Aliansi Gerakan Masyarakat (Gerak) dari Sumatera Utara kembali datang ke Jakarta untuk menyerukan penutupan PT TPL

Aliansi Masyarakat Adat Tano Batak Kembali ke Jakarta, Desak Penutupan PT TPL

rini | Daerah | 18-11-2021

PARBOABOA, Jakarta - Desakan penutupan PT Toba Pulp Lestari (TPL) kembali diserukan oleh Aliansi Gerakan Masyarakat (Gerak) dari Sumatera Utara kepada Presiden Jokowi. Adapun seruan untuk penutupan ini dilakukan karena masyarakat menganggap TPL telah merusak lingkungan dan mengancam kehidupan masyarakat adat Tano Batak.

Sebanyak 40 orang perwakilan masyarakat adat Tano Batak dari Kabupaten Toba, Simalungun, Humbang Hasundutan dan Tapanuli Utara, Sumatra Utara (Sumut)  kembali datang ke Jakarta untuk bertemu Presiden Jokowi, pada Rabu (17/11).

"Maksud kedatangan kami kali ini untuk menyampaikan pelanggaran-pelanggaran yang dilakukan PT TPL sekian puluh tahun kepada kementerian/lembaga terkait. Dan menuntut Presiden Jokowi segera mencabut izin dan menutup PT TPL seperti aspirasi dan tuntutan yang telah kami sampaikan sebelumnya," kata salah satu anggota aliansi, Mersy Silalaho dalam konfrensi pers di Jakarta, Rabu (17/11/2021).

Sebelumnya pada bulan Agustus lalu aliansi juga telah datang ke Jakarta bertemu Presiden Jokowi untuk menyerukan tuntutan yang sama. Kelompok tersebut bahkan melakukan aksi jalan kaki dari kawasan Danau Toba hingga sampai ke Jakarta.

Dalam pertemuan tersebut, Jokowi berjanji akan menyelesaikan permasalahan itu kurang lebih dalam waktu satu bulan. Namun, sampai saat ini, tidak ada tindakan konkret dari janji tersebut.

"Tampaknya, aksi jalan kaki yang telah kami lakukan bulan Agustus lalu belum mampu menggugah hati orang nomor satu di Negara ini untuk segera mencabut izin dan menutup PT TPL seperti aspirasi yang telah kami sampaikan langsung ke Presiden di Istana Negara," beber Mersy.

Untuk mengungkapkan kekecewaan, kelompok masyarakat akhirnya memutuskan kembali datang ke Jakarta.

"Sebab itu, kami meminta keseriusan Presiden Jokowi untuk segera menanggapi aspirasi kami, karena terlalu banyak kerusakan lingkungan dan praktek perampasan tanah dengan dalih klaim kawasan hutan yang telah menyebabkan kerugian yang sangat besar bagi masyarakat adat Tano Batak," tukasnya.

Bentrok Warga dengan Karyawan TPl

Pada tanggal 18 Mei lalu, masyarakat dan karyawan terlibat bentrok di Desa Natumingka, Kecamatan Borbor, Kabupaten Toba, Sumatra Utara terkait lahan. Awalnya PT TPL berencana menanam eukaliptus di desa tersebut, namun warga mengklaim lahan tersebut merukan milik warga.

Warga kemudian berusaha mempertahakan lahan tersebut, sehingga bentokan pecah dan menyebabkan puluhan warga mengalami luka.

Tag : #toba    #pt tpl    #masyarakat adat tano batak    #seruan penutupan tpl    #daerah   

Baca Juga