PAN minta Presiden tegur Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas.

Buntut Pernyataannya yang Kontroversial, PAN Minta Jokowi Tegur Yaqut

Maraden | Politik | 26-10-2021

PARBOABOA, Jakarta – Partai Amanat Nasional (PAN) meminta Presiden Joko Widodo menegur Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas terkait pernyataannya baru-baru ini yang kontroversial dan menimbulkan pro kontra. Yaqut Cholil menyebut bahwa Kemenag merupakan hadiah negara untuk NU.

Jokowi diminta dapat bersikap tegas mengenai masalah tersebut. Ketua Fraksi PAN DPR RI Saleh Partaonan Daulay meminta presiden memberikan teguran dan peringatan, sebab pernyataan-pernyataan seperti ini menurut Saleh dapat menjadi preseden buruk di kemudian hari.

"Pernyataan tersebut tidak sepantasnya disampaikan oleh pejabat negara. Selain tidak memiliki landasan historis yang benar, pernyataan itu dapat menimbulkan sikap eksklusivitas di tengah masyarakat," kata Saleh, Senin (25/10)

Anggota Komisi IX DPR RI itu mendesak agar Yaqut segera menyampaikan permohonan maaf atau paling tidak meluruskan mispersepsi yang sempat muncul di tengah masyarakat.

"Pejabat publik semestinya menghindari wacana, narasi, dan perdebatan yang tidak perlu. Para pejabat publik seharusnya berdiri di barisan terdepan untuk merangkul seluruh komponen anak bangsa," ucap dia.

Saleh mengkhawatirkan pernyataan itu akan mendorong munculnya sekelompok orang tertentu yang merasa lebih hebat dari kelompok lainnya. Di sisi lain, pernyataan itu terkesan bahwa Kemenag hanya milik NU.

Saleh juga menilai dampak dari pernyataan Yaqut itu akan memunculkan kemungkinan elemen dan ormas lain yang mengklaim mendapat hadiah kementerian lain. Misalnya, mendapat hadiah kementerian pendidikan, kementerian kesehatan, kementerian sosial, dan lain-lain.

"Harus dipastikan bahwa kementerian agama adalah milik semua rakyat. Karena itu, klaim-klaim seperti ini harus dihentikan agar semua pihak merasa nyaman dan tidak terganggu. Jika tidak, persoalan akan menjadi pelik dan runyam," tegasnya.

Sementara itu, pendapat berbeda dinyatakan oleh tokoh muda NU, Rahmat Hidayat Pulungan. Ia menilai apa yang disampaikan Yaqut sebagai hal yang wajar dan tidak memiliki kecenderungan muatan politik.

Rahmat menilai konteks pernyataan Yaqut penting untuk dicermati. Konteks saat itu, kata Rahmat, Yaqut sedang berbicara di di depan para santri dalam acara Rabithah Ma'ahid Islamiyah (RMI) dan PBNU.

"Wajar kalau Menag memberikan motivasi kepada Santri dan NU. Menag dengan segala kebesarannya memang harus bisa menjadi penggerak kemajuan dan pemersatu bangsa," kata Rahmat dalam keterangan tertulis yang, Senin (25/10).

Tag : politik, menag, yaqut cholil qoumas, partai amanat nasional, joko widodo

Berita Terkait