Penyakit skoliosis (dok. republika.co.id)

Skoliosis : Gejala, Penyebab, dan Cara Mengatasi

Regina | Kesehatan | 09-06-2022

PARBOABOA.COM – Kesehatan tulang manusia kadang sering dianggap sepele kesehatannya. Padahal, tulang berguna untuk menopang berat badan kita agar kita bisa berdiri dan berjalan serta melakukan aktivitas kita sehari-hari.

Jikalau masih menganggap rendah tentang penyakit tulang, beberapa penyakit akan hinggap dan berkembang dalam tubuh hingga akan menjadi masalah serius yang akan menggangu kesehatan dan kegiatan kita sehari-hari.

Seperti contoh skoliosis.  Pernahkah kalian mendengar apa itu skoliosis atau bahkan mengalami penyakit ini sebelumnya? Jikalau belum, mari kita bahas.

Pengertian

Skoliosis merupakan kelainan yang terjadi pada tulang ditandai dengan bentuk tulang seperti huruf C ataupun huruf S. Penyakit ini biasanya ditemui pada anak-anak mulai dari umur 10-15 tahun.

Biasanya, penyakit ini merupakan keluhan ringan yang jikalau dibiarkan terus menerus akan semakin parah, tergantung pertambahan usia kamu.

Jikalau semakin dewasa kamu masih memiliki skoliosis, maka akan mengganggu kamu dalam hal pernapasan. Maka dari itu kamu harus mengatasinya dengan segera.

Penyebab Skoliosis

Adapun penyebab penyakit ini terjadi pada tulang manusia itu dikarenakan beberapa hal, seperti :

1. Masalah neuromuskular. Kejadian ini terjadi karena adanya gangguan fungsi otot serta saraf pada tubuh manusia. Beberapa orang yang mempunyai kondisi seperti itu akan dengan mudah  terkena dikemudian hari. Adapun contoh dari neuromuskular seperti  Cerebral palsy, Spina bifida dan Distrofi otot.

2. Osteoporosis. Penyakit ini terjadi akibat pengeroposan tulang, yang mana osteoporosis mengakibatkan tulang rapuh hingga patah atau disebut dengan fraktur. Fraktur tersebut bisa menyebabkan tulang bengkok kesamping ataupun yang disebut dengan skoliosis.

3. Malformasi tulang belakang. Kondisi ini terjadi akibat Malformasi embriologis satu atau lebih vertebra (tulang belakang) pada sistem rangka, dapat jadi penyebab skoliosis. Kondisi ini menyebabkan satu area tulang belakang memanjang lebih lambat.

Akibatnya, tulang ini bisa melengkung ke arah samping. Tapi, penyakit ini biasanya terdekteksi pada saat anak menginjak usia remaja atau masih anak-anak.

Gejala

Gelaja Skoliosis itu dapat dilihat tergantung dari tingkat keparahannya. Seperti :

  • Tulang belakang yang tampak melengkung
  • Salah satu bahu lebih tinggi daripada yang lain
  • Salah satu pinggul lebih menonjol daripada yang lain
  • Salah satu tulang belikat tampak lebih menonjol daripada yang lain
  • Tubuh penderita condong ke satu sisi
  • Tinggi pinggang tidak rata
  • Nyeri punggung bawah
  • Kaku pada punggung
  • Ketegangan otot

Walaupun tak dirasakan langsung bersamaan, gejala dari penyakit ini tetap juga akan mengganggu akan aktivitas setiap harinya.

Penyakit dapat dibagi menjadi 3 rasa sakit, seperti skolisosis ringan, sedang, dan berat.

Skoliosis ringan merupakan kelengkungan sudut tulang belakang kurang dari 20 derajat. Skoliosis sedang merupakan lengkungan tulang belakang sebesar 40–45 derajat. Dan skoliosis berat merupakan hasil terparah yang berkembang dari tingkat skoliosis sedang.

Cara Mengatasi

Pengobatan dilakukan berdasarkan tingkat keparahan penyakit tersebut yang berarti dilihat dari seberapa melengkungnya tulang belakang kamu. Adapun beberapa cara untuk mengatasi atau tahap pengobatan skoloiosis seperti,

1. Obat pereda nyeri. Tahap ini dilakukan karena penderita penyakit ini sudah merasakan nyeri yang cukup sakit jikalau tidak diatasi. Dari nyeri yang ada akan membuat penyakit ini semakin parah karena bisa terjadi infeksi di area tulang belakang.

2. Terapi korset penyangga. Terapi ini merupakan cara mengatasi penyakit ini secara alami. Hal ini karena cuma mengandalkan penyangga tulang belakang yang biasa disebut bracing. Alat penyangga ini dipasang di sepanjang punggung dengan guna untuk mencegah lengkungan tulang punggung semakin parah.

3. Terapi fisik. Terapi yang satu ini diterapkan dalam bentuk senam peregangan, yoga ataupun pilates.

4. Pijat oleh ahli ortopedi. Memijat bisa menjadi cara pengobatan selain obat  pereda nyeri. Namun kaian tidak boleh sembarang memijat punggung belakang, karena akan menjadi semakin parah. Kalian boleh mencari jasa urut yang cukup ahli dalam melakukannya.

5. Operasi. Sebenarnya, kebanyakan penderita skoliosis tidak membutuhkan operasi, tapi kalau penyakit ini sudah mengganggu sistem pernafasan anda dan dokter menyarankan untuk melakukan operasi, maka kalian harus melakukannya. Operasi ini cukup memakan waktu yang lama, sekitar 8 jam yang akan dibagi menjadi 2 kali operasi.

Nah, sekian rangkuman tentang penyakit skoliosis, yang dapat parboaboarangkum untuk kalian.

Kalian harus memperhatikan kesehatan tulang belakang kalian agar tetap normal dan sehat. Adapaun upaya yang dapat dilakukan untuk menghindari skoliosis adalah hindari pembawaan barang di punggung yang terlalu berat.

Kalian juga harus memperhatikan cara duduk dan membiasakan diri tegak. Tak hanya itu, kalian bisa latihan senam aerobik untuk mendapatkan punggung belakang yang lentur dan bugar.

Tag : #skoliosis    #penyakit tulang    #kesehatan    #organ tubuh   

Baca Juga