Teror Begal dan Geng Motor Mencekam di Pematangsiantar

Ilustrasi aksi begal. (Foto: PARBOABOA/Rian)

PARBOABOA, Pematangsiantar - Mencekam. Itulah gambaran suasana malam hari di Kota Pematangsiantar, Sumatra Utara (Sumut) belakangan ini.

Begal, membuat semuanya tidak baik-baik saja. Tini Sihite (24) warga Jalan Merbou, Parluasan bercerita bagaimana ia terus waspada menghadapi ketidaknyamanan itu.

Ketakutan semakin menghantuinya tatkala foto dan video-video pembegalan berseliweran di media sosial. Situasi ini membuat ia tak lagi berani keluar rumah di malam hari. 

"Sekitaran Parluasan kan katanya udah gak aman? Aku gak pernah lihat langsung, sih. Tapi jangan sampai lihat langsung juga lah," kisah Tini kepada Parboaboa, Rabu (29/05/2024).

Kewaspadaan Tini juga dirasakan oleh keluarganya. Tini mengaku mulai mendapat banyak informasi dan berita perihal maraknya isu begal dan geng motor di Pematangsiantar.

"Orang tua sering liat sosmed sekarang. Semua informasi disampaikan samaku, dikirim, dan diingatkan terus," tambahnya.

Media sosial memang menjadi wadah penyalur informasi paling cepat saat ini, termasuk soal geng motor dan begal. Tini menunjukkan beberapa berita yang tersebar di media sosialnya.

Video dan potret pembegalan membuat dirinya semakin risau. Pematangsiantar yang sebelumnya dikenal kota paling aman, kini menjadi kota yang menakutkan.
 
“Takut!” ujar Tini sambil menutup video di ponselnya yang mempertontonkan kekejian begal.

Ketakutan yang sama dialami juga oleh Tama (31), seorang pengemudi ojek online di Pematangsiantar.

Tama yang selama ini mangkal di Lapangan Adam Malik kini harus pulang lebih awal dari biasanya. Ia mengaku tak sanggup melihat informasi yang beredar di sosial media dan grup WhatsApp-nya.

“Ini videonya. Apa ga ngeri keluar malam kalau udah lihat ini?” ucap Tama kepada Parboaboa.

Ketakutan akibat begal dan geng motor menghambat aktivitas masyarakat, termasuk mereka yang bekerja untuk memenuhi kebutuhan hidupnya.   

Tama bercerita, sebelum begal dan geng motor viral seperti saat ini, ia mangkal  di Lapangan Adam Malik sampai jam 11 atau 12 malam. Tetapi sekarang, selesai maghrib langsung pulang ke rumah.

Ia juga bercerita perihal geng motor yang semakin subur di Kota Pematangsiantar. Dulu jumlahnya sedikit tapi saat ini semakin bertambah.

“Awalnya yang kutahu hanya 2 geng motor. Sekarang ada lagi berita sampai 10 geng. Seram kali Siantar sekarang,” ungkapnya.

Menanggapi beredarnya video viral begal dan geng motor di medsos, Kepala Seksi Hubungan Masyarakat Kepolisian Resor (Kasi Humas Polres) Pematangsiantar, Maraden Pardede, mengatakan, pihaknya telah berkoordinasi dengan sejumlah pihak untuk meningkatkan kewaspadaan.

Namun begitu, kepolisian hingga saat ini belum menerima laporan terkait tindak pidana pembegalan. 
 
“Soal video yang beredar, kita sudah koordinasi dengan Tim Intel dan belum ada laporan bahwa itu terjadi di Pematangsiantar. Kita sudah lihat juga videonya,” ungkap Maraden kepada Parboaboa, Selasa (28/05/2024).

Polres Pematangsiantar sendiri sudah melakukan beberapa tindakan preventif termasuk mengaktifkan call center untuk menerima pengaduan langsung dari masyarakat.

“Tim kita selalu patroli dan sudah ditempatkan di beberapa titik di Pematangsiantar. Bukan hanya dari Polres saja, tiap Polsek di Siantar juga mengirim pasukan yang ikut patroli sesuai dengan ketersediaan petugas di kantor,” sambungnya.

Maraden menghimbau masyarakat untuk segera melapor apabila mengetahui dan melihat langsung kejadian yang mencurigai dengan menghubungi call center yang tersedia di 110.

 “Bisa hubungi 110. Tapi tolong, jangan jadi disalahgunakan. Kita menerima keluhan masyarakat bukan untuk dijadikan candaan,” tegas Maraden.

Sebelumnya, melalui akun Instagram @humas_pematangsiantar, Polres merespons ketakutan masyarakat dengan memberikan beberapa klarifikasi penting untuk meredam situasi.

Namun, klarifikasi tersebut dinilai oleh sebagian masyarakat tidak berdampak apa-apa kalau tidak disertai dengan upaya konkrit menangkap pelaku pembegalan.   

Salah seorang netizen mengatakan, mau tanggal 19 atau 18 normalnya tidak ada manusia naik kereta tarik 3 keliling-keliling bawa senjata tajam. 

"Itu perlu dicari, manusianya yang mana. Bukan malah sibuk klarifikasi soal tanggal. Gak perlu kami mau tanggal berapa, jaminan keselamatan di kota ini yang kami perlu,” ucap akun @vrimapakpahan.

Pihak Polres sendiri mengungkapkan tengah mendalami penyebar video-video viral, sembari menghimbau seluruh lapisan masyarakat untuk tetap menjaga kondusifitas di lingkungan tempat tinggal masing-masing.

Tak hanya itu, mereka juga berharap peran serta masyarakat terkhusus orang tua untuk menjaga anak-anak, selain agar tidak menjadi korban begal, juga agar tidak menjadi pelakunya.

Editor: Gregorius Agung
TAG :
Baca Juga
LIPUTAN KHUSUS