Ratusan Monyet Bergantung Hidup Lewat Detim, Dia Penolong Sekaligus Pelestari

Detim Manik sedang memberi makan monyet-monyet di hutan Sibadanding, Sabtu (7/1/2023) (Foto: Parboaboa/Patrick)

PARBOABOA, Simalungun - Hidup di alam dan jauh dari hiruk pikuk kota, jalan yang dipilih Detim Manik, sang pawang monyet di hutan Sibadanding, Kabupaten Simalungun. Pemuda yang berkeinginan melestarikan hewan jenis mamalia primata ini, rela melakukan apa saja untuk menjaga sang penghuni hutan.

Agar misi melestarikannya berjalan lancar, Detim Manik membawa keluarganya ikut tinggal di tengah rimbunnya hutan Sibaganding. Ini adalah jalan yang dia teruskan dari perjuangan sang ayah sebelumnya. 

Detim mengaku tidak keberatan dengan apa yang dilanjutkannya, karena ingin menjaga tetap nyala keinginan sang ayah agar monyet-monyet tetap lestari tanpa terganggu kehadiran manusia yang tamak menjajah habitat para monyet.

Kepada Parboaboa Detim Manik menceritakan kisah unik merawat sang monyet. Semuanya dimulai pada 2017, dia sebelumnya merantau ke Pulau Jawa. Lama waktu berjalan, namun hatinya tetap terbesit menuntunnya untuk kembali ke kampung halaman.

Detim yang tidak betah di perantauan, akhirnya memilih kembali ke Hutan Sibaganding. Hatinya bertekad untuk terus berjuang melestarikan monyet yang saat ini jumlahnya sudah mencapai ratusan ekor.  Jenis nya banyak, ada ekor beruk, kera, ekor siamang dan 6 ekor kiak-kiak.

Monyet-monyet yang dipeliharanya itupun, diakui Detim diberi makanan lewat konten media YouTube

"Memanfaatkan situs nonton YouTube dan media sosial TikTok. Uang dari membuat konten itulah kemudian dibagikan untuk keluarga dan membeli pakan monyet," jelasnya kepada Parboaboa, Sabtu (7/1/2023).

Menurutnya, menjadi pawang monyet adalah pangggilan dari dalam hatinya, tidak ada satupun yang memaksanya. Sampai saat ini, semuanya dikerjakan secara swadaya dan belum ada bantuan dari pemerintah.

“Jangankan menggaji kami, membantu melestarikan monyet ini saja tidak dia (pemerintah),” kata Detim.

Tetap Bertahan Walau Diejek

Hidup yang dijalani Detim merawat monyet, masih diaggap banyak orang tidak lazim. Bagaimana tidak, di tengah perkembangan dunia yang kian pesat, justru memilih menjauh dari kemodrenan dan hidup di antara rimbunnya pepohonan.

Apa yang dilakukan Detim bagian dari inspirasi sang ayah yang sudah almarhum, Umar Manik. Orang tuanya selama 30 tahun berjibaku dengan rutinitas merawat monyet. 

"Perjuangan ini meneruskan estapet sang ayah," ucapnya.

TAG :
Baca Juga
LIPUTAN KHUSUS