Tragedi di Uttar Pradesh: Ratusan Orang Tewas dalam Festival Keagamaan

Ilustrasi festival keagamaan yang berakhir menjadi bencana. (Foto: PARBOABOA/Fika)

PARBOABOA – Ribuan orang berkerumun untuk mendengarkan khotbah seorang pendeta populer pada festival keagamaan Hindu di Provinsi Uttar Pradesh, wilayah utara India.

Sayangnya, setelah khotbah selesai ribuan orang itu pergi diiringi dengan badai debu yang akhirnya membuat ratusan orang terinjak-injak, jatuh di atas satu sama lain.

Beberapa orang lainnya masuk ke saluran pembuangan yang berada di pinggir jalan dalam kerumunan yang kacau balau itu.

Dilansir dari laman AFP, Rabu (03/07/2024), Komisaris Divisi Kota Aligarh di negara bagian Uttar Pradesh, Chaitra V mengatakan kerumunan jemaah keluar dari tempat tersebut ketika badai debu membutakan penglihatan.

“Hal itu mengakibatkan perkelahian dan insiden tragis berikutnya,” ujar Chaitra V.

Beberapa jam setelah insiden itu, jumlah korban yang tewas mencapai ratusan orang dan sedikitnya puluhan orang terluka.

Sementara, dari ratusan yang tewas, sebagian besar adalah perempuan. Para perempuan dan laki-laki terlihat menangis berkumpul di luar satu kamar maya di kota Etah.

Lokasi itu adalah tempat di mana banyak korban yang tewas dibawa. Para perempuan dan laki-laki itu mencari kabar mengenai kerabat mereka yang menghadiri festival keagamaan itu.

Dilansir dari laman Press Trust of India, seorang perempuan yang hadir dalam acara festival keagamaan tersebut mengatakan ketika khotbah selesai semua orang mulai berlarian keluar.

Sementara itu, Perdana Menteri India, Narendra Modi mengeluarkan pengumuman mengenai adanya kompensasi kepada keluarga terdekat korban tewas sebesar 2.400 US Dollar.

Sedangkan untuk keluarga terdekat korban yang terluka dalam insiden tragis itu mendapatkan kompensasi 600 US Dollar.

Dalam akun media sosial X miliknya, Perdana Menteri India itu menuliskan, “Saya turut berduka cita kepada mereka yang telah kehilangan orang yang mereka cintai. Saya berharap semua korban luka segera pulih seperti sediakala.”

Sebelumnya warga antusias menghadiri acara yang bernama Satsang yang dipimpin Bhole Baba atau dikenal dengan Narayan Sakaar Hari di lapangan di distrik Hathras. Baba menyebut dirinya sebagai dewa yang memiliki banyak pengikut.  

Satsang merupakan dialog antara jemaah dengan Satguru atau guru yang mengajarkan nilai-nilai spiritual.

Kejadiaan naas itu bermula ketika Satsang berakhir. Semua orang berlarian menuju pintu keluar dan berusaha menyentuh kaki Baba.

Situasi itu mengakibatkan kerumunan besar di lokasi yang kecil. Media lokal India juga melaporkan bahwa para warga berusaha mengumpulkan debu bekas injakan atau ban mobil dari tokoh agama Hindu itu.

Dari beberapa laporan yang ada, terdapat dua pergerakan massa. Pertama adalah mereka yang menuju pintu keluar. Kedua adalah yang bergerak ke arah berlawanan untuk mengumpulkan debu.

Massa yang berlarian membuat jemaah yang duduk di tanah terjepit. Di sisi lain, massa yang berlarian di air dan lapangan yang dipenuhi lumpur dihentikan paksa oleh panitia dengan menggunakan tongkat.

Sehingga tekanan massa terus meningkat. Perempuan, anak-anak dan laki-laki terus terjepit.

Selain itu, diketahui bahwa penyelenggara hanya meminta ijin acara ini dengan kapasitas 80 ribu orang. Namun, jumlah jemaah yang hadir melebihi 250 ribu orang.

Polisi dan pejabat administrasi yang hadir di lokasi kejadian telah melakukan segala upaya dan mengirimkan para korban ke rumah sakit.

Sedangkan di sisi penyelenggara, tidak ada kerjasama yang diberikan. Penyelenggara tidak bekerjasama dalam manajemen lalu lintas serta menyembunyikan bukti setelah penyerbuan terjadi.

Menanggapi insiden ini, pihak berwenang India telah membentuk komite khusus untuk menyelidiki insiden tersebut.

Panel akan dipimpin oleh Direktur Jenderal Tambahan Kepolisian Agra dan Komisaris Aligarh.

TAG :
Baca Juga
LIPUTAN KHUSUS