Truk Ngeblong yang membuat pengemudi Motor terpaksa menepi.

Bisakah Pengemudi Truk Lebih Beretika dijalan?

Maraden | Otomotif | 07-10-2021

PARBOABOA – Fenomena pengemudi truk ugal-ugalan sudah sering kali terjadi dan menjadi bahan berita yang hampir setiap hari menghiasi halaman media berita online. Tak jarang insiden kecelakaan lalu lintas terjadi melibatkan pengemudi truk.

Bisa dibilang tidak sedikit pengemudi truk di Indonesia yang berkendara ugal-ugalan, misalnya saja pengemudi truk yang mengebut atau melakukan aksi ngeblong, yakni berkendara melawan arah demi menyalip dua atau tiga kendaraan sekaligus. Sering terjadi sesama sopir truk saling menyalip tanpa menghiraukan kendaraan lain. Biasanya mobil yang lebih kecil dan sepeda motor harus rela minggir hingga ke bahu jalan saat truk nakal melakukan aksi ngeblong.

Belum lagi sopir yang melakukan aksi oleng di jalanan. Bahkan fenomena truk oleng pernah menjadi viral dan ramai dibuat kontennya di berbagai medsos seperti Tiktok dan Youtube.  

Tentu saja perilaku pengemudi truk tadi jauh dari kesan baik. Selain membahayakan dirinya sendiri, perikalu truk oleng juga sangat mengganggu pengendara lainnya. Pengendara lain jadi takut saat akan menyalip truk karena laju truk oleng tidak dapat diprediksi arahnya.

Memperbaiki perilaku pengemudi menjadi lebih baik secara teori memang mudah dikatakan, namun sebenarnya sangat sulit untuk direalisasikan. Tidak jarang pengemudi yang berkendara ugal-ugalan tadi disebabkan karena terlalu lelah bekerja. Sehingga sopir-sopir itu dengan memanfaatkan bodi truk yang besar melakukan manuver yang seringkali arogan. Bahkan ada slentingan yang mengatakan banyak sopir truk lebih percaya diri mengemudi setelah menegak sedikit minuman keras, tentu saja anggapan tersebut seratus persen keliru.

Training Director Safety Defensive Consultant Indonesia, Sony Susmana mengatakan, pengemudi truk bekerja atas tuntutan kebutuhan perutnya, sehingga seringkali mengesampingkan keselamatan berkendara.

Sony menjelaskan, sebenarnya ada beberapa langkah dan proses yang bisa dilakukan dalam mengubah perilaku pengemudi truk menjadi lebih baik. Pertama adalah dengan mengadakan training atau peningkatan skill terhadap para sopir truk.

Kedua, Lanjut Sony, para sopir seyogianya menyadari kekurangan pada dirinya, jadi dapat mengevaluasi sendiri tindakan yang salah, jadi evaluasi itu bukan harus dari orang lain. Namun untuk mengakui kekurangan, sepertinya masih sulit dilakukan pengemudi di Indonesia. Mereka masih beranggapan dapat melakukan apa saja untuk bisa sampai tepat waktu.

Sony melanjutkan, proses terakhir yang dapat dilakukan adalah menanamkan komitmen untuk menerapkan cara mengemudi yang benar.

“Tanpa training, mereka jadi minim pengetahuannya. Sebenarnya mereka akan sadar kalau sudah mengikuti training, hanya saja itu kembali lagi ke diri mereka masing-masing karena enggak bisa dipaksakan. Bahkan yang sudah pernah mengalami kecelakaan sekalipun,” tandas Sony, Rabu (07/10/2021).

Tag : #otomotif    #perilaku pengemudi    #kelakuan supir truk    #etika berlalulintas   

Baca Juga