Minim Anggaran Pengembangan Atlet, Ketua KONI : Kami Merasa Pemerintah dan Legislatif Tidak Peduli 

Atlet Kick boxing sedang melakukan pemanasan di komplek Sekretariat KONI Simalungun. (Foto: Parboaboa/Patrick)

PARBOABOA, Simalungun- Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Simalungun Saihorasma Saragih mengeluhkan anggaran yang dikeluarkan pemerintah untuk fasilitas, sarana dan pelatihan para atlet di Simalungun minim.

"Kami merasa pemerintah kabupaten Simalungun dan legislatif seolah-olah tidak peduli dengan atlet di Simalungun," ucapnya, Rabu (08/02/2023).

Saihorasman menjelaskan pada 2020 dan 2021 pihaknya tidak menerima anggaran apapun. 

"2020 mungkin dikarenakan COVID-19, tapi 2021 kan keadaan kian membaik tapi tidak ada sepeserpun anggaran yang turun, padahal sudah kami ajukan," jelasnya. 

Minim Anggaran

Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kabupaten Simalungun, Ramadhan Damanik, menjelaskan pada 2022, anggaran telah diberikan namun masih kurang dan tidak cukup untuk memfasilitasi masing-masing cabang olahraga. 

"2022 sudah turun anggaran sebesar Rp600 juta, tapi kami dan KONI merasa itu belum cukup untuk dibagi ke 25 cabang olahraga yang berada di 32 kecamatan di Simalungun," jelasnya. 

Ia mengatakan, pihaknya juga harus membagi anggaran tersebut untuk keikutsertaan dalam Pekan Olahraga Provinsi Sumatra Utara (Porprovsu) 2022 yang diselenggarakan akhir Oktober silam.

"Bayangkan dengan Rp600 juta yang diberikan pemerintah, itu masih kami bagi lagi sebesar Rp195 juta untuk keberangkatan ke Porprovsu kemarin. Belum lagi untuk yang lain seperti gaji pegawai KONI dan lain-lain," keluhnya. 

Ramadhan menjelaskan untuk tahun ini KONI menganggarkan kembali dan sudah mengusulkan kepada pemerintah kabupaten untuk memberikan tali asih kepada atlet yang berprestasi pada Porprovsu kemarin. 

"Tahun ini KONI punya anggaran Rp700 juta, dan direncanakan secepatnya akan diberikan tali asih kepada atlet yang berprestasi dan kepada pelatihnya. Ini kita nunggu cairnya," jelasnya.

Ia menuturkan untuk tali asih akan diberikan kepada atlet yang berprestasi di Porprovsu dan yang memperoleh medali emas sebesar Rp5 juta, peraih perak sebesar Rp4 juta dan peraih perunggu sebesar Rp3 juta.

Ia berharapkan melalui kegiatan pemberian tali asih tersebut para atlet semakin semangat dan giat dalam latihannya dan memberikan prestasi yang lebih banyak untuk mengharumkan nama Simalungun.

"Setidaknya ini merupakan bentuk apresiasi dari Pemkab sendiri, kampung ya mereka sendiri," tutupnya.

Editor: RW
TAG :
Baca Juga
LIPUTAN KHUSUS