Guna Menekan Angka Stunting di Kota Medan, Bobby Nasution Siapkan Anggaran Rp198 Miliar

Bobby Nasution siapkan anggaran Rp198 miliar untuk menekan stunting di Kota Medan (Foto: metrorakyat.com)

PARBOABOA, Medan – Wali Kota (Pemkot) Medan, Bobby Nasution tampaknya tak main-main dalam upaya menurunkan angka stunting di Kota Medan.

Keseriusan menantu Presiden Jokowi ini terlihat dari upayanya yang selalu mengajak kolaborasi antar Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemkot Medan dengan para pemangku kepentingan seperti perguruan tinggi, organisasi profesi hingga perusahaan untuk bersama-sama menurunkan angka penderita stunting di Kota Medan.

Bahkan Bobby Nasution yang menjadikan peningkatan kesehatan masyarakat sebagai salah satu program prioritasnya telah menyiapkan anggaran sebesar Rp198 miliar untuk mengatasi permasalahan stunting tersebut.

Dengan angka anggaran yang terbilang besar itu, Bobby Nasution berharap agar penanganan stuntig di Kota Medan dilakukan secara terintegerasi dan berbasis data yang lengkap. Artinya, seluruh OPD memiliki wewenang bersama dalam mengatasi stunting sesuai dengan tugas dan fungsinya masing-masing.

"Jangan ada lagi OPD yang berkaitan langsung dengan penanganan stunting dan OPD yang tidak berkaitan langsung dengan penanganan stunting. Semua OPD harus saling berkolaborasi, dengan begitu penanganan stunting di Kota Medan dapat optimal," kata Bobby Nasution dalam keterangannya, Jumat (14/10/2022).

Berkaitan dengan hal tersebut, Pemkot Medan juga sudah menyusun 15 program, 16 kegiatan dan 29 subkegiatan intervensi penurunan stunting terintegeritas yang dilaksanakan secara kolaboratif oleh seluruh OPD termasuk Kelurahan.

Kepala Bappeda Kota Medan, Benny Iskandar juga menyebutkan penanganan balita stunting di Kota Medan terdiri atas intervensi gizi spesifik dan intervensi gizi sensitif.

"Intervensi gizi spesifik itu meliputi pemberian makanan tambahan bagi bayi gizi buruk, pelaksanaan pos gizi, pelaksanaan komunikasi, informasi, edukasi terkait pencegahan stunting, pemberian ASI eksklusif, pemberian MP-ASI, Germas, tatalaksana gizi buruk, pemantauan dan promosi pertumbuhan, dan gerakan gemar makan ikan," bebernya.

Sementara intervensi gizi sensitif meliputi kegiatan peningkatan penyediaan air minum yang aman dan peningkatan penyediaan sanitasi yang layak.

"Diharapkan melalui langkah ini dapat menekan angka stunting di Kota Medan," ujarnya.

Editor: -
TAG :
Baca Juga
LIPUTAN KHUSUS