Rishi Sunak Kalah Telak dalam Pemilu Inggris

Rishi Sunak saat sedang berkampanye dalam Pemilihan Umum di Inggris. (Foto: Instagram @rishisunakmp)

PARBOABOA – Pemilihan Umum di Inggris menghasilkan Perdana Menteri yang baru yang berasal dari Partai Buruh.

Partai Buruh berhasil memperoleh 326 dari 660 kursi di parlemen dalam pemungutan suara.

Hal ini berarti, Perdana Menteri petahana yaitu Rishi Sunak kalah telak dalam pemilihan umum yang digelar Kamis (04/07/2024) waktu setempat.

Dikutip dari AFP, Jumat (05/07/2024), Rishi Sunak dalam pidatonya mengaku kekalahan dan memberikan ucapan selamat kepada Ketua Partai Buruh, Keir Starmer.

“Saya menelepon Pak Keir Starmer dan mengucapkan selamat atas kemenangannya. Partai Buruh telah memenangkan pemilu ini. Hari ini kekuasaan akan berpindah tangan secara damai dan tertib” ucap Rishi Sunak yang terlihat muram.

Rishi Sunak juga menekankan akan bertanggung jawab atas kekalahan Partai Konservatif. Rishi Sunak juga akan mengajukan pengunduran diri kepada Kepala Negara yaitu Raja Charles III.

Selanjutnya, Raja Charles III akan meminta Keir Starmer sebagai pemimpin partai terbesar di parlemen untuk membentuk pemerintahan.

Diprediksi, pada masa mendatang Keir Starmer akan menghadapi sejumlah masalah saat memimpin Inggris.

Beberapa di antaranya pertumbuhan ekonomi yang sedang lesu, pelayanan publik yang kewalahan dan kekurangan dana karena adanya pemotongan anggaran besar-besaran serta tekanan finansial.

Sebelumnya, beberapa survei sempat memprediksi partai pimpinan Keir Starmer akan meraih sekitar 400 dari total kursi parlemen.

Semua media massa di Inggris juga fokus pada Partai Buruh yang kembali ke tampuk kekuasaan pertama kali sejak Gordon Brown dilengserkan oleh David Cameron pada tahun 2010.

Partai Buruh sudah diprediksi akan menang telak dalam pemilihan umum Perdana Menteri berdasarkan jajak pendapat beberapa saat setelah pemungutan suara.

Dalam jajak pendapat itu menunjukkan Partai Buruh akan memenangkan 410 kursi di DPR yang beranggotakan 650 orang.

Sementara Partai Konservatif hanya memperoleh 131 kursi. Oposisi yang lebih kecil yaitu Partai Demokrat akan mendapatkan 61 kursi, tetapi Reform UK yang anti imigrasi milik Nigel Farage dapat memperoleh 13 kursi.

Partai Buruh dinilai akan mengakhiri 14 tahun pemerintahan konservatif. Mereka akan menempatkan pemimpin Partai Buruh Keir Starmer di jalur yang tepat untuk menggantikan Rishi Sunak sebagai Perdana Menteri.

Berdasarkan sistem pemilihan umum di Inggris yang menggunakan sistem firs-past-the-post, sebuah partai politik membutuhkan 326 kursi untuk memenangkan mayoritas keseluruhan di parlemen.

Jajak pendapat itu telah memberikan Partai Buruh keunggulan 20 poin yang konsisten atas Partai Konservatif selama hampir dua tahun terakhir, yang gagal diubah oleh kampanye pemilihan yang sebagian besar kurang bersemangat.

Konfirmasi hasil pemilu tersebut akan menjadi puncak naiknya kekuasaan yang luar biasa bagi Keir Starmer yang pertama kali terpilih sebagai anggota parlemen pada tahun 2015.

Mantan pengacara hak asasi manusia dan kepala jaksa penuntut umum itu terpilih sebagai pemimpin Partai Buruh pada awal tahun 2020 lalu.

Keir Starmer menggantikan Jeremy Corbyn yang kalah telak dari Boris Johnson pada tahun 2019.

TAG :
Baca Juga
LIPUTAN KHUSUS