Kode pada Kemasan Oli.

Memahami Arti Kode pada Oli Kendaraan

Maraden | Otomotif | 24-10-2021

PARBOABOA – Oli kendaraan berfungsi sebagai pelumas komponen mesin ketika mesin bekerja ataupun dalam keadaan diam. Pada oli terdapat partikel yang melubrikasi semua bagian mesin agar proses gesekan antara komponen pada mesin dapat dimimalisir. Dengan pelumasan yang baik, usia mesin dapat bertahan lebih lama dan penggunaan kendaraan pun dapat selalu sehat dan performanya yang optimal.

Pemilik kendaraan baik roda dua ataupun roda empat sudah selayaknya harus tahu dan memahami jenis dan spesifikasi oleh yang baik untuk kenderaannya. Tipe kendaraan yang semakin beragam pada saat ini juga membuat produk oli mesin semakin beragam pula. Hal itu agar peruntukannya pada tipe mesin semakin tepat.

Maka dari itu pemilik kendaraan harus mengerti tipe oli yang biasanya di bedakan dari kode-kode yang tercantum pada label kemasan oli itu. Untuk memahaminya, memang sebagai pemilik kendaraan, kita harus membaca buku panduan, atau langsung bawa saja ke bengkel resmi supaya aman.

Jika penggantian oli rutin dilakukan di bengkel resmi, pastinya oli kendaraan yang diberikan sesuai dengan kebutuhan kendaraan tersebut. Tetapi, jika harus mengganti oli dirumah tentu saja harus membeli oli yang tepat. Karena penggunaan oli yang tidak sesuai dengan kebutuhan mesin kendaraan, akan menyebabkan pelumasan mesin tak sempurna yang berakibat mempersingkat usia mesin kendaraan itu sendiri.

Berikut beberapa kode yang biasanya terdapat pada kemasan oli:

  • Kode Oli SAE

SAE (Society of Automotive Engineer) adalah kode yang merujuk  lembaga Internasional yang mengatur identifikasi dari kekentalan oli. Kode ini yang banyak dan sering digunakan produsen oli untuk mengidentifikasi produknya. SAE dalam menentukan jenis oli berorientasi pada suhu udara dan kekentalan oli. SAE mengklasifikasikan kekentalan (viskositas) oli dengan menyesuaikannya terhadap kondisi cuaca melalui skala berupa angka.

Kode SAE selalu diikuti angka dan huruh di depan, kemudian dua angka lagi dibelakang. Kode SAE mengacu pada tingkat ketahanan oli pada suhu tertentu. Makin kecil angka depan, berarti makin cair oli tersebut. Angka pertama artinya ketahanan oli pada suhu tertentu. Di belakang angka pertama, pasti ada huruf W yang berarti ‘Winter’ ataun musim dingin. Lalu, setelah huruf W, terdapat dua angka yang menunjukkan nilai ketahanan oli pada suhu tinggi.

Contoh: SAE 10W-40. Itu berarti kekentalan oli dapat bertahan pada suhu -25 derajat celsius, dan 40 merupakan skala ketahanan pada suhu 100 derajat celsius.

  • Kode Oli API

API (American Petrolium Institute) merupakan kode standar yang merujuk kepada kualitas oli. Pada kode ini, akan ada dua huruf yang diawali dengan S untuk mesin bensin atau C untuk mesin diesel. Di belakang Huruf itu akan diikuti huruf lain. Huruf di belakang tersebut menjelaskan kualitas dari oli.

Misalnya pada oli berkode API SA dan satunya lagi berkode API SG.  Itu berarti oli dengan kode API SG lebih bagus kualitasnya dibanding API SA.

  • Kode Oli JASO

JASO (Japanese Automotive Standart Association) adalah lembaga di Jepang yang memberi penilaian terhadap penggunaan oli. Biasanya kode ini ditemukan pada produk oli sepeda motor.

Kode JASO terbagi tiga jenis, yaitu JASO MA unutk sepeda motor yang menggunakan kopling basah. Kemudian JASO MB yang diaplikasikan pada sepeda motor kopling kering. Dan yang terakhir kode JASO yang diawali dengan huruf F yakni kode khusus untuk oli samping pada mesin 2-tak.

Tag : otomotif, oli mesin, kode oli, kekentalan oli, kualitas oli, spesifikasi oli

Berita Terkait