Tiga Gunung Api di Indonesia Alami Peningkatan Aktivitas Vulkanik dalam Dua Pekan

Terdapat tiga Gunung Api di Indonesia yang mengalami peningkatan aktivitas vulkanik sejak dua pekan terakhir. (Foto: PVMBG)

PARBOABOA, Jakarta – Indonesia memiliki sejumlah gunung api aktif yang menjadi perhatian Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG). Dari total 127 gunung api di Indonesia, 69 di antaranya secara aktif dipantau oleh PVMBG.

Gunung Api aktif ini terbagi menjadi tiga tipe yang dibedakan berdasarkan catatan sejarah sejak letusannya.

Gunung Api tipe A berjumlah 76 dan meletus sejak tahun 1.600. Kemudian ada Gunung Api tipe B yang berjumlah 30 dan meletus sebelum tahun 1.600.

Terakhir adalah Gunung Api tipe C dengan total 21. Berbeda dengan tipe A dan B, gunung tipe C ini tidak memiliki catatan sejarah letusan. Namun masih memperlihatkan jejak aktivitas vulkanik seperti fumarole serta solfatara.

Di sisi lain, berdasarkan laporan dari Smithsonian Institution Global Volcanism Program, ada 55 gunung berapi yang aktif di Indonesia sejak tahun 1950-5 Juni 2022.

Beberapa di antaranya yakni, Gunung Semeru, Gunung Krakatau, Gunung Ili Lewotolok, Gunung Merapi, Gunung Ibu, Gunung Dukono, dan Gunung Karangetang.

Sejak Jumat (01/9/2023) sampai Selasa, (12/9/2023), sejumlah gunung tersebut pun mengalami aktivitas vulkanik berupa erupsi atau letusan dengan jarak luncur yang berbeda-beda.

Erupsi pertama terjadi di Gunung Ili Lewotolok, Kab. Lembata, NTT pada Jumat, (01/9/2023) pukul 15.35 WITA dengan jarak luncur 500 meter di atas puncak.

Kolom abu letusan Gunung Ili Lewotolok teramati berwarna kelabu dengan intensitas tebal mengarah ke barat dan barat laut.

Aktivitas vulkanik ini berlangsung selama 36 detik dengan amplitudo maksimum yang terekam seismograf adalah 18.2 mm.

Lalu pada Sabtu, (02/9/2023), Gunung Ili Lewotolok erupsi dua kali, yakni sekitar pukul 05.15 WITA dengan ketinggian 600 meter dan pukul 05.43 setinggi 700 meter di atas puncak.

Durasi dari letusan pertama adalah 3 menit 36 detik dan yang kedua yakni 3 menit 12 detik.

Pada hari selanjutnya, Minggu (03/9/2023) Gunung Ili Lewotolok lagi-lagi menyemburkan abu vulkanik sebanyak dua kali.

Erupsi pertama terjadi pada pukul 11.52 WITA dengan kolom abu setinggi 500 meter dan letusan kedua pukul 19.23 WITA tapi visualnya tak teramati. Durasi selama 1 menit 4 detik dan 52 detik.

Kemudian pada Selasa, (05/9/2023) pukul 11.42 WIT, giliran Gunung Ibu di Maluku Utara yang mengalami erupsi setinggi 600 meter dengan durasi 1 menit 3 detik.

Selanjutnya, terjadi erupsi di Gunung Anak Krakatau, Prov. Lampung pada Minggu, (10/9/2023) pukul 12.36 WIB dengan tinggi kolom abu mencapai 1.000 meter di atas puncak.

Kolom abu erupsi Gunung Anak Krakatau itu berwarna kelabu-hitam dengan intensitas tebal mengarah ke timur laut dalam durasi 3 menit 52 detik.

Pada Senin, (11/9/2023) pukul 08.42 WIB, Gunung Anak Krakatau kembali erupsi dengan ketinggian kolom abu mencapai 1.000 meter di atas puncak.

Kolom abu letusan teramati berwarna kelabu-hitam dengan intensitas yang tebal mengarah ke barat daya.

Adapun untuk erupsi yang terakhir terjadi di Gunung Ile Lewotolok pada Selasa, (12/9/2023) pukul 14.25 WITA dengan tinggi jarak luncurnya yakni 600 meter di atas puncak.

Editor: Maesa
TAG :
Baca Juga
LIPUTAN KHUSUS