Jelang Idulfitri, Pedagang Kulit Ketupat di Tebing Tinggi Kebanjiran Pembeli  

Menjelang perayaan Idulfitri 1444 Hijriah, pedagang kulit ketupat di Pasar Sakti Kota Tebing Tinggi, kebanjiran pembeli. (Foto: Parboaboa/Muhammad Anshori)

PARBOABOA, Tebing Tinggi - Menjelang perayaan Idulfitri 1444 Hijriah, pedagang kulit ketupat di Pasar Sakti Kota Tebing Tinggi, kebanjiran pembeli.

Salah seorang pedagang ketupat di Pasar Sakti, Ira (67) mengatakan, dirinya telah menjual 40 ikat kulit ketupat selama dua hari berjualan.

“Alhamdulillah dalam dua hari ini ramai yang membeli. Kalau satu hari itu keuntungannya bisa Rp160 ribu,” katanya saat ditemui Parboaboa, Kamis (20/4/2023).

Ira menjual satu ikat ketupat seharga Rp8.000.

“Yang berukuran kecil segitu juga harganya. Jadi satu ikat itu ada 10 buah, harganya Rp8.000,” jelasnya.

Ira menambahkan, dirinya berjualan kulit ketupat hanya saat menjelang perayaan Idulfitri dan Iduladha saja.

“Karena memang pas di perayaan-perayaan itu banyak yang mencari, kalau hari-hari biasa kan pasti jarang kali yang mencari ketupat ini,” tambahnya.

Sementara daun yang digunakan sebagai bahan pembuatan kulit ketupat ia ambil dari pohon kelapa miliknya.

“Iya bahannya kita ambil dari pohon kelapa punya kita sendiri, jadi tidak ada modal yang saya keluarkan untuk ketupat ini,” ujarnya.

Selain itu, ia juga cukup terampil dan rapih merangkai daun kelapa muda menjadi ketupat.

“Karena sudah terbiasa membuat ketupat sejak kecil, jadi tidak ada kesulitan dalam membuatnya,” imbuhnya.

Menurutnya, ketupat banyak dipilih menjadi salah satu menu lebaran karena dinilai lebih awet dan tidak mudah basi jika memasaknya sampai tanak.

“Kalau ketupat yang berukuran kecil biasanya diisi dengan pulut, kalau yang besar diisi dengan beras. Biasanya disandingkan dengan makanan pelengkap seperti opor ayam dan makanan berkuah lainnya,” pungkas Ira.

Editor: Kurnia Ismain
TAG :
Baca Juga
LIPUTAN KHUSUS