Pendekatan Geografi (Dok: Parboaboa.com)

Pengertian Pendekatan Geografi dan Contohnya

Sondang | Pendidikan | 26-05-2022

PARBOABOA, Pematangsiantar – Geografi merupakan bidang ilmu yang mempelajari tentang gejala alam dan fenomena geosfer di permukaan bumi. Menurut para ahli, geografi juga membahas hal-hal yang berhubungan dengan kehidupan manusia dan alam sekitarnya hingga interaksi antar makhluk hidup dengan lingkungannya.

Ruang lingkup geografi dibagi menjadi tiga bagian, yakni geografi fisik, geografi sosial, dan geografi regional. Beberapa langkah dan metode pembelajaran khusus dalam geografi disebut pendekatan geografi.

Lantas, apa itu pendekatan geografi?

Pengertian Pendekatan Geografi

Pendekatan geografi adalah metode atau cara untuk memahami berbagai gejala atau fenomena yang terjadi pada geosfer (atmosfer, litosfer, hidrosfer, biosfer, dan antroposfer), khususnya interaksi manusia dengan lingkungan.

Seperti yang kita ketahui, setiap disiplin ilmu memiliki pendekatan yang berbeda-beda. Nah, dengan adanya cara pandang atau sudut pandang geografi, kita bisa menganalisis fenomena yang terjadi di lingkungan.

Contohnya pada fenomena banjir, ilmu ekonomi akan memandangnya sebagai fenomena yang melumpuhkan aktifitas perekonomian masyarakat sehingga berpotensi menimbulkan kerugian material.

Sementara itu, ilmu kedokteran akan memandangnya sebagai kondisi yang dapat menyebabkan turunnya kondisi kesehatan masyarakat. Namun dalam geografi, fenomena ini akan dipandang beda lagi.

Macam Macam Pendekatan Geografi

Pendekatan geografi terbagi menjadi 3 macam, yakni pendekatan keruangan (spasial), pendekatan lingkungan (ekologi), dan pendekatan kompleks wilayah (regional). Berikut penjelasannya.

1. Pendekatan Keruangan (Spasial)

Dari namanya, kita dapat menyimpulkan bahwa jenis pendekatan geografi ini menekankan pada keruangan. Pendekatan keruangan atau spacial analysis adalah pendekatan yang mempelajari keragaman ruang muka bumi dengan cara menganalisa setiap aspek keruangannya.

Pendekatan berdasarkan pada perbedaan lokasi dari sifat-sifat pentingnya seperti perbedaan struktur, pola, dan proses.

Struktur keruangan berkaitan dengan elemen pembentuk ruang yang berupa kenampakan titik, garis, dan area. Sedangkan pola keruangan terkait dengan lokasi distribusi ketiga elemen tersebut.

Distribusi atau tagihan elemen geografi ini lalu akan membentuk pola seperti memanjang, radial, dan sebagainya. Nah, proses keruangan sendiri berkenaan dengan perubahan elemen pembentuk ruang.

Ahli geografi kemudian berusaha mencari faktor-faktor yang menentukan pola penyebaran serta cara mengubah pola sehingga dicapai penyebaran yang lebih baik, efisien, dan wajar. Analisis suatu masalah menggunakan pendekatan ini dapat dilakukan dengan pertanyaan 5W 1H seperti berikut.

- Pertanyaan apa (what) untuk mengetahui jenis fenomena yang terjadi.

- Pertanyaan kapan (when) untuk mengetahui waktu terjadinya fenomena.

- Pertanyaan di mana (where) untuk mengetahui tempat fenomena berlangsung.

- Pertanyaan mengapa (why) untuk mengetahui penyebab terjadinya fenomena.

- Pertanyaan siapa (who) untuk mengetahui subjek atau pelaku yang menyebabkan terjadinya fenomena.

Pertanyaan bagaimana (how) untuk mengetahui proses terjadinya fenomena.

Contoh Pendekatan Keruangan

Contohnya dalam kasus gempa bumi yang terjadi di wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta dan Jawa Tengah, pada tanggal 27 Mei 2006 lalu. Seperti yang kita ketahui, gempa bumi merupakan suatu fenomena alam yang sangat merugikan manusia.

Untuk itu, berikut analisis peristiwa gempa bumi di Daerah Istimewa Yogyakarta dan Jawa Tengah.

- Apa fenomena alam yang terjadi? Gempa bumi

- Kapan terjadinya gempa bumi tersebut? Pada 27 Mei 2006.

- Di mana terjadi gempa bumi tersebut? Gempa itu terjadi di sebagian wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta dan Kabupaten Klaten, Jawa Tengah.

- Mengapa terjadi peristiwa itu? Gempa tersebut terjadi karena adanya pergerakan lempeng tektonik.

- Siapa atau apa yang menyebabkan gempa itu terjadi? Gempa tersebut terjadi karena adanya tumbukan antara dua lempeng tektonik.

- Bagaimana gempa bumi itu bisa terjadi? Seperti yang kita ketahui, Indonesia terletak diantara tiga lempeng tektonik yang terus bergerak. Mereka adalah lempeng Eurasia, Indo-Australia, dan Pasifik.

Nah, jika terjadi tumbukan lempeng maka akan mengakibatkan gempa bumi. Peristiwa gempa bumi di Yogyakarta terjadi karena tumbukan lempeng Indo-Australia dan Eurasia. Tumbukan tersebut menyebabkan lempeng Indo-Australia menunjam ke bawah lempeng Eurasia di zona subduksi.

2. Pendekatan Lingkungan (Ekologi)

Pendekatan yang satu ini tidak hanya mendasarkan pada interaksi organisme dengan lingkungan saja, tetapi juga dikaitkan dengan fenomena yang ada dan juga perilaku manusia. Karena pada dasarnya, lingkungan geografi mempunyai dua sisi, yaitu perilaku dan fenomena lingkungan.

Pendekatan lingkungan dilakukan berdasarkan prinsip ilmu biologi, yaitu interaksi yang menonjol antara makhluk hidup dan lingkungannya. Tujuannya adalah untuk mengkaji fenomena geosfer dengan cara memperhatikan interaksi antara organisme dengan lingkungannya.

Untuk aspeknya, jenis pendekatan geografi ini memperhatikan interaksi komponen fisikal (alamiah) dan nonfisik (sosial).

Selain itu, pendekatan lingkungan ini juga berfokus pada perilaku organisme dan perubahan fenomena lingkungan yang terjadi secara alami tanpa keterkaitan.

Contoh Pendekatan Lingkungan

Kemampuan manusia dalam memanfaatkan lingkungan untuk beraktivitas adalah salah satu contoh dari pendekatan geografi jenis pendekatan lingkungan. Manusia yang tinggal di daerah pantai tentu akan memiliki aktivitas berbeda dengan manusia yang di daerah pegunungan.

3. Pendekatan Kompleks Wilayah (Regional)

Nah, analisis ketiga ini mendasarkan pada kombinasi antara analisis keruangan dan analisis ekologi. Pendekatan kompleks ini menekankan pengertian ”areal differentiation” yaitu adanya perbedaan karakteristik tiap-tiap wilayah.

Perbedaan tersebut mendorong suatu wilayah dapat berinteraksi dengan wilayah lain. Perkembangan wilayah yang saling berinteraksi terjadi karena terdapat permintaan dan penawaran.

Contoh Pendekatan Kompleks Wilayah

Dalam membangun rumah, arsitek tentu harus memperhatikan karakteristik wilayahnya. Misalkan untuk membangun rumah di daerah dekat perairan atau rawan banjir, maka dibutuhkan fondasi yang lebih tinggi untuk mengantisipasi terjadinya banjir atau pasang air laut.

Nah, itulah seputar informasi mengenai pengertian pendekatan geografi beserta cotoh-contohnya. Semoga bermanfaat!

Tag : #pendekatan geografi    #geografi    #pendidikan    #geosfer    #interaksi manusia    #lingkungan   

Baca Juga