Tanggul Tembok Muara Baru Mengalami Keretakan, Air Laut Rembes

Penulis : Rendi Ilhami | Metropolitan | 30-11-2022

Pembangunan tanggul laut tahap kedua di pantai Jakarta sepanjang 4,5 Km bertujuan untuk mencegah abrasi dan banjir rob. (ANTARA FOTO/Galih Pradipta)

PARBOABOA, Jakarta - Air laut rembes akibat tembok tanggul laut pesisir utara Muara Baru, Penjaringan, Jakarta Utara, mengalami keretakan.

Hal itu dibenarkan warga RT 15 RW 17, Muara Baru, Penjaringan,Mursidi (56).

"Rembes-rembes sedikit, biasa ngalir di got," kata Mursidi, dilansir dari Detik, Rabu (30/11/2022).

Namun, Mursidi berpendapat bahwa tembok tersebut kuat karena ditopang oleh pondasi yang kuat.

"Nggak, kuat itu. Bikinnya pakai paku bumi. Yang panjang 16 meter. Kayak di kali Gunung Sahari. Itu bikinnya ditancepin baru dicor," ucapnya

Meski begitu, menurutnya rembesan air laut tersebut tidak pernah masuk ke pemukiman warga.

"Nggak (pernah air laut masuk permukiman), itu cuma rembes dikit. Kalau air laut nggak pernah ke sini," ucap Mursidi.

Dirinya berharap keretakan tersebut bisa dibenahi daripada setelah rusak baru diperbaiki.

“Kalau harapan pasti minta dibenerin. Yang bocor minta ditambal. Tapi setahu saya begitu-begitu aja. Belum mengkhawatirkan. Tapi kalau ada perbaikan lebih baik. Daripada baru rusak diperbaiki," ujarnya.

Untuk diketahui, di Muara Baru, Penjaringan, Jakarta Utara, daratan sudah lebih rendah dibanding dengan permukaan air laut. Air laut dan daratan hanya dipisahkan oleh tanggul dengan ketinggian sekitar dua meter. Tetapi saat ini, air laut sudah setinggi 1,5 meter dari ketinggian tanggul.

Tanggul tersebut dibangun oleh kontraktor PT. Waskita Karya dan  PT. Adhi Karya KSO (Kerjasama Operasi) dengan nilai kontrak Rp 379 miliar. Kemudian pada paket 2 dikerjakan oleh PT. Wijaya Karya - PT. SAC Nusantara KSO dengan nilai kontrak senilai Rp 405 miliar dan rampung pada Juni 2018.

Dikutip dari akun Instagram @sobatair.jkt yang dikelola oleh Dinas Sumber Daya Air DKI Jakarta,  peningkatan volume air laut pesisir Jakarta diakibatkan karena mencairnya es di kutub. Hal itu merupakan dampak pemanasan global yang menyebabkan permukaan daratan di pesisir Jakarta lebih rendah dibandingkan perairan.

Selain itu, permukaan tanah Jakarta yang semakin turun juga diakibatkan karena penggunaan air tanah yang dilakukan secara masif. Menurut Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM, penggunaan air tanah berlebih di Jakarta menjadi salah satu penyebab turunnya permukaan tanah. Maraknya pengambilan air tanah secara berlebihan di Jakarta mengakibatkan turunnya muka air tanah.

Editor : -

Tag : #jakarta utara    #muara baru    #metropolitan    #tanggul buara baru    #ESDM   

Baca Juga