pengungsian erupsi Gunung Semeru itu meliputi 266 jiwa di SDN 4 Supiturang, 217 jiwa di Balai Desa Oro-oro Ombo, 119 jiwa di SDN 2 Sumberurip.

Sementara itu, wilayah yang terdampak awan panas guguran (APG) erupsi Gunung Semeru meliputi Desa Capiturang dan Sumberurip di Kecamatan Pronojiwo, Desa Sumbersari di Kecamatan Rowokangkung, Desa Penanggal dan Desa Sumberwuluh di Kecamatan Candipuro dan Desa Pasirian di Desa Pasirian.

Sehubung dengan adanya peningkatan status Gunung Semeru, Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) merekomendasikan kepada masyarakat agar tidak melakukan aktivitas apapun di sektor tenggara di sepanjang Besuk Kobokan, atau sejauh 13 km dari puncak (pusat erupsi).

11. Gunung Garut

Awal Desember (3/12/2022) gempa berkekuatan 6,4 magnitudo mengguncang Kabupaten Garut, Jawa Barat. Akibat gempa tersebut 1 korban mengalami luka dan terjadi kerusakan rumah warga. BPBD Jawa Barat menyebutkan tiga kecamatan terdampak parak adalah Pakenjeng, Cikelet, dan Selaawi.

BMKG melaporkan gempa Garut terjadi di 52 kilometer arah barat daya Kabupaten Garut. Kedalaman gempa pada 118 kilometer. Gempa yang terjadi pada pukul 16.42 WIB ini terasa hingga Ciamis, Kalapanunggal, Tasikmalaya, Pamoyanan, Panimbang, Bogor, hingga Jakarta sekitar.

12. Gempa Jember

Pada 6 Desember 2022, gempa mengguncang Jember, Jawa Timur (Jatim) pada pukul 13.07 WIB. Gempa bumi yang berpusat di Jember hari ini memiliki kekuatan magnitudo 6,0 dan guncangan tersebut terasa hingga Bali dan Nusa Tenggara Barat (NTB).

Menurut analisis BMKG, gempa Jember 6 Desember 2022 merupakan jenis gempa dangkal akibat adanya deformasi atau pematahan batuan di zona outerise. BMKG juga menyatakan gempa Jember kali ini tidak berpotensi menimbulkan gelombang tsunami.

13. Gempa Sukabumi

Berselang dua hari dari gempa Jember atau tepatnya pada 8 Desember 2022 gempa terjadi di Sukabumi, Jawa Barat pada pukul 07.50 WIB. Melansir dai situs resmi BMKG, gempa yang terjadi di Sukabumi memiliki kekuatan magnitudo 5,8.

Titik pusat gempa berada di darat 22 km tenggara Kota Sukabumi dengan kedalaman 104 km dan tercatat merusak 46 bangunan yang tersebar di 12 kecamatan. Bangunan rusak tersebut di antaranya terdiri dari rumah dan sekolah. Kerusakan terparah terjadi di Kecamatan Nagrak, yakni mencapai 31 unit rumah rusak.

14. Gempa Karangasem

Gempa beruntun dengan kekuatan magnitudo 5,2 mengguncang wilayah Karangasem, Bali, pada Selasa (13/12). BMKG melalui website resminya mengatakan Pusat gempa berada di laut 20 km timur laut Karangasem.

Akibat dari gempa tersebut, BPBD Provinsi Bali mencatat sebanyak 176 bangunan rusak, 9 orang mengalami luka ringan dan tidak ada laporan korban jiwa atau luka berat akibat gempa tersebut.

TAG :
Baca Juga
LIPUTAN KHUSUS