Seorang pria di Jepang main judi online pakai uang pemerintahsebesar 46,3 juta yen (sekitar Rp5,2 miliar) yang salah kirim. Shutterstock

Pemkot Jepang Salah Transfer Rp5,2 Miliar ke Warga, Dipakai untuk Judi Online

Dion | Internasional | 19-05-2022

PARBOABOA, Pematangsiantar - Sebuah peristiwa yang membuat geleng-geleng kepala terjadi di Jepang. Di mana seorang pria menggunakan uang rakyat yang salah kirim untuk berjudi. 

Dikutip dari AFP, Kamis (19/5/2022), kisah bermula saat pemerintah Kota Abu di Prefektur Yamaguchi, salah mentransfer dana bantuan Covid-19  sebesar 46,3 juta yen (sekitar Rp5,2 miliar) kepada seorang pria berusia 24 tahun yang tidak disebutkan namanya. 

Mengetahui dirinya tiba-tiba menerima uang sebanyak itu, pria tersebut merasa senang dan langsung menggunakannya untuk bermain judi online. 

Ia mentransfer seluruh uang yang bukan haknya itu ke situs web kasino luar negeri untuk dipakai main judi. 

Ketika mengetahui bahwa mereka salah mengirimkan uang, pemerintah kota langsung mendatangi pria tersebut dan meminta uangnya kembali. Dan ia berjanji akan mengembalikan uang tersebut dalam waktu dekat. 

Namun setelah ditunggu beberapa hari, uang itu tak kunjung kembali. Otoritas setempat menindaklanjuti dengan menelepon dan mengirim surat, namun tetap saja tak ada respons.

Setelah itu petugas kembali mendatangi rumah itu dan mendapat kabar buruk jika uang itu telah habis di meja judi online. Dan pria itu diminta untuk menggantinya. Tetapi ia mengaku tak memiliki uang lagi. 

Pada Kamis lalu, pemerintah Kota Abu menggugat pria itu sebesar 51 juta yen karena gagal mengembalikan dana ditambah biaya proses hukum. 

Pengacara pelaku mengatakan akan mengupayakan penyelesaian melalui pengadilan, yakni membayar dengan cara menyicil. 

Kliennya memindahkan uang dari rekeningnya menggunakan ponsel. Dia diketahui tinggal seorang diri, sehingga tidak ada orang lain yang diyakini terlibat dalam kasus ini. "Saya akan menebus kesalahan saya," ujar sang penjudi lirih. 

"Kami minta maaf kepada penduduk karena membuat masalah. Kami saat ini menuntut rumah tangga tersebut," kata seorang pejabat pemerintah kota Abu. 

Diketahui, pemerintah kota memberikan bantuan keuangan kepada 463 rumah tangga berpenghasilan rendah di Kota Abu yang terdampak pandemi Covid-19. 

Setiap keluarga mendapat 100.000 yen (sekitar Rp11,5 juta). Namun dalam prosesnya, pemerintah melakukan kesalahan dengan mentransfer uang tambahan sebesar 46,3 juta yen kepada satu rumah tangga.

Peristiwa ini menjadi viral di Jepang setelah Wali Kota Abu merilis video permintaan maaf kepada warganya. Dia merasa menyesal atas kesalahan tersebut.

Tag : #jepang    #salah transfer    #internasional    #judi online    #dana bantuan Covid-19   

Baca Juga