Ilustrasi tampilan starter mobil (Dok: kumparan.com)

Mengenal Apa Itu Sistem Starter Mobil: Komponen, Jenis dan Cara Kerjanya

Dimas | Otomotif | 14-06-2022

PARBOABOA, Jakarta – Sistem starter merupakan salah satu komponen pada mobil yang penting untuk diperhatikan. Pasalnya, jika komponen ini mengalami kerusakan, maka bisa dipastikan mobil akan sulit untuk dinyalakan.

Sistem starter sendiri adalah sebuah rangkaian kelistrikan yang berfungsi untuk menghidupkan mesin kendaraan. Sistem starter akan mengubah energi listrik menjadi energi mekanik.

Energi mekanik inilah yang akan digunakan untuk memutar flywheel pertama kali ketika mesin akan dihidupkan. Dengan kata lain, sistem starter berfungsi sebagai penggerak awal sehingga mesin dapat melalui proses pembakaran.

Jenis-Jenis Starter Mobil

Kick starter merupakan salah satu jenis sistem starter yang umum dan paling banyak digunakan. Namun, ada beberapa jenis sistem starter lainnya yang perlu Anda ketahui, di antaranya:

1. Starter Mekanik

Starter mekanik merupakan sistem starter yang digerakkan menggunakan tenaga manusia seperti kick starter pada sepeda motor. Hingga kini, penggunaan sistem starter mekanik masih banyak ditemui. Namun, sistem yang satu ini biasanya akan digunakan sebagai cadangan saja.  

2. Starter Elektrik

Jika dibandingkan dengan strater elektrik, jenis starter yang satu ini adalah jenis yang paling banyak digunakan. Starter listrik akan menggunakan energi listrik yang berasala dari baterai untuk memutar mesin pertama kali.

Komponen Starter Mobil                                                                                  

1. Yoke dan Pole Core

Yoke dibuat dari logam yang berbentuk silinder dan berfungsi sebagai tempat pole core yang diikat dengan sekrup. Pole core berfungsi sebagai penopang field coil dan memperkuat medan magnet yang ditimbulkan oleh field coil. 

2. Field Coil

Kumparan medan atau yang biasa disebut dengan field coil dibuat dari lempengan tembaga, dengan maksud dapat memungkinkan mengalirnya arus listrik yang cukup kuat/besar. Field coil ini berfungsi untuk membangkit medan magnet.

3. Armature

Armature terdiri dari sebatang besi yang berbentuk silindris dan diberi slot-slot, poros, komulator serta kumparan armature. Dan berfungsi untuk merubah energi listrik menjadi energi mekanik (gerak), dalam bentuk gerak putar.

4. Brush

Brush atau sikat terbuat dari tembaga lunak, dan berfungsi untuk meneruskan atau menyalurkan arus listrik dari field coil ke armature coil langsung ke massa melalui komutator. Umumnya sarter memiliki empat buah brush, yang dikelompokkan menjadi dua.

a. Dua buah brush disebut dengan brush positif.

b. Dua buah brush lainnya disebut dengan brush negatif.

5. Sakelar Magnet (Magnetic Switch)

Sakelar magnet (magnetic switch) atau disebut juga dengan solenoid ini digunakan untuk menghubungkan dan melepaskan pinion gear ke/dari roda gila, sekaligus mengalirkan arus listrik yang besar pada sirkuit motor starter melalui teminal utama.

6. Armature Brake

Armature brake berfungsi sebagai pengereman putaran armature setelah lepas dari perkaitan dengan ring gear pada roda gila (fly wheel).

7. Drive Lever

Drive lever berfungsi untuk mendorong  pinion gear ke arah posisi berkaitan dengan ring gear pada roda gila. Dan melepas perkaitan pinion gear dari perkaitan ring gear roda penerus.

8. Sarter Clutch

Sarter clutch berfungsi untuk memindahkan momen punter shaft kepada fly wheel, sehingga dapat berputar. Sarter clutch juga berfungsi sebagai pengaman dari armature coil bilamana roda penerus cenderung memutarkan pinion gear.

Cara Kerja Starter Mobil

Ketika Anda memasukkan kunci ke saklar, komponen tersebut akan menghasilkan energi listrik tinggi yang bersumber dari Air Accumulator. Nantinya, aliran listrik akan diteruskan pada komutator melalui putaran kencang.

Kemudian, komutator akan menyalurkan arus listrik kepada armature. Dari sana, energi listrik akan diubah menjadi energi mekanik. Selanjutnya, akan timbul putaran dalam kumparan inti sistem starter. Kumparan ini terdiri atas medan magnet dan lilitan kabel.

Kumparan ini menghasilkan medan magnet sehingga mampu menggerakan lilitan kabel yang ada di dalamnya. Setelahnya, energi mekanik pun akan tercipta.

Energi mekanik tersebut selanjutnya akan disalurkan ke gigi pinion. Hal ini bertujuan untuk mengaktifkan tuas penggerak yang terdapat di belakangnya. Fungsi tuas ini untuk mendorong ring gear sehingga bisa mengaktifkan dinamo.

Saat tuas penggerak mendorong ring gear untuk menyentuh tombol dinamo, kondisi ini akan menimbulkan tekanan pada gigi pinion. Akibatnya, komponen tersebut berpotensi untuk lepas dari posisinya, sehingga mengganggu sistem starter.

Oleh karenanya, perusahaan otomotif menyediakan pegas pengembali yang berada di antara solenoid dan tuas penggerak. Kegunaannya sebagai alat untuk menahan posisi gigi pinion dan punyer di tempat semula. Hal ini dapat mencegah kerusakan kendaraan, khususnya di bagian starter tersebut.

Apabila ring gear menyentuh dinamo yang berada di bagian belakang kunci, lambat laun fly wheel akan berjalan sebagaimana mestinya. Jika proses tersebut berjalan, mobil Anda akan langsung menyala dan mesin pun bisa mulai bekerja.         

Nah, itulah seputar informasi mengenai sistem starter pada mobil. Apabila ada gejala kerusakan pada salah satu komponen di atas, segera bawa mobil Anda ke bengkel terdekat.

Tag : #mobil    #sistem starter mobil    #otomotif    #starter mekanik    #starter elektrik    #mesin mobil   

Baca Juga