Kilang minyak Pertamina

2 Bulan Dikelola Pertamina, Blok Rokan Sumbang Rp 2,7 Trilun ke Kas Negara

rini | Ekonomi | 06-11-2021

PARBOABOA, Riau - PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) tercatat telah menyumbangkan penerimaan negara melalui penjualan minyak mentah dari Wilayah Kerja (WK) Rokan sekitar Rp 2,1 triliun dan melakukan pembayaran pajak sekitar Rp 607,5 miliar, termasuk pajak-pajak ke daerah hanya dalam dua bulan setelah Pertamina mengambil alih pengelolaan kilang minyak Blok Rokan dari PT Chevron Pasific Indonesia (CPI).

Blok Rokan berhasil diambil alih pemerintah dari Chevron setelah 80 tahun perusahaan asing tersebut mendulang minyak di Indonesia. Adapun pertamina secara resmi mulai mengelola Blok Rokan adalah pada Senin (9/8/2021) lalu.

Direktur Utama Pertamina Hulu Rokan Jaffee A. Suardin mengatakan kontribusi ini merupakan salah satu bukti nyata bagaimana kehadiran kegiatan usaha hulu migas, dalam hal ini operasi PHR, memberikan manfaat secara langsung bagi negara dan daerah.

"WK Rokan merupakan aset strategis nasional yang harus didukung kelancaran operasionalnya oleh seluruh pemangku kepentingan," ujarnya dalam siaran pers, Jumat (5/11/2021).

Selain itu Jaffee menegaskan bahwa operasi PHR akan memberikan manfaat lainnya seperti pemenuhan kebutuhan energi nasional, penciptaan lapangan kerja, peluang bisnis bagi pengusaha lokal maupun peningkatan kesejahteraan masyarakat. Saat ini Blok Rokan telah mempekerjakan lebih dari 25.000 pekerja yang sebagain besar merupakan warga lokal.

Selain itu Jafee optimis ke depannya Blok Rokan dapat memberikan penerimaan yang lebih besar kepada negara dan meningkatkan nilai investasi di Riau.

Intensitas kegiatan operasi PHR di WK Rokan meningkat seiring target 161 sumur tajak untuk periode sejak alih kelola pada 9 Agustus lalu hingga akhir 2021 ini. Hingga saat ini, PHR telah mengebor lebih dari 79 sumur dengan mengoperasikan 16 rig.

Jumlah rig akan terus ditambah untuk mendukung upaya pencapaian target jumlah sumur tajak yang ingin dicapai. Tahun depan, target PHR lebih tinggi lagi, yakni 500 sumur tajak. Peningkatan aktivitas di WK Rokan tentu akan turut meningkatkan denyut aktivitas ekonomi di Riau.

"WK Rokan merupakan salah satu tulang punggung upaya pencapaian target produksi nasional minyak 1 juta barel per hari (bph) dan gas 12 miliar kaki kubik per hari (bscfd) pada 2030. Produksi WK Rokan menyumbangkan hampir 25 persen produksi minyak nasional," pungkas Jaffee.

Tag : ekonomi, blok rokan, pertamina, pertamina hulu rokan, kas negara, pajak daerah

Berita Terkait