Yusuf Gultom: Pihak Ketiga Bertanggung Jawab Penyelesaian Pembangunan

Kepala Bidang Keolahragaan Dinas Pemuda, Olahraga, Budaya dan Pariwisata (Disporabudpar) Pemerintah Kota (Pemko) Pematang Siantar, Yusuf Gultom saat menjelaskan peluang GOR menjadi tempat penyelenggaraan PON XXI 2024 Wilayah Sumut-Aceh. (Foto: PARBOABOA/Putra Purba)

PARBOABOA - PT. Suryatama Mahkota Kencana pihak ketiga membangun venue Cabor kick boxing PON 2024 di Siantar. Mereka sempat melempar wacana tidak mampu menyelesaikan pembangunan sampai akhir tahun 2024.

“Kalau kita hitung-hitung 13 bulan pihak ketiga untuk menyelesaikan pembangunan konstruksi. Itu sebelum penyelenggaraan PON pada September mendatang,” ungkap Kepala Bidang Keolahragaan Dinas Pemuda, Olahraga, Budaya dan Pariwisata (Disporabudpar) Pemerintah Kota Pematang Siantar, Yusuf Gultom.

Disporabudpar Siantar saat mengecek ke lapangan beberapa hari kemudian. PT. Suryatama Mahkota Kencana sudah memulai kontruksi, penggalian, sudah mulai persiapan pembangunan, dan material.

“Sudah ready dan kontraktor sudah ada. Semua sudah ada,” ungkap Yusuf.

Bagaimana “drama ”PT. Suryatama Mahkota Kencana sempat pesimis mengejar pembangunan venue penyelenggara Cabor kick boxing PON 2024 di Siantar?

Berikut petikan wawancara Parboaboa bersama Kepala Bidang Keolahragaan Disporabudpar Pemerintah Kota Pematang Siantar, Yusuf Gultom:

Soal anggaran membenahi Gelanggang Olahraga. Itu dana dari APBD Siantar atau Pemprovsu? Atau dari mana dana menyelenggarakan PON XXI 2024 ini? Atau dana dari Kemenpora barangkali?

Disporparbud Siantar juga akan berkoordinasi dan pihak Dispora Sumatra Utara dan Panitia Besar PON XXI/2024 dan Kementerian Pemuda dan Olahraga untuk menambah fasilitas-fasilitas tersebut.

Seperti pengadaan ruang official, ruang pers, ruang ganti para atlet, ruang kesehatan, dan fasilitas kamar mandi darurat.

Untuk anggaran itu bisa saja berasal dari anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) Pematang Siantar jika itu diperlukan dikeluarkan dalam Rencana Kerja (Renja) Tahun 2024.

Intinya dari kesiapan pihak ketiga (PT. Suryatama Mahkota Kencana) ini saja. Sembari nanti penambahan fasilitas-fasilitas pendukung itu masuk dalam rencana kerja tahun depan, menghindari tumpang tindih anggaran.

Contohnya kita anggarkan kursi. Tapi dari Pemprov juga anggarkan kursi, di mana batasan-batasan Pemko, di mana batasan-batasan PB PON sendiri.

Ada komunikasi intens dengan Koni Sumut? Semisal, biar Siantar menjadi tuan rumah Cabor kick boxing dan catur?

Ada, tetapi ketika pihak ketiga sudah siap dan menyakinkan. Baru bisa kita berbicara lebih lanjut lagi ke atasan pihak Provinsi Sumut. Intinya saat ini, pihak ketiga yang bangun dan bertanggung jawab dalam penyelesaian pembangunan kontruksi bangunan tersebut sesuai kontrak kerja sama.

Siantar itu lebih percaya diri jadi tuan rumah kick boxing atau catur? Atau ada usulan Siantar mau jadi tuan rumah apa selain kick boxing dan catur?

Peluang menjadi tuan rumah Cabor catur sebagai usulan kita. Dan cukup terbuka mengingat pihak Dispora Sumatra Utara Koni Pusat dan Pemerintah Provinsi Sumut telah turun dan meninjau pada tanggal 30 Januari 2024.

Kita survei juga Hotel Sapadia sebagai tempat venue sebagai tuan rumah Cabor catur. Tapi, sejauh ini belum ada kepastian. Karena melihat SK dari Gubernur Sumut belum ada tercantum.

Apa ada kendala-kendala Koni Sumut sampaikan tantangan Siantar menjadi tuan rumah Cabor kick boxing dan Catur? Ada tidak catatan-catatan penting dari mereka?

Untuk saat ini kita tetap upaya dalam penyelesaian tempat venue dahulu. Dan itu memang penyelesaian dari kami dulu. Sebagai pihak yang bekerja sama dengan pihak ketiga sendiri.

Reporter: Putra Purba

TAG :
Baca Juga
LIPUTAN KHUSUS