Jelang Lebaran 2024, Harga Beras di Simalungun Masih Kokoh di atas HET

Kantor BULOG Cabang Pematangsiantar Jl. Asahan No.29, Kec. Siantar, Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara (Foto: Parboaboa/Jeff Gultom)

PARBOABOA , Simalungun – Jelang hari Raya Idul Fitri, harga beras mengalami penurunan di beberapa tempat di tanah air, termasuk di Simalungun, Sumatra Utara (Sumut).

Menurut Direktur Utama Perum BULOG, Bayu Krisnamurthi, penurunan ini  masih berada di atas Harga Eceran Tertinggi (HET) sesuai dengan Peraturan Badan Pangan Nasional (BAPENAS) Republik Indonesia Nomor 7 tahun 2023.

Berdasarkan peraturan Badan Pangan Nasional (BAPENAS)  Republik Indonesia nomor 7 tahun 2023 untuk wilayah 2, salah satunya Sumatera Utara (Sumut), HET untuk beras premium adalah Rp. 14.400 sedangkan untuk beras medium adalah Rp 11.500.

Sementara menurut data yang dirilis lembaga yang sama untuk wilayah Sumut per Jumat (5/04/2024), harga rata-rata beras premium dengan jenis data panel pedagang eceran saat ini berada di angka Rp 15.250. Kemudian untuk beras medium berada di harga Rp 13.830.

Harga tersebut jika dibandingkan dengan harga rata-rata nasional menurut BAPENAS (Rp 16.140), maka  terdapat disparitas sebesar -5,51%  untuk beras premium dan -0,93% untuk beras medium.

Hal yang sama juga disampaikan oleh Manager Supply Chain dan Pelayanan Publik (SCPP) BULOG Cabang Pematangsiantar, Pencius Siburian.

Meski penurunan tidak signifikan, Ia menjanjikan bahwa pihaknya akan melakukan berbagai upaya dalam mengendalikan harga beras terutama dalam menyambut Lebaran.  Sehingga tidak menyebabkan kepanikan di masyarakat akibat terjadinya kelangkaan.

Saat ini, terangnya, BULOG kantor cabang Pematangsiantar masih memiliki stok beras medium  sebanyak 360 ton dan beras premium 50 ton, ada juga gula dan minyak.

“Kita memang selalu diperintahkan menjaga stok agar tidak ada kelangkaan,” ungkapnya kepada PARBOABOA, Kamis (04/04/2024).

Lebih lanjut, Pencius menjelaskan bahwa BULOG juga melaksanakan Gerakan Pangan Murah (GPM) dan peningkatan distribusi pada Rumah Pangan Kita (RPK).

Kegiatan tersebut dilaksanakan berkat kerja sama dengan Dinas Ketahanan Pangan yang berorentasi pada pemenuhan kebutuhan di lima kabupaten dan satu kota.

Dia juga menjelaskan bahwa saat ini lembaganya sedang melaksanakan program bantuan pangan dari BAPENAS.

Untuk tahun ini, program tersebut akan dilaksanakan dalam dua tahap. Tahap pertama berlangsung selama Januari hingga Maret. Sementara  tahap kedua akan bergulir pada April hingga Juni.

Di sisi lain, penurunan harga ini ternyata sudah dirasakan warga setempat.  Sebagai contoh, Murni, warga dari Kecamatan Gunung Malela, mengungkapkan perasaan leganya karena harga eceran beras di sekitar rumahnya telah turun.

Ia mengungkapkan bahwa pada Februari lalu, harga pembelian eceran beras premium di lingkungannya sempat menginjak angka Rp 15.800/kg. Sebagai seorang ibu rumah tangga, ia akui, harga ini cukup memberatkan.

“Sekarang untung  dek, udah dapatlah Rp. 15.000 per kgnya. Meskipun ini masih cukup mahal bagi saya, tapi saya tetap berharap pemerintah bisa mengembalikannya ke harga normal,” ungkapnya kepada PARBOABOA, Jumat (5/04/2024).

Pada hari yang sama, seorang pedagang eceran di Dolok Hataran, Kecamatan Siantar, Khusnawati  mengakui dirinya lebih memilih harga beras berada di harga normal sesuai HET.

“Lebih baiknya harganya normal tapi banyak pembeli daripada harganya tinggi seperti kemarin namun sedikit pembeli. Kalau pembeli sedikit, bagaimana coba perputaran uangnya? Pedagang ini kan harus adanya perputaran uangnya,” ungkapnya

Editor: Norben Syukur
TAG :
Baca Juga
LIPUTAN KHUSUS