Ilustrasi penggunaan model pembelajaran digital (pintek.id)

Perguruan Tinggi Harus Terapkan Berbagai Model Pembelajaran Digital Guna Fasilitasi Pelajar

Dimas | Pendidikan | 06-04-2022

PARBOABOA, Jakarta – Melihat kemajuan pendidikan Indonesia di era digitalisai saat ini dan di masa mendatang, lembaga pendidikan seperti perguruan tinggi, seharusnya menyediakan berbagai model pembelajaran digital.

Senada dengan pernyataan di atas, Ketua Departemen Teknologi Pendidikan Universitas Negeri Malang, Henry Praherdhiono mengatakan, berbagai model pembelajaran digital harus dilakukan perguruan tinggi demi memberikan Fasilitas pendidikan kepada para pelajar.

"Mulai dari hybrid, blended, learning, seamless, dan metaverse itu harus dimasukkan sebagai cara kita memberikan fasilitas," kata Henry dalam siaran podcast Dikti Menyapa, dikutip Rabu, (6/4/2022)

Mengenai metode belajar, Henry menyampaikan bahwa para pelajar dimasa sekarang tak sama dengan pelajar zaman dulu. Untuk itu, perguruan tinggi tak memiliki alasan untuk tidak menggunakan berbagai model belajar digital sebagai alat pembelajaran.

"Tapi kan mungkin nanti generasi setelahnya hingga masuk ke generasi alpha nanti mereka setiap belajar minta bukti. Saat dosen menjelaskan Prancis, maka anak bisa saja nanya emang Bapak sudah pernah ke Prancis?" tutur Henry.

"Kalau perguruan tinggi tidak mengadopsi, terus perguruan tinggi duduk di mana? Dan menjadi apa kalau melayaninya masih seperti itu? Perguruan tinggi harus mengadopsi, beradaptasi dengan generasi," ucap Henry menambahkan.

Namun demikian, Henry beranggapan bahwa manajemen penentuan teknologi digital sangat penting dilihat dari generasi kampus. Ia juga mengatakan, membuat kebijakan pembelajaran digital di lingkungan yang diisi banyak generasi bukanlah hal yang mudah.

"Kampus ini kan isinya mulai dari baby boomer, X, Y, Z. Mereka ini kan enggak mungkin akur. Jadi, perlu pengelolaan yang bijak dari segi kebijakan," ucap Henry.

Henry menilai, permasalahan kebijakan itu akan bisa diatasi oleh pimpinan perguruan tinggi yang tepat. Menurutnya, pimpinan yang tepat adalah mereka yang bisa mengatasi dan membuat kebijakan yang baik bagi empat generasi tersebut.

"Kalau pimpinannya itu baik maka tidak ada perpecahan. Manajemen dari pimpinan ini akan mengantarkan pendidikan seperti apa pun menjadi berhasil termasuk dengan memanfaatkan teknologi," tutur Henry.

Tag : #perguruan tinggi    #fasilitas    #pendidikan    #pembelajaran digital    #hybrid    #blended    #seamless   

Baca Juga