Presiden AS, Joe Biden dan Presiden Rusia, Vladimir Putin. (dok AP/Alexander Zemlianichenko)

Joe Biden Setuju Adakan Pertemuan dengan Vladimir Putin Untuk Cegah Perang di Ukraina

Rini | Internasional | 22-02-2022

PARBOABOA, Pematangsiantar - Ketegangan antara Rusia dan Ukraina meningkat sejak awal tahun lalu, terlebih lagi pasukan militer Presiden Vladimir Putin telah ditumpuk di perbatasan menuju Ukraina. Konflik kedua negara ini memicu spekulasi jika Rusia akan segera melakukan invasi ke negara tetangganya tersebut.

Memang benar hingga hari ini, Selasa (22/2) perang kedua negara tersebut belum terjadi, namun kekhawatiran invasi ini masih saja kuat. Amerika sebagai sekutu Ukraina mengatakan jika mereka lebih memilih untuk menyelesaikan masalah ini secara diplomasi, namun Amerika menegaskan jika Rusia benar-benar melakukan serangan, negara tersebut harus berisap menerima sanksi ekonomi berat dari negara-negara Barat.

Berdasarkan informasi dari Gedung Putih, Presiden Joe Biden membuka kesempatan bertemu langsung dengan Presiden Vladimir Putin dengan syarat tidak akan terjadi invasi ke Ukraina.

"Kami selalu siap untuk diplomasi, kami juga siap untuk menerapkan konsekuensi berat dan cepat bila Rusia memilih untuk berperang," kata juru bicara Gedung Putih Jen Psaki, dikutip dari AFP,  Selasa (22/2).

Begitupun sebaliknya, Putin juga menyetujui usulan dari Presiden Prancis Emanuel Macron untuk mengadakan pertemuan dengan Amerika. Namun hingga saat ini belum ada informasi lanjutan mengenai tanggal, lokasi, hingga peserta dalam pertemuan tersebut.

Kondisi di perbatasan juga masih sama mengkhawatirkan setelah Rusia mengumumkan jika latihan militer mereka di Belarusia yang berbatasan dengan Ukraina akan dilanjutkan.

Adapun konflik kedua negara ini terjadi setelah Rusia mencaplok wilayah Crimea pada tahun 2004 lalu. Setelahnya untuk memperkuat pertahanan negaranya, Ukraina berencana untuk bergabung dengan Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO) yang merupakan pasukan pertahanan yang berdiri usai Perang Dunia ketiga berakhir yang didirikan untuk melawan ekspansi Rusia. Pada awalnya, NATO beranggotakan Belgia, Kanada, Denmark, Perancis, Islandia, Italia, Luksemburg, Belanda, Norwegia, Portugal, Inggris, dan Amerika Serikat.

Adapun rencana Ukraina untuk segera bergabung dengan NATO ini membuat Rusia takut eksistensi mereka akan terancam, karena Ukraina berbatasan langsung dengan mereka. Terlebih karena sebagian negara-negara Eropa seperti Lituania, Latvia dan Estonia kemudian ada Polandia dan Rumania sudah bergabung.

Rusia kemudian meminta kepada Ukraina untuk membatalkan keinginan tersebut, hal inilah yang membuata hubungan kedua negara bekas Uni Soviet tersebut semakin memanas.

Semoga saja invasi tidak benar-benar terjadi dan keadaan di perbatasan kedua negara segera membaik.

Tag : #ukraina    #rusia    #amerika serikat    #invasi    #internasional   

Baca Juga