Logo Pos Indonesia

9 Oktober: Hari Pos Sedunia, Sejarah Perjalanan Pos Masuk ke Indonesia!

Sondang | Nasional | 09-10-2021

PARBOABOA, Siantar - Tepat hari ini, Sabtu (9/10) seluruh dunia merayakan Hari Pos Sedunia. Hari Pos Sedunia dibentuk pada tanggal 9 Oktober oleh Universal Postal Union (UPU). Kemudian ditetapkan secara resmi oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).

Tujuan memperingati Hari Pos Dunia adalah untuk memberikan penghormatan kepada para operator pos, karyawan dan orang-orang yang terlibat didalamnya.

Pos pertama kali dikembangkan oleh negara Mesir yang kemudian dipilih oleh negara Persia, India, Roma sampai Indonesia. Perayaan Hari Pos Sedunia pertama kali diadakan di Tokyo, Jepang pada tahun 1969.

Sejak itu, negara-negara di seluruh dunia berpartisipasi setiap tahun dalam perayaan Hari Pos Sedunia tersebut. Kantor pos di banyak negara menggunakan acara tersebut untuk memperkenalkan atau mempromosikan produk dan layanan pos baru.

Pos dahulu menjadi sistem penting untuk masyarakat dalam berkirim pesan dan informasi yang berbentuk dokumen tertulis kemudian dikirim ke alamat tujuan menggunakan amplop. Pengirimannya pun mampu menjangkau seluruh wilayah di dunia dengan beragam biaya dimana bukti pembayarannya dapat dilihat melalui perangko yang tertempel pada ujung kanan atas amplop.

Sementara di Indonesia, sejarah pos dimulai pada 26 Agustus 1746 saat Kantor Pos pertama didirikan di Batavia, sekarang dikenal sebagai Jakarta. Kantor Pos pertama didirikan oleh Gubernur Jenderal G.W Baron van Imhoff di Batavia, pada 26 Agustus 1746.

Pendirian Kantor Pos terutama ditujukan untuk menjamin aktivitas surat menyurat bagi mereka yang berdagang dari kantor-kantor di luar Jawa, dan bagi mereka yang datang dari dan pergi ke Negeri Belanda.

Setelah Kantor Pos Batavia didirikan, empat tahun berselang berdirilah Kantor Pos Semarang. Rute perjalanan pos kala itu ialah melalui Karawang, Cirebon, dan Pekalongan.

Melalui perjalanan panjang, saat ini Pos Indonesia telah menjangkau 100 persen kota/kabupaten, hampir 100 persen kecamatan dan 42 persen kelurahan/desa, serta 940 lokasi transmigrasi terpencil di Indonesia.

Pada tahun ini, PBB mengambil tema "Berinovasi untuk memulihkan" untuk Hari Pos Sedunia 2021. Ketika COVID-19 mempengaruhi semua negara di dunia, termasuk infrastruktur rantai pasokan yang sudah mapan, pos masih menemukan cara untuk terus menawarkan layanan kepada masyarakat.

"Ini adalah inovasi Post, dan ketahanannya dalam melayani komunitas, yang kami rayakan pada kesempatan Hari Pos Sedunia,” tulis PBB.

Tag : #nasional    #pos    #sejarah    #indonesia    #jepang    #dunia   

Baca Juga