Sedang Trending, Yuk Terapkan Gaya Hidup Cashless!

Sedang Trending, Yuk Terapkan Gaya Hidup Cashless!

Sondang | Ekonomi | 03-11-2021

Sedang Trending, Yuk Terapkan Gaya Hidup Cashless!

PARBOABOA, Siantar – Kecanggihan teknologi di zaman sekarang semakin beragam, salah satunya cara membayar. Dari yang sebelumnya ke mana-mana bawa uang tunai banyak, kini cukup transfer atau scan QR Code.

Selain itu, kita tak perlu menghabiskan waktu untuk berbelanja di luar. Cukup tenang di rumah, belanjaan mu akan diantar sampai depan pintu. Hal itu dinamakan dengan gaya hidup cashless.

Selama pandemi, kekhawatiran akan penyebaran virus Covid-19 lewat kontak fisik secara langsung, maupun perantara melalui benda yang tak terjamin kebersihannya seperti uang tunai, kerap terjadi.

Hal inilah yang kemudian membuat masyarakat berbondong-bondong mencari cara yang aman, nyaman dan higienies untuk beragam transaksi. Untuk mengatasi hal itu, cashless hadir sebagai solusi di era new normal.

Berdasarkan studi Visa Consumer Payment Attitudes 2020, semenjak pandemi COVID-19, keamanan pribadi dan higiene pembayaran menjadi prioritas utama yang mendorong banyak konsumen Indonesia untuk beralih ke pembayaran nontunai dan mempertimbangkan pembayaran cashless.

Studi mengungkap, beberapa temuan seputar pilihan pembayaran dan perilaku berbelanja konsumen Indonesia yang berubah signifikan akibat pandemi. Menurut studi tersebut, pandemi Covid-19 dapat mengakselerasi perwujudan masyarakat nontunai (cashless society) di Indonesia menjadi tahun 2026, empat tahun lebih awal dari estimasi sebelumnya tahun 2030.

Studi VisaConsumer Payment Attitudes 2020 melibatkan 7.525 konsumen di Asia Tenggara, termasuk Singapura, Filipina, Thailand, Indonesia, Vietnam, Malaysia, Myanmar, dan Kamboja. Di Indonesia sendiri, studi melibatkan 1.000 responden, dengan demografi responden adalah pria dan wanita umur 18-65 tahun dengan pendapatan bulanan minimal Rp 3 juta. Berdasarkan studi tersebut, berikut ini sederet fakta mengenai pembayaran cashless. 

Dalam studi tersebut, masyarakat Indonesia dinilai telah merasakan langsung manfaat gaya hidup nontunai, terutama dari segi keamanan, kenyamanan, dan efisiensi, di tengah ketidakpastian situasi saat ini. Sekitar 69% masyarakat Indonesia mengatakan bahwa mereka membawa semakin sedikit uang tunai dan lebih sering menggunakan pembayaran cashless. Alasannya, pembayaran cashless dinilai lebih nyaman karena tidak perlu membawa uang tunai (67%), mudah digunakan (61%), dan aman dari risiko penularan virus (60%). 

Pembayaran cashless juga diminati oleh generasi milenial dan Gen Z yang merupakan generasi yang terbilang melek digital. Kedua generasi ini cenderung menginginkan gaya hidup yang serba cepat dan tanpa ribet, peduli dengan kesehatan, dan memanfaatkan teknologi yang memudahkan aktivitas sehari-harinya. Pembayaran cashless menjadi pilihan yang tepat bagi mereka dalam memastikan kemudahan, keamanan, dan kenyamanan dalam bertransaksi, yang tentunya juga lebih higienis.

Pertumbuhan tren pembayaran cashless juga telah dirasakan oleh berbagai negara. Menurut studi tersebut, hampir dua pertiga konsumen di Asia Tenggara (64%) telah bepergian tanpa membawa uang tunai, di antaranya adalah negara Vietnam (84%), Thailand (82%), Filipina (79%), dan Indonesia (68%).

 

Tag : ekonomi, cashless, contactless, advertorial, non tunai

Berita Terkait