Seorang pasien beristirahat di lantai tenda di luar ruang gawat darurat rumah sakit pemerintah di tengah pandemi COVID-19 di Bekasi, Indonesia, pada 25 Juni 2021.

Peneliti Malaysia Sebut Indonesia Menjadi Negara Episentrum Baru Covid-19 di Asia

maraden | Politik | 17-07-2021

Seorang peneliti Malaysia Teguh Haryo Sasongko yang menjabat Wakil Direktur Center for Research Excellence, Perdana University Malaysia menyatakan bahwa Indonesia sekarang dianggap sebagai episentrum COVID-19 baru di Asia menyalip India.

Komentar ini pertama kali muncul di “The Conversation” yang kemudian kami kutip lagi di channelnewsasia.com  (17 Jul 2021).

Dikatakan bahwa jumlah kasus harian di Indonesia selama beberapa hari terakhir memecahkan rekor. Pada 14 Juli, Indonesia mencatat 54.517 kasus baru COVID-19.

Dengan populasi hampir sepuluh kali lipat dari Malaysia, Indonesia telah mencatat peningkatan hampir tujuh kali lipat untuk parameter yang sama dari 1 Mei (18,9 kasus baru per juta) hingga 11 Juli (127 kasus baru per juta).

Peningkatan jumlah kasus telah diikuti oleh lonjakan kematian juga.

Pada 13 Juli, tingkat kematian kasus di Indonesia dengan 2,61 kematian untuk setiap 100 kasus COVID-19 yang dikonfirmasi tetap yang tertinggi di Asia Tenggara (Malaysia 0,75 persen; Thailand 0,81 persen).

Disebutkan peningkatan ini terjadi adalalah karena dua hal, mobilitas dan aktivitas manusia serta timbulnya penyebaran varian virus corona baru.

Disebutkan juga lonjakan itu berhubungan dengan mobilitas masyarakat. Di Indonesia, orang-orang selalu  merayakan Idul Fitri. Terlepas dari pembatasan pemerintah, orang-orang bepergian untuk bertemu keluarga mereka, dalam bahasa Indonesia hal itu disebut dengan istilah “Mudik”.

Peningkataan kasusu ini ini disebutkan juga dikarena tingkat penelitian mengenai wabah Covid-19 di Indoesia masih rendah.

Selain itu, adanya upaya pemerintah untuk mendorong beberapa bentuk pemulihan ekonomi setelah krisis ekonomi 2020 juga dilihat sebagai faktor di balik peningkatan kasus.

Tag : internasional,hukum,metropolitan,kesehatan

Berita Terkait