NASA Siap Luncurkan Roket Untuk Jalankan Misi Apollo Awal Tahun 2022

NASA Siap Luncurkan Roket Untuk Jalankan Misi Apollo Awal Tahun 2022

Sondang | Internasional | 25-10-2021

PARBOABOA, AS - Badan Antariksa Amerika Serikat (NASA) rencananya akan mengirim misi nirawak Artemis ke Bulan pada 1 Februari 2022 mendatang. Itu akan menjadi peluncuran perdana megaroket Space Launch System yang merupakan bagian dari rencana peluncuran misi Artemis 1.

Space Launch System (SLS) adalah roket yang dikembangkan NASA untuk membawa astronaut ke Bulan, Mars dan tujuan jauh lainnya sebagai bagian dari program Artemis.

Pejabat NASA mengatakan, roket bulan raksasa itu merupakan proyek pertama sejak program Apollo misi Apollo pada 1960-1970an silam. Proyek ini diketahui sudah terlambat berbulan-bulan.

Roket untuk misi ke Bulan ini awalnya dijadwalkan diluncurkan pada November tetapi berpotensi diluncurkan 12 Februari 2022 jika berjalan dengan baik. Saat itulah jendela peluncuran pertama terbuka untuk misi Artemis 1 yang tidak berawak di sekitar Bulan.

Misi Artemis itu sebenarnya sudah dimulai dengan penyusunan kapsul kru Orion di atas sistem peluncuran luar angkasa megaroket di NASA Kennedy Space Center, Florida, Amerika Serikat. Setelah serangkaian tes kemudian, akan dilakukan uji di landasan peluncuran pada Januari mendatang, lalu misi pertama pada Februari 2022.

"Periode peluncuran Februari dibuka pada tanggal 12 dan kesempatan terakhir kami pada Februari nanti adalah tanggal 27," ujar Manajer Misi Artemis 1 Mike Sarafin seperti dikutip dari AFP, Sabtu (23/10).

Jendela peluncuran selanjutnya adalah Maret dan April. Periode peluncuran potensial itu akan tergantung dari mekanis orbit dan posisi relatif Bumi dengan Bulan. Durasi misi itu diperkirakan berlangsung empat sampai enam pekan.

Artemis 1 akan memiliki beberapa misi: Untuk menguji coba kemampuan Orion saat kembali dari bulan, serta mempelajari analisis radiasi. Dan, tentu saja mengambil swafoto di dalam kapsul dengan Bulan sebagai latar belakang.

Setelah misi Artemis 1, selanjutnya Artemis 2 dijadwalkan 2023 dan Artemis 3 pada tahun selanjutnya di mana targetnya adalah membuat manusia kembali berjalan di bulan setelah 1972 silam. NASA menyatakan moonwalker itu akan pula terdiri atas perempuan dan kulit berwarna dalam perjalanan luar angkasa itu.

NASA akan menggunakan misi Artemis ini untuk menjadi bahan pembelajaran dalam misi dengan awak dalam perjalanan luar angkasa menuju Mars yang ditargetkan pada dasawarsa 2030an.

Sarafin mengatakan kapsul Orion pertama kali menembus orbit pada 2014 silam yang diluncurkan roket Delta IV melakukan dua kali rotasi bumi dan menguji pelindung panasnya saat masuk kembali ke atmosfer.

Tapi kali ini, kata Sarafin, kapsul itu akan menjelajah lebih cepat dan temperaturnya akan lebih tinggi ketika kapsul itu kembali dari bulan.

Tag : internasional, as, nasa, sls, bulan, apollo, roket, artemis

Berita Terkait