Generasi Milenial Kuasai Kepemilikan Investasi di Pasar Saham 

Presiden Jokowi resmi membuka perdagangan Bursa Efek Indonesia 2023 (Foto: Tangkapan layar Youtube IDX Channel)

PARBOABOA, Jakarta – Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo (Jokowi) menyebutkan investor di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 2022 didominasi generasi milenial yang berusia 30 tahun ke bawah. 

“Investor di Bursa kita sekarang ini, 55 persen adalah anak-anak muda di bawah 30 tahun. Dan 70 persen di bawah 40 tahun. Artinya prospek kedepan betul-betul menjanjikan,” kata Jokowi pada pembukaan perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI) 2023, Senin (02/01/2023).

Jokowi membandingkan kenaikan perfoma indeks yang masih lebih baik dibanding bursa saham lain di dunia. Di mana tak sedikit bursa saham di negara lain yang mengalami penurunan tajam, namun bursa Indonesia justru bertumbuh hingga 4,1 persen.

"Kita patut bersyukur indeks di 2022 mengalami kenaikan 4,1 persen dibanding bursa negara negara lain yang mengalami penurunan sangat tajam," ujar Jokowi.

Kapitalisasi pasar atau market cap naik 15 persen secara tahunan menjadi Rp 9.499 triliun. 

"Ini bukan angka yang kecil, ini besar di tengah turbulensi ekonomi global di tahun 2022," imbuh Jokowi.

Jokowi berharap ekonomi Indonesia bisa tumbuh kuat di atas 5 persen pada tahun ini. Untuk mengejar harapan itu, banyak tantangan yang menghadang.

Presiden menyebut, tantangannya tak hanya datang dari kondisi ekonomi global masih berkecamuknya perang Rusia dengan Ukraina. Ancaman resesi ikut memberi peran termasuk kondisi di dalam negeri juga ikut mempengaruhi. 

Jokowi percaya tantangan itu bisa dilewati agar target pertumbuhan bisa dicapai.

"Di 2023 adalah tahun ujian bagi ekonomi global maupun ekonomi kita, kita tetap harus hati-hati, tetap waspada," katanya.

Dalam kesempatan sama, Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Mahendra Siregar mengatakan, ada 59 pencatatan saham baru atau initial publiic offering (IPO) sepanjang 2022 di BEI. Jumlah investornya meningkat menjadi 10,3 juta investor.

"Artinya 10 kali lipat atau 1.000 persen meningkat dalam 5 tahun terakhir sejak 2017," katanya.

Tercatat pada sesi pertama perdagangan perdana Bursa Efek Indonesia 2023 ini, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Indonesia berada di angka 6,831. Angka ini turun 19 poin dari penutupan perdagangan BEI 2022 pada Jumat (30/12/2022).

TAG :
Baca Juga
LIPUTAN KHUSUS